BELAJAR KEJUJURAN DARI SEORANG PEMULUNG

Tulisan ini saya buat dan posting di blog ini, sambil menunggu waktu pencoblosan untuk memilih wakil-wakil kita di DPR Tgl 09 April 2014. Semoga yang terpilih memiliki tabiat seperti kisah berikut ini.
Tadi malam kami sekeluarga mendapat pelajaran besar tentang makna suatu kejujuran. Seperti biasanya anak saya (Indah 11 Thn), setiap Hari Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 17.30 s/d 20.00 wita ikut bimbingan belajar di salah satu tempat bimbingan belajar di Jl. Alauddin Makassar. Selasa Tgl 08 April 2012 Jam 19.00 sepulang dari mengajar di Salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, saya singgah di tempat bimbingan belajar tersebut untuk menunggu dan menjemput anak saya Indah. Setelah parkir mobil di seberang jalan, saya bersiap menyeberang jalan ke tempat bimbingan tersebut. Seperti biasanya, sangat susah menyeberang jalan raya di Kota Makassar karena kurangnya kesadaran pengendara memberi kesempatan menyeberang jalan.
Setelah sampai ditempat bimbingan, saya terkejut melihat anak saya masih ada di ruang tunggu dan menangis. Setelah dia melihat ayahnya, dia segera menghampiri dan mengadukan bahwa Hp-nya yang disimpan di kantong samping jaketnya, hilang tadi saat Jam Istirahat dan pergi berbelanja di Indomaret yg berdampingan dengan tempat bimbingannya. Salah seorang karyawan tempat bimbingan tersebut, menjelaskan bahwa dia sudah berusaha membantu mencari di sekitar tempat belanja anak saya tadi, tapi HP tersebut tidak ditemukan. Saya bilang, sudahlah mau diapa lagi kalau sudah hilang. Sekarang masuk kembali belajar, begitu kata saya kepada anak saya. Anak sayapun berjalan masuk kembali di ruang belajarnya sambil membasuh air matanya. Saya lalu melanjutkan ngobrol-ngobrol dengan salah seorang karyawan tadi, sambil menunggu jam pulang (Jam 08.00 wita).
Setelah anak saya keluar dari ruang belajarnya, kami pun langsung menuju mobil dan pulang ke rumah. Sampai di rumah kami menceritakan hal ini kepada Ibu anak saya. Ibu anak saya berinisiatif mencoba menghubungi nomor HP anak saya yang hilang tadi. Ternyata ada nada pertanda HP tersebut bisa dihubungi, tapi tidak diangkat. Kemudian Istri saya mengirim SMS ke HP tersebut dengan meminta kesadaran orang yang mendapatkan HP tadi. Tidak lama kemudian HP istri saya bunyi dan ternyata telepon dari HP yang hilang tadi. Orang tersebut menjelaskan bahwa dia mendapatkan HP tersebut disekitar tempat parkiran Indomaret yang saya sebutkan di atas. Kami pun janjian ketemu tidak jauh dari tempat bimbingan anak saya tersebut. Kami pun segera berangkat dari rumah menuju Jalan Sultan Alauddin tempat orang yang menemukan HP anak saya tersebut menunggu.
Alangkah terkejutnya saya dan Istri, ketika sudah ketemu orang tersebut. Dia ternyata seorang pemulung dan sedang duduk disamping gerobaknya menunggu kami. Dia menceritakan bahwa dia memang selalu singgah dihalaman tempat bimbingan anak saya itu untuk memungut sampah plastik yang dibuang sembarangan anak-anak. “Disitulah saya menemukan HP ini”, sambil menyerahkan HP itu kepada kami. Dia juga menjelaskan bahwa kartu HP anak saya dia keluarkan dan pindahkan ke Hp-nya agar bisa menghubungi nomor istri saya, karena HP anak saya itu terkunci. Saya lalu berujar kepadanya terimakasih dan bilang hal ini luar biasa bagi kami karena anda telah mengajarkan kepada kami makna kejujuran yang sekarang ini sudah sulit didapatkan terutama di kota-kota besar. Saya lalu memberikan sesuatu pertanda terimakasih atas kejujurannya. Pelajaran yang kami peroleh dari kisah ini adalah lebih mudah mendapatkan kejujuran dari orang-orang sederhana seperti ini. Yang saya sesalkan adalah kami lupa berfoto bersama pemulung tadi dengan background gerobaknya, sehingga bisa diupload di blog ini. Semoga kami bisa ketemu lagi saat dia singgah ditempat bimbingan anak saya memungut sampah plastik lagi.

Posted in Blog, Uncategorized | Leave a comment

Bagaimana Islam di Negara yang Mayoritas Penduduknya Islam?

Tulisan berikut Judul aslinya adalah: “How Islamic are Islamic Countries?”
Posted on June 11, 2013 by Jihan Davincka

Mohon ijin menyebarkannya karena saya merasa sangat bagus untuk jadi bahan renungan kita.

Belum lama berlalu ketika saya membaca status seorang teman yang terdampar di Kuwait. Sebelumnya, teman bersama suami dan anak-anaknya tinggal di Polandia. Teman saya ini bukan orang biasa-biasa saja. Namanya pernah menjadi hits di beberapa media cetak karena kesuksesannya berdakwah di Negeri Non Muslim dan membawa belasan perempuan mengucapkan kalimat syahadat untuk pertama kalinya :) . Semoga Allah berkenan mengampuni dosa-dosa beliau sekeluarga :) .

Ada apa dengannya di Kuwait?

Teman saya mengalami benturan budaya yang luar biasa. Dia terkaget-kaget. Sementara saya tersenyum-senyum membaca statusnya. Sebagai alumni Jeddah, kota terbesar nomor 2 di Arab Saudi, saya tidak heran sedikit pun membaca ‘kegalauan’nya. Been there, done that.
Gambar : britannica.com

Gambar : britannica.com

***

“How Islamic are Islamic Countries” adalah sebuah penelitian lama yang hasilnya dipublikasikan tahun 2010 silam.

Berikut kutipan dari kompas.com (http://nasional.kompas.com/read/2011/11/05/09034780/Keislaman.Indonesia) :

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

***

Penasaran dengan hasilnya? Saya kasih sontekan sedikit. Selain Selandia Baru, urutan ke-2 hingga 5 ditempati oleh berturut-turut : Luxemburg, IRLANDIA *uhukUhuk*, Eslandia dan Finlandia. Negara dengan penduduk mayoritas muslim yang menempati urutan tertinggi adalah … Malaysia! Menempati peringkat ke-39. Indonesia sendiri, sudah disebutkan dalam kutipan artikelnya, urutan ke-140. Arab Saudi? Di urutan ke 131.

Beberapa negara ‘penting’ dunia lainnya, misalnya Amerika Serikat, menempati urutan ke-25. Jepang di urutan ke-29 dan Jerman, salah satu negara terbesar di Eropa, di urutan ke-17.

Saya lahir dan besar di Indonesia yang konon merupakan “Negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.” Pernah berkesempatan tinggal di Arab Saudi, “Negeri Penjaga Dua Kota Suci Umat Muslim Sedunia.” Baru-baru ini berkesempatan liburan ke Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, “Negara Mayoritas Muslim yang Berada di Peringkat Tertinggi.” Dan kini…saya berada di Irlandia, peraih medali perunggu “Negara Paling Islami” :D . Fabiayyi alaa irabbikumaa tukadzziban :) .

Kuwait sendiri urutannya tak terlalu buruk. Bayangkan, teman saya saja yang terdampar di “Negeri Paling Islami no.48″ bisa sebegitu stres-nya hehehe. Bagaimana dengan kita-kita yang pernah tinggal di Saudi, si peringkat ke-131? Madam-madam Jeddah, mana suaranya? Ahahhahahahaha.

***

Jujur saja, selama tinggal di Indonesia dulu, saya merasa biasa-biasa saja. Tidak pernah merasa terzalimi. Ya, kadang-kadang mungkin terselip sakit hati. Saya anggap wajar-wajar saja masalah muamalah di Indonesia. Mungkin kasarnya…pasrah.

Hingga akhirnya saya ke Jeddah. For me, Jeddah is better than Jakarta. ‘Gemerlap’nya sih mirip-mirip. Yang namanya ‘gap’ antara si kaya dan si miskin menganga sedemikian lebar baik di Jakarta maupun di Jeddah. Alasan pertama saya lebih senang di Jeddah karena beberapa hal. Bensin murah, mobil murah, penghasilan suami jauh lebih besar (daripada di Jakarta), enggak terlalu macet, kemana-mana terasa dekat, bahkan beberapa bahan pokok di Jeddah lebih murah daripada di Jakarta. Unbelievable.
North Corniche – Jeddah

North Corniche – Jeddah

Belum lagi kesempatan untuk umrah sepuasnya. Tahun lalu dimampukanNya kami untuk naik haji. Di tahun terakhir kami di sana sebelum akhirnya dibukakan pintu rezeki di negara lain. Sekali lagi, Fabiayyi alaa irabbikumaa tukadzziban :) .

Saya akui, secara umum perilaku orang-orang Arab di Jeddah cukup mengecewakan. Meskipun pengalaman pribadi saya tidak separah beberapa teman saya yang sudah sebegitu sewotnya sama orang-orang Arab hehehe.

Saya pun tak bosan-bosannya menuliskan bahwa beberapa episode-episode terbaik dalam hidup saya bertempat di Jeddah. Selama di sana, saya tergolong ‘yang paling bahagia’ hehehehe. Meskipun tak sedikit hal yang membuat saya selalu mengelus dada, “How come they call themself a moslem?”

Berusaha untuk selalu berfokus pada hal-hal yang menyenangkan, membuat 30 bulan pengalaman tinggal di Jeddah menjadi ‘rangkuman kenangan indah’. Ingat saja hal-hal luar biasa yang selalu membuat saya bersyukur. Tak pernah luput mengenang Mekkah dan Madinah sebagai tempat-tempat terindah yang pernah saya datangi. Begitu mudahnya dulu kami menghampiri kedua kota suci tersebut. Sementara tak sedikit umat Islam di Indonesia baru hanya sebatas memimpikannya saja. Bentar…hapus air mata dulu *drama-part :P *. Fabiayyi alaa irabbikumaa tukadzziban :) .

Dulu, saya suka bertanya-tanya, mengapa teman-teman yang berada di Eropa bisa sebegitu ngebetnya tinggal di sana. Tak sedikit yang mencari-cari cara setelah lulus sekolah agar bisa tetap bermukim di sana. Bahkan, ada yang sudah terpikir untuk menggadaikan status kewarganegaraannya. Ingin berganti warna paspor. Apa enaknya hidup berlama-lama dalam ‘kulkas”? :P .

***

Konon, bangsa Irlandia ini memang salah satu bangsa paling ramah di dunia. Selama lebih dari 3 bulan tinggal di sini, saya sudah membuktikan sendiri. Terpukau oleh keramahan mereka. Ada juga yang rasial kok, saya pernah diteriakin di perempatan jalan, “Go home!” oleh seorang pria separuh baya. Tapi santai saja. Orang-orang lain tidak ada yang peduli, tuh. Enggak penting memikirkan sebagian kecil yang kurang ramah.

Di Athlone, hampir tak ada pengemis. Kalau pun ada tunawisma, penampilannya enggak germbel-gembel amat. Di Jakarta, yang bilang Pajero bukan barang mewah ada, yang gembel jadi tukang semir sepatu tak kalah banyaknya . Di Jeddah, Ferrari bukan barang langka, tapi pengemis terpencar di berbagai sudut kota.
Athlone, perayaan St Patrick’s day

Athlone, perayaan St Patrick’s day

Fakta-fakta yang menguatkan pernyataan Ahmad Syafii Maarif dalam tulisannya yang saya share di status FB saya :
” …Bagi saya penggunaan perkataan ringkih terasa lebih puitis dan tajam, dibandingkan padanannya dalam istilah bahasa Indonesia.

