MODEL BIROKRASI DAN TIPE REFORMASI ADMINISTRASI

Tugas kita sekarang ialah mengaitkan tipe reformasi dengan model birokrasi di negara-negara sedang berkembang. Marilah kita melihat setiap model birokrasi negara-negara sedang berkembang di atas untuk memastikan tindakan apa yang dibutuhkan dalam arti peran administratif dari agen penyesuaian atau perubahan.

Reformasi administrasi dibutuhkan pada birokrasi tertutup

Dalam situasi pembangunan, struktur birokrasi tertutup perlu dibuka akibat adanya tuntutan perubahan-perubahan yang melekat di dalