BELAJAR KEJUJURAN DARI SEORANG PEMULUNG

Tulisan ini saya buat dan posting di blog ini, sambil menunggu waktu pencoblosan untuk memilih wakil-wakil kita di DPR Tgl 09 April 2014. Semoga yang terpilih memiliki tabiat seperti kisah berikut ini.
Tadi malam kami sekeluarga mendapat pelajaran besar tentang makna suatu kejujuran. Seperti biasanya anak saya (Indah 11 Thn), setiap Hari Selasa, Kamis, dan Sabtu Jam 17.30 s/d 20.00 wita ikut bimbingan belajar di salah satu tempat bimbingan belajar di Jl. Alauddin Makassar. Selasa Tgl 08 April 2012 Jam 19.00 sepulang dari mengajar di Salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, saya singgah di tempat bimbingan belajar tersebut untuk menunggu dan menjemput anak saya Indah. Setelah parkir mobil di seberang jalan, saya bersiap menyeberang jalan ke tempat bimbingan tersebut. Seperti biasanya, sangat susah menyeberang jalan raya di Kota Makassar karena kurangnya kesadaran pengendara memberi kesempatan menyeberang jalan.
Setelah sampai ditempat bimbingan, saya terkejut melihat anak saya masih ada di ruang tunggu dan menangis. Setelah dia melihat ayahnya, dia segera menghampiri dan mengadukan bahwa Hp-nya yang disimpan di kantong samping jaketnya, hilang tadi saat Jam Istirahat dan pergi berbelanja di Indomaret yg berdampingan dengan tempat bimbingannya. Salah seorang karyawan tempat bimbingan tersebut, menjelaskan bahwa dia sudah berusaha membantu mencari di sekitar tempat belanja anak saya tadi, tapi HP tersebut tidak ditemukan. Saya bilang, sudahlah mau diapa lagi kalau sudah hilang. Sekarang masuk kembali belajar, begitu kata saya kepada anak saya. Anak sayapun berjalan masuk kembali di ruang belajarnya sambil membasuh air matanya. Saya lalu melanjutkan ngobrol-ngobrol dengan salah seorang karyawan tadi, sambil menunggu jam pulang (Jam 08.00 wita).
Setelah anak saya keluar dari ruang belajarnya, kami pun langsung menuju mobil dan pulang ke rumah. Sampai di rumah kami menceritakan hal ini kepada Ibu anak saya. Ibu anak saya berinisiatif mencoba menghubungi nomor HP anak saya yang hilang tadi. Ternyata ada nada pertanda HP tersebut bisa dihubungi, tapi tidak diangkat. Kemudian Istri saya mengirim SMS ke HP tersebut dengan meminta kesadaran orang yang mendapatkan HP tadi. Tidak lama kemudian HP istri saya bunyi dan ternyata telepon dari HP yang hilang tadi. Orang tersebut menjelaskan bahwa dia mendapatkan HP tersebut disekitar tempat parkiran Indomaret yang saya sebutkan di atas. Kami pun janjian ketemu tidak jauh dari tempat bimbingan anak saya tersebut. Kami pun segera berangkat dari rumah menuju Jalan Sultan Alauddin tempat orang yang menemukan HP anak saya tersebut menunggu.
Alangkah terkejutnya saya dan Istri, ketika sudah ketemu orang tersebut. Dia ternyata seorang pemulung dan sedang duduk disamping gerobaknya menunggu kami. Dia menceritakan bahwa dia memang selalu singgah dihalaman tempat bimbingan anak saya itu untuk memungut sampah plastik yang dibuang sembarangan anak-anak. “Disitulah saya menemukan HP ini”, sambil menyerahkan HP itu kepada kami. Dia juga menjelaskan bahwa kartu HP anak saya dia keluarkan dan pindahkan ke Hp-nya agar bisa menghubungi nomor istri saya, karena HP anak saya itu terkunci. Saya lalu berujar kepadanya terimakasih dan bilang hal ini luar biasa bagi kami karena anda telah mengajarkan kepada kami makna kejujuran yang sekarang ini sudah sulit didapatkan terutama di kota-kota besar. Saya lalu memberikan sesuatu pertanda terimakasih atas kejujurannya. Pelajaran yang kami peroleh dari kisah ini adalah lebih mudah mendapatkan kejujuran dari orang-orang sederhana seperti ini. Yang saya sesalkan adalah kami lupa berfoto bersama pemulung tadi dengan background gerobaknya, sehingga bisa diupload di blog ini. Semoga kami bisa ketemu lagi saat dia singgah ditempat bimbingan anak saya memungut sampah plastik lagi.

This entry was posted in Blog, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>