Itulah sebabnya dalam tulisan ini perkataan ringkih digunakan. Benarkah Dunia Islam itu ringkih? Tanpa memerlukan data hasil riset yang mendalam, berdasarkan pengamatan umum saja, pasti jawabannya: benar! Kesenjangan sosial-ekonomi hampir merata di seluruh dunia Islam. Keadilan yang demikian keras diperintahkan Alquran tidak digubris oleh penguasa yang mungkin sudah menunaikan ibabah haji berkali-kali…”

Dulu sih, semasa di Jakarta dan Jeddah, bila mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari orang lain, tak pernah menjadi pikiran. Dimaklumi saja. Di Jakarta, sering dicuekin sama satpam di mal. Padahal kepada seorang Ibu yang turun dari mobil mentereng dengan berbagai aksesoris wah di badannya, tersenyum mengangguk setengah membungkukkan badan. Hidupnya sudah cukup ‘berwarna’ dalam menjalani tugas sebagai satpam, tak usahlah menyimpan dendam yang tidak perlu.

Di Jeddah, pernah mendapat pengalaman pahit saat antre di kasir dalam toko di mal. Sebelumnya, saat 2 perempuan arab berdebat soal antrean, penjaga kasir dengan tegas melerai dan menunjuk ibu yang memang sudah datang lebih dahulu. Giliran saya diselak orang Arab, saya protes, kasirnya malah diam seribu bahasa. Ya, sudahlah. Saking sudah seringnya, sudah mati rasa ane hehehe.

Terdampar di tempat lebih jauh, berbaur di tengah-tengah masyarakat non muslim, dari ras yang secara fisik sangat berbeda pula, malah mendapat perlakuan yang sangat menyenangkan. Sepele, ya? Biarpun suami suka meledek saya yang dianggapnya, “Dasar kamu ini. Belum apa-apa sudah lebay soal eropa”, menurut saya ini bukan hal sepele :) .

Setiap pagi mengantar anak ke sekolah, kami selalu berjalan kaki. Hampir 100% orang-orang yang berpapasan akan tersenyum menyapa, “Good morning.” Di Jeddah, seringnya mendapat pandangan penuh tanda tanya, mungkin berpikir, “Prikitiwww, mbak-mbak TKW ini cakep juga, yak.” Ahahahahaha.

Di Athlone, saat mengantre di kasir setelah berbelanja barang-barang dapur dll di supermarket, semua orang mengantre dengan tertib. Bahkan, kasir benar-benar menunggu kita selesai mengemasi barang baru melayani customer setelah kita. Awalnya saya sering gugup. Saking takutnya kalau mengganggu antrean, mau buru-buru masukin barang ke stroller + plastik + ransel, barang-barang malah berserakan jatuh ke lantai. Malunya minta ampun.

Tapi kasir cuma tersenyum, “That’s ok. Take your time.” Bahkan, ibu-ibu berambut kuning yang mengantre di belakang saya ikut memunguti barang-barang yang jatuh. Masya Allah. Sudah terbiasa diperlakukan bak TKW di tengah-tengah umat yang seiman, rasanya terharu diperlakukan seperti itu. Lebay? Whatever.

Kata-kata “thank you”, “sorry”, berhamburan begitu mudah dari bibir mereka. Jadinya saya pun, biarpun awalnya agak kagok, jadi terbiasa selalu ber “thank you” dan ber “sorry” ria :) .

Di Irlandia, pajak memang termasuk tinggi. Biarpun gak setinggi di negara eropa lain pada umumnya. Tapi fasilitasnya juga enggak main-main. Jalanan dibuat senyaman mungkin. Angkutan umum sangat diperhatikan. Harga mobil sangat mahal. Bensinnya apalagi. Tapi lihatlah, sebagian besar penduduk jadinya berbaur di trotoar jalan kaki atau dalam angkutan umum. Bagus juga ide pajak tinggi dan dikenakan secara proporsional. Agar si ‘tajir’ mikir-mikir kalau mau beli barang mahal dan yang kurang mampu tak terlampau tersakiti.

Sekolah gratis dengan fasilitas yang sangat memadai *nyengirLebar*. Malah, di selebaran pengumuman buat orang tua murid, ditulis jelas-jelas larangan untuk ‘tampil mewah’. Baju harus seragam. Seragam resmi terasa mahal? Kepala sekolah mempersilakan membeli di tempat lain yang lebih murah asal warnanya mirip. Disebutkan dengan jelas jenis-jenis sepatu tertentu yang TIDAK BOLEH digunakan ke sekolah. Bahkan, kotak untuk bekal makan pun dianjurkan untuk sesederhana mungkin. Ini semua dituliskan secara resmi dalam selembar kertas yang dibagi-bagikan pada orang tua murid sebelum hari pertama sekolah si anak.

‘Attitude’ adalah landasan utama pendidikan anak-anak di usia dini. Saya perhatikan betul, guru-guru dan kepala sekolahnya sangat disiplin dalam masalah tingkah laku. Mereka tak terlalu peduli dengan kemampuan kognitif. Tapi coba saja ada anak yang berani memukul temannya, kepala sekolah tidak segan-segan menarik tangan si anak dan menceramahinya panjang lebar dengan nada yang tinggi. Saya pernah melihat langsung.

Soal penampilan pun tidak ada yang heboh-heboh. Ada lah beberapa yang agak ‘gaya’ tapi bisa dihitung jari. Pede-pede saja kemana-mana pakai training pants + kaos + jaket + sepatu kets + ransel :D . Mbak-nya mau mendaki gunung, ya? Ahahahahaha.

Di Irlandia, dalam memperlakukan orang lain, people don’t really care whether you’re Catholic, Moslem or even you don’t believe in any religion at all :) . Berperilaku sopan dan non diskriminatif adalah hal universal buat siapa saja. Ajaran yang saya tahu pasti adalah landasan muamalah dalam Islam. Sadly, you can hardly see this in (most of) moslem countries. Ironically, pretty easy to see the practice in non-moslem countries. Tanya kenapa?

Memang, awal di Athlone, saya benar-benar teruji oleh udara dingin. Tapi tak lama. Baru 3 bulan tinggal di sini, rasa betah menerjang sedemikian kuat. Meskipun keinginan untuk mengganti status paspor sama sekali belum ada. Tapi saya ingin agar anak-anak saya suatu hari nanti melangkahkan kaki mereka sejauh yang mereka bisa. Saya doakan, semoga saya dianugerahkan kesehatan yang mumpuni (menjalani pola hidup sehat ala FC adalah salah satu ikhtiar saya dari sekarang untuk doa yang ini), tak perlu meresahkan anak-anak kelak, sehingga saya bisa menghabiskan sisa usia di negeri kelahiran tercinta. Sampai akhir menutup mata. Amin :) .

***

Kembali mengutip pendapat Profesor Komaruddin Hidayat (UIN Syarif Hidayatullah)

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

Tampaknya keber-agama-an kita lebih senang di level semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam—syahadat, shalat, puasa, zakat, haji—dia sudah merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya.

Pada hal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama: keilmuan, ketakwaan, dan akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah, menurut penelitian Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.
***

Saya setuju sekali, kita terlalu sering menyepelekan ‘kesalehan sosial’. Pengalaman saya naik haji kemarin, selain menyisakan rasa haru yang masih terus berbekas hingga kini, terselip rasa kecewa yang mendalam. Seusai wukuf, jemaah biro haji kami keluar dari tenda ke arah jalan untuk menuju stasiun kereta. Saya tercekat melihat suasana jalan raya yang sudah kosong dari para jemaah ‘haji koboi’ yang sudah kembali ke Mina/Musdalifah. Kotornya luar biasa. Bau pesing tak terkira. Ceceran makanan, botol minuman dan entah cairan apa itu *yucky* berbaur menjadi satu. Subhanallah, sampahnya tidak main-main.

Besoknya, saat akan tawaf ke Mekkah, jam 7 pagi kami sudah berjalan ke arah jembatan untuk menunggu taksi. Lautan sampah di mana-mana. Baunya pun sangat menyengat. Saya ingat saat itu sempat bergumam kepada suami, “Kebersihan sebagian dari iman.” Kebersihan tidak hanya menyangkut diri sendiri, tapi orang lain dan lingkungan sekitar, kan?

Saat sepi pun, kalau tawaf, saya sering memperhatikan ‘rusuh’nya keadaan di sekitar hajar aswad. Tidak pernah damai suasananya. Sikut-sikutan, teriak-teriak, dorong-dorongan. Itu cuma amalan sunnah, saudara-saudaraku. Teringat pesan ustaz Syafiq yang mengisi ceramah pengajian di acara syukuran salah satu teman di Jeddah sebelum kami berangkat haji, “Jangan melakukan amalan sunnah dengan cara-cara haram.”

Malah, bagi sebagian muslim, yang penting : salat, zakat, puasa. Perlakuan kepada orang lain, gaya hidup sehari-hari, tidak akan mempengaruhi keislaman kita selama kita salat-zakat-puasa. Sadar tidak sadar, penyempitan makna “rahmatan lil ‘aalamin” dilakukan oleh kaum muslim sendiri.

Dalam salah satu ceramah, Cak Nun bertutur, “Apakah di sini anda bisa punya cara untuk mengetahui seberapa iman anda? Bisa nggak kita mengukur akidah? Bisa nggak kita mengukur, kita ini Islam atau belum Islam? Kalau engkau menjawab “bisa”, lho, itu rak cangkemmu? Lha atimu? (itu kan mulutmu, lha hatimu?). Kita tidak bisa menilai Islamnya orang, kita tidak bisa menilai sesat atau bukan kecuali MUI.” Ucapannya disambut tawa jamaah.

Ketika beberapa waktu lalu, saat ramai-ramainya pilkada DKI, saya berdebat dalam sebuah grup masalah akhlak vs aqidah. Seorang teman tak ragu-ragu menyematkan label ‘sekuler/liberal’ kepada saya? Untuknya, sebuah kalimat syahadat akan selalu berada di tempat teratas, jauh melampaui masalah-masalah yang berkaitan dengan kesalehan sosial.

Dia mengejek, “Lo lebih pilih manusia daripada Tuhan?”

Saya menjawab, “Pilihan yang mana? Memuliakan sesama manusia adalah perintah Tuhan.”

Untuk saya pribadi, sangat jelas. Islam itu seimbang dunia akhirat. Terlalu condong kepada salah satu hanya akan membuat keseimbangannya goyah. Pengalaman hidup di Jakarta, Jeddah dan kini Athlone membuat saya mensyukuri betapa ‘liberal’nya saya. Sedangkan dalam hati saya selalu bersyukur saya dilahirkan sebagai seorang muslim. Dan selalu memohon agar Tuhan tidak akan memalingkan saya hingga akhir hayat nanti :) .

Akhlak itu tidak kalah pentingnya dengan akidah. Kalau Anda berdakwah dengan mengatakan babi haram, ini itu adalah konspirasi, menolak nasi kotak hasil acara paskah terang-terangan di media sosial, memasang status publik tentang haramnya mengucapkan ucapan Natal dan mengutuk muslim lain yang tetap melumrahkan ucapan tersebut, apa iya mereka akan berbondong-bondong mengakui kebesaran keyakinan Anda?

Satu lagi dari Cak Nun yang mungkin bisa jadi bahan renungan, “Tuhan yang tahu akidahmu. Masyarakat butuh akhlakmu.”

Tugas kita sesungguhnya bukanlah untuk membawa seluruh umat manusia untuk bersyahadat bersama dalam satu bendera penafsiran yang sama (Sunni? Syiah? Wahabi? Salafi?). Tapi untuk menunjukkan (bukan menghakimi apalagi mengancam) bahwa : Islam = rahmatan lil aalamin.

Bahkan rasulullah pun menekankan dirinya HANYA sebagai PEMBAWA PERINGATAN dan PENJELASAN. Bukan pemegang daftar siapa yang masuk surga siapa yang masuk neraka, kan?

Katakanlah, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku bagi kalian hanyalah pembawa peringatan dan penjelasan.” (QS. al-Hajj [22]: 49).

Alquran, adalah petunjuk dan rahmat. Bukan untuk mengancam-ancam orang yang tidak sepaham.

Maksudnya apa? Renungkan sendiri :) .

Semoga bertahun-tahun setelah tahun 2010, saat penelitian “How Islamic are Islamic Countries?” digelar kembali, jajaran negara-negara muslim bisa bertengger di peringkat 10 besar. Amin :) .

***

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Keislaman Indonesia

Oleh Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Sebuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan……….(selengkapnya baca Harian Kompas, Sabtu 5 November 2011, halaman 6)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mobil Terbang Komersial Pertama Di Dunia, mungkinkah ini cara lain mengatasi kemacetan?

Mobil Terbang Putih Biru Tahun 2012 bakal menjadi awal dimulainya teknologi mobil terbang. Terrafugia, produsen otomotif asal Amerika Serikat, menyatakan siap untuk memasarkan mobil terbang yang diberi nama Transition ke seluruh dunia. Terrafugia yang dalam bahasa latin berarti “kabur dari daratan” sudah mencapai persiapan akhir untuk memulai proses komersialisasi mobil terbang mereka.

Mobil canggih yang dirancang untuk dua penumpang ini akan menjadi mobil terbang komersial pertama di dunia. Setelah Amerika Serikat, mobil terbang ini rencananya akan dipasarkan di Eropa, India, Brazil, dan China. Meski belum resmi dipasarkan, Transition sudah dipesan oleh 100 orang dengan harga per unit US$ 279.000 atau sekitar Rp2,4 miliar.

Mobil Terbang Merah

Transition dilengkapi baling-baling di bagian belakang dan sayap di kedua sisi badan mobil. Desainnya yang unik dan ramping membuat mobil ini tetap bisa masuk ke garasi rumah.

Mobil Terbang Putih

Untuk mengubahnya dari mobil menjadi pesawat ringan, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik. Tenaga pendorongnya berasal dari mesin bensin biasa yang bisa diisi di SPBU biasa pula. Transition memiliki kecepatan maksimal hingga 185 km/jam, dengan konsumsi BBM 18,9 km/liter.

Mobil Terbang Konten

Tes terbang perdana Transition dilakukan pada pada Maret 2009 dan berjalan sesuai rencana. Terrafugia telah mendapatkan izin dari National Highway Traffic Safety Administration agar mobilnya bisa terbang di udara dari jalanan Amerika pada bulan Juli 2011.

Tulisan di atas saya baca dari kolompemuda.com. Saya kira penemuan teknologi di atas adalah cara lain mengatasi kemacetan di jalan raya. Tapi tentu saja harus dibarengi regulasi yang ketat dalam hal aturan lalu-lintas, terutama di negara kita tercinta ini. Saya lalu ingat waktu saya kuliah di UGM Tahun 1999. Waktu itu, Dosen saya memberikan Majalah yang membahas “Ramalan Teknologi Masa Depan” untuk didiskusikan. Dalam majalah itu dibahas bahwa Teknologi yang akan melampaui ramalan adalah teknologi internet, sedangkan teknologi yang sulit dicapai karena alasan bisnis dan keamanan (termasuk keamanan lalu-lintas udara) adalah teknologi mobil jet terbang. Nah, mari kita lihat ke depan apakah teknologi ini akan berjaya? terutama di negara yang masih sulit disiplin/tertib.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Steve Jobs: Untaian Kata-Kata Bijak Seorang Jenius

Tulisan ini saya baca dari Kolom Pemuda .Com. Mungkin mahasiswa lain juga perlu membaca ini.

Kita semua tahu siapa pendiri perusahaan Apple, dialah Steve Jobs sang fenomenal, dan berkat kecerdasan yang ia miliki, internet sekarang ada dalam genggaman kita. Sebuah terobosan terbesar abad ini yang menjadikan dunia semakin penuh warna.

Namun kecerdasan Steve Jobs tak hanya sebatas kungkungan koridor teknologi. Pikiran-pikiran jeniusnya juga terpajang dalam untaian kata yang terukir indah dalam ingatan.

Berikut beberapa untaian kata-kata bijak Steve Jobs yang masih menggema meski ia tak lagi ada di dunia ini:

“Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut”

“Kamu harus berkerja lebih keras untuk menjernihkan pikiran dan menghasilkan kesederhanaan”

“Jadilah tolok ukur kualitas”

“Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menetap. Seperti dengan semua masalah hati, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya”

“Anda tahu, kita tidak tumbuh dari sebagian besar makanan yang kita makan. Kami memakai pakaian yang dibuat orang lain. Kami berbicara bahasa yang dikembangkan orang lain. Kami menggunakan matematika yang juga dikembangkan orang lain. Maksudku, kita terus-menerus mengambil banyak hal. Rasanya senang untuk menciptakan sesuatu yang menempatkan kembali pengalaman di kolam pengetahuan”

“Kami pikir pada dasarnya Anda menonton televisi untuk menyuruh otak Anda pergi, dan Anda bekerja di komputer bila Anda ingin mengaktifkan otak Anda kembali”

“Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup. Jangan terperangkap dengan dogma, yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan pendapat lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi”

Sebenarnya, masih banyak lagi untaian kata-kata bijak Steve Jobs ‘sang fenomenal’ yang mampu membangkitkan semangat untuk terus maju dan maju. So, mohon dilengkapi jika Anda mengetahuinya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Teknologi DVD

Seberapa banyak koleksi DVD film Anda? Pernahkah terbersit niat mengamati DVD yang kita punyai? Bagaimana mungkin selembar cakram tipis tersebut dapat menayangkan gambar bergerak sebegitu jernihnya, dengan suara begitu menggelegarnya dan kadang mampu menampung beberapa judul film sekaligus. Artikel ini mengajak kita kembali ke masa awal berkembangnya teknologi DVD serta melongok bagaimana prospeknnya di masa mendatang di tengah maraknya teknologi USB Flashdisk sebagai media penyimpan data.

Pada dasarnya, CD (compact disc) merupakan media untuk penyimpanan data digital. Teknologi ini memang praktis baik dari segi biaya maupun penyimpanannya karena keping CD hanya beukuran diameter 12 cm dan tebal 1 mm.

Teknologi CD yang berkembang membuka generasi baru media cakram yaitu Digital Versatile Disc, atau yang lebih dikenal dengan DVD. DVD merupakan salah satu bentuk teknologi media optical disc seperti CD dan Laser Disc (LD) yang digunakan untuk storage data. Teknologi ini sudah merambah ranah teknologi media sejak beberapa waktu lalu. Bedanya dengan CD, DVD mampu menyimpan data dengan kapasitas lebih besar. Walaupun dewasa ini kita telah akrab dengan USB Flashdisk sebagai media penyimpanan data, tidak ada salahnya kita mengetahui seluk beluk teknologi ini karena keping DVD masih banyak digunakan sebagai media penyimpan data, terutama dipergunakan sebagai back up data-data penting.

Sekeping DVD-ROM umumnya mampu menampung data hingga 4,7 Gb (giga byte) atau tujuh kali lebih banyak daripada sekeping CD-ROM. Sebuah DVD teknologi terbaru saja dapat menyimpan data di kedua sisinya. Plus, di setiap sisi dapat diisi dua layer (lapisan) data. Bahkan DVD Double Side Dual Layer – mampu menyimpan data hingga 17 Gb.

Teknologi DVD bermula pada tahun 1996 saat sepuluh perusahaan besar bersepakat mengembangkan teknologi ini. Ada nama Pioneer, Philips, JVC serta Time Warner. Time Warner – satu dari perusahaan besar film tertarik mengembangkannya karena pada waktu itu memang terpikir sebuah ide untuk menghasilkan format baru dalam menikmati film.

Beberapa waktu kemudian,teknologi DVD diminati pula oleh industri komputer karena keunggulannya melebihi format CD, terutama kapasitas storage-nya yang lebih besar. Selain itu, teknologi DVD juga memiliki kompabilitas dengan teknologi sebelumnya sehingga DVD-ROM drive mampu membaca keping CD-R maupun CD-RW.

Prinsip kerja DVD relatif hampir sama dengan CD. Data diukir pada permukaan kepingan yang membentuk pit (alur) tertentu dan dapat dibaca dengan menggunakan tembakan sinar laser. Ukuran pit pada DVD lebih sempit daripada pit pada CD sehingga DVD mampu menyimpan data lebih banyak dibandingkan CD. Panjang minimum pit pada CD ialah 0,834 – 0,97 mikrometer, sedangkan pada DVD 0,4 mikrometer. Sementara, jarak antar pit pada CD 1,6 mikrometer, sedangkan pada DVD 0,74 mikrometer.

DVD pada awalnya menggunakan sistem kompresi MPEG 2 untuk menganalisis data dan mengkompresi redundant (data sinyal video yang berulang-ulang) yang ada sehingga memberikan kualitas gambar yang prima. Selain itu DVD mengadopsi teknologi Dolby Stereo AC-3 yang mampu menghasilkan 5-8 kanal suara.

Standar DVD pada mulanya disebut DVD-R yang hanya mampu ditulisi satu kali (write-once) dan mampu menyimpan 3,95 Gb data. Lalu, kemampuan simpan tersebut meningkat menjadi 4,7 Gb. Format DVD-R mempunyai dua tipe yaitu DVD-R untuk general use dan DVD-R untuk authoring.

Michael Gowan dalam artikelnya di PCWorld.com (2000) membagi dua format DVD yaitu DVD-Video atau DVD untuk film dan DVD-ROM untuk storage data.

Ada tiga standar DVD lainnya yang banyak digunakan yaitu DVD-RAM, DVD-RW dan DVD+RW. DVD-RAM tampil dalam bentuk berbeda karena menggunakan cartridge yang berfungsi melindungi DVD-RAM. Dua keping DVD dua sisi dikemas dalam satu cartridge. Mulanya cartridge tidak dapat dilepaskan dari kepingan DVD-RAM, namun produk pengembangannya menyediakan kepingan tanpa cartridge sehingga satu keping DVD-RAM dapat dijalankan tersendiri pada DVD-ROM drive. Sayangnya, hanya sedikit DVD-ROM drive yang bisa melakukannya.

Meski demikian, DVD-RAM menjadi media yang handal. Selain dapat menyimpan hingga 9,4 Gb data, format DVD-RAM bisa ditulis ulang sampai 100.000 kali. Keunggulan lainnya data baru pun dapat ditimpakan ke data yang telah ada tanpa menghapus data tersebut sehingga lebih efisien. Kekurangannya terletak pada sifatnya yang paling tidak kompatibel karena hanya bisa dibaca pada drive DVD-RAM dan beberapa produk DVD-ROM dan DVD-player. Selain itu sebuah DVD-RAM drive tidak dapat membaca media CD-R/RW.

Sementara itu, adanya standar DVD-RW dan DVD+RW sebenarnya cukup membingungkan karena sebenarnya dasar teknologi diantara keduanya tidak banyak berbeda, demikian ulasan Infokomputer edisi Oktober 2001.

Baik DVD-RW dan DVD+RW dapat menyimpan data hingga 5 Gb. Kedua format ini masih dapat dibaca oleh sebagian besar DVD player dan DVD-ROM. Pada masa awal perkembangannya, pihak produsen masih mempertimbangkan apakah standar DVD-RW atau DVD+RW yang kelak akan digunakan. Ini menjadi keraguan tentang perkembangan penggunaan DVD oleh beberapa pengamat teknologi media karena adanya perseteruan antar produsen DVD-RW dan DVD+RW.

Namun, perseteruan tersebut agaknya tidak menjadi masalah karena beberapa waktu kemudian bermunculan DVD drive yang mampu membaca dua format baik DVD-RW maupun DVD+RW.

DVD: Teknologi yang terus berkembang
Sejumlah produsen CD-ROM drive sudah menghentikan produksinya dan sudah intensif memproduksi DVD-ROM drive. Gowan dalam artikelnya di PCWorld.com berani meramalkan kelak DVD-RAM-lah yang akan menggantikan media CD-RW.

Namun, teknologi DVD tidak lantas berhenti begitu saja. Pengembangan terus dilakukan dengan adanya pengembangan teknologi high-definition DVD. Spesies yang pertama yaitu HD-DVD-9 atau cukup disebut HD-9, yaitu DVD-9 Dual Layer berformat MPEG-4 dan kecepatan transfer daya yang lebih tinggi. Lalu ada DVD Blu-Ray dimana sebuah DVD mampu menyimpan 23 hingga 27 Gb data setiap layer-nya. Kabarnya tipe ini akan diintensifkan untuk penggunaan rumah tangga (consumer). Serta teknologi DVD yang menggunakan laser biru dengan kapasitas storage data 15 Gb per layer.

Penulis: Gatot Tri R.

Daftar Bacaan
Buku
Baert, Luc (editor), Luc Theunissen, Guido Vergult. Digital Audio and Compact Disc Technology. 2nd Ed., Oxfoed: Newnes, 1994.

Artikel Media Cetak
CD-RW atau DVD-RAM ? Infokomputer edisi Oktober 2001, hlm. 87.
DVD Rewriteable. Infokomputer edisi Oktober 2002, hlm. 112.
DVD-RAM: Besar dan Segera Datang. Infokomputer edisi Agustus 2000, hlm. 105.
DVD-ROM: Drive Berputar Makin Cepat. Infokomputer edisi Agustus 2000, hlm. 104-105.
Memahami Teknologi DVD. Infokomputer edisi Juni 2002, hlm. 61.
Perebutan Standar R-DVD Kembali Seru. Infokomputer edisi Oktober 2001, hlm. 86.

Sumber Di Internet

DVD Frequently Asked Questions (and Answers). www.dvddemystified.com, ditelusur tahun 2002.

Gowan, Michael. How It Works: DVD. www.pcworld.com, 2000, ditelusur 2002.

http://baca-rasa-makna.blogspot.com, ditelusur 2011

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Teknologi Komputer Multimedia

Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Jizba, 2003:1). Selain itu definisi multimedia menurut sumber lain adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi (Wikipedia, 2007).

Pengertian lain dari multimedia; yaitu dengan menempatkannya dalam konteks seperti yang dilakukan oleh (Hofstetter, 2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, yang berinteraksi dengan user. Kedua, harus ada link yang menghubungkan user dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu user menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada user untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide user sendiri

Komputer Multimedia atau yang biasa disebut dengan MPC (Multimedia Personal Computer) merupakan standar sistem komputer yang menyediakan fasilitas multimedia. Sesuai dengan namanya, multimedia, sistem komputer tersebut harus mampu mengontrol pemakaian dari beberapa media sehingga memenuhi kriteria penyajian tampilan gambar dan suara yang memadai.

Standar MPC pertama meliputi peralatan CD-ROM dengan kemampuan audio, digital audio, midi synthesizer, dan VGA (Virtual Graphics Array). Adapun konsorsium pembentuk standar MPC tersebut ialah Microsoft Corp, Philips, Tandy, dan Zenith. Pada Personal Computer, standar tersebut berupa IBM PS2 dengan Microsoft Windows 3.1. Pada Apple Computer, standar tersebut berupa MacIntosh dengan Quick Time.

Dengan adanya teknologi komputer multimedia, akses suatu referensi melalui CD-ROM menjadi lebih mudah dan cepat. Salah satu contohnya, ialah ensiklopedia yang disimpan pada media CD-ROM dari Grolier Encyclopedia yang diperkenalkan pada tahun 1993. Microsoft Corp juga mengeluarkan ensiklopedi dan referensi informasi yang bernama Microsoft Encarta dan Microsoft Bookshelf pada tahun 1996.

Salah satu contoh sistem komputer multimedia pertama, yaitu Tandy 4033LX. Pada sistem komputer berprosesor 80386 – 33MHz tersebut terdapat Tandy CD ROM, Creative Labs SoundBlaster Pro, 4MB RAM (Random Access Memory), Fixed disk berkapasitas 100 MB, dengan Paradise VGA dengan memori 512 KB. Standar MPC pertama diperbaharui dengan standar MPC 2 yang dibentuk oleh konsorsium dari perusahaan indutri komputer. Adapun standar MPC 2 berupa sistem komputer dengan prosesor 80484SX-25, 8 MB RAM, VGA (card dan monitor), CD-ROM berkecepatan 2x (2 x 150 KB/s).

Pada saat ini, standar MPC telah berubah. Ini disebabkan begitu banyaknya teknologi baru yang muncul setelah standar MPC 2 diperkenalkan. Pada saat ini, sistem komputer yang berdiri sendiri (standalone PC) telah mampu berkomunikasi ke dunia luar melalui jaringan Internet. Demikian pula pada teknologi komputer saat ini yang telah meningkat jauh dalam kecepatan prosesnya. Dengan adanya sistem komputer multimedia, perkembangan dunia pendidikan dan hiburan menjadi lebih maju. Dengan komputer multimedia, belajar dapat lebih menyenangkan karena dapat dikemas dalam bentuk hiburan. misalnya saja pejelasan anatomi tubuh, ketrampilan olahraga atau cara belajar komputer maupun matematika. Dengan menambahkan VHX (Video Highway Xtreme) card, komputer multimedia dapat memberikan fasilitas akses siaran radio dan televisi sehingga komputer dapat menjadi sumber informasi baru yang dapat dinikmati sambil bekerja

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Nuklir, Biang Energi juga Momok Penghancur

Nuklir, Biang Energi juga Momok Penghancur

TEKNOLOGI nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom. Teknologi nuklir sudah diterapkan pada berbagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir. Dalam perkembangannya, teknologi ini menjelma sebagai salah satu biang energi, juga sebagai alat pemusnah paling andal.

int

PAPARAN RADIASI. Ledakan Canopus ini diabadikan 3 Juli 1970,
oleh seorang tentara Perancis di sebuah tempat bernama Fangataufa.
Kekuatan ledakannya mencapai 914 kt.

Semua diawali ketika Henri Becquerel di tahun 1896 meneliti fenomena fosforesensi pada garam uranium. Ia menemukan sesuatu yang akhirnya disebut dengan radioaktivitas. Ia, bersama Pierre Curie, dan Marie Curie mulai meneliti fenomena ini. Dalam prosesnya, mereka mengisolasi unsur radium yang sangat radioaktif.     Mereka menemukan bahwa material radioaktif memproduksi gelombang yang intens, yang mereka namai dengan alfa, beta, dan gamma. Beberapa jenis radiasi yang mereka temukan mampu menembus berbagai material dan semuanya dapat menyebabkan kerusakan. Seluruh peneliti radioaktivitas pada masa itu menderita luka bakar akibat radiasi, yang mirip dengan luka bakar akibat sinar matahari, dan hanya sedikit yang memikirkan hal itu.

Fenomena baru mengenai radioaktivitas diketahui sejak adanya paten di dunia kedokteran yang melibatkan radioaktivitas. Secara perlahan, diketahui bahwa radiasi yang diproduksi oleh peluruhan radioaktif adalah radiasi terionisasi. Banyak peneliti radioaktif di masa lalu mati karena kanker sebagai hasil dari terpapar terhadap radioaktif. Paten kedokteran mengenai radioaktif kebanyakan telah terhapus, namun aplikasi lain yang melibatkan material radioaktif masih ada, seperti penggunaan garam radium untuk membuat benda-benda yang berkilau.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Masalah Pengunaan “Decimal Symbol” pada Pengolahan Nilai US dan UN SD/MI/SDLB

Hari Rabu Siang Tgl 13 April 2011 saat saya lagi asyik memantau proses Ujian Online Mahasiswa saya melalui http://elearning.unm.ac.id di Kantor ICT Center UNM, tiba-tiba datang 3 orang Guru dari Kabupaten Gowa untuk mendiskusikan masalah  pada file Format Pengolahan Nilai Ujian Sekolah (US)  dan Ujian Nasional (UN) menggunakan exel, yang diperoleh dari kantor dinasnya. Intinya mereka kebingungan karena saat mereka mengisi nilai dan memprosesnya berdasarkan rumus yang telah terpasang, yang muncul adalah nilai desimal dengan tanda titik (.) bukan koma (,).  Sementara itu mereka sudah harus segera menyetorkan nilai muridnya yang akan mengikuti US dan UN. Format Pengolahan Nilai US dan UN SD/MI/SDLB Tahun 2010 dapat didownload disini FORMAT Pengolahan Nilai US dan UN SD/MI/SDLB.

Solusinya sebenarnya sederhana (Guru tersebut Laptopnya pakai SO Windows XP), yakni:

  1. Klik Start -Control Panel – Regional and Language Options
  2. Pada Bagian Regional Options, Klik Customize
  3. Pada Bagian “Decimal Symbol” Ubah Tanda Titik (.) yang kebetulan lagi tersetting seperti itu di komputernya menjadi Tanda Koma (,).
  4. Klik OK, maka masalah sudah teratasi.

Mungkin ini memang terasa sangat mudah, tapi bagi kebanyakan Guru/Kepala Sekolah SD sakarang, saya yakin masih banyak yang belum tau cara mengatasinya. Karena yang mereka terima hanya File Format Penilaian tersebut dan tidak ada panduan jika terjadi situasi seperti diatas.

Dari temuan permasalahan diatas, saya lalu berfikir bahwa kadang kala memang kita dalam memberikan pekerjaan kepada orang lain entah itu kepada bawahan, murid/mahasiswa, dll, bahwa masalah sederhana seperti itu pasti mereka bisa atasi sendiri. Nyatanya masalah tetap timbul. Ini menjadi perhatian kita bahwa menyertakan panduan lengkap tetap harus diperlukan untuk memastikan sekecil apapun masalah itu tidak akan  pernah terjadi karena panduannya sudah ada.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pembuktian Teori Relativitas Einstein Menggunakan Pensil

Dari http://www.fisikanet.lipi.go.id/http://www.fisikanet.lipi.go.id/Albert Einstein, Paul Dirac, dan peletak dasar fisika lainnya mungkin menggunakan pensil untuk menuliskan teori relativitas dan mekanika kuantum. Baru-baru ini, para peneliti berhasil membuktikan teori tersebut juga menggunakan pensil – meskipun dalam bentuk yang lain.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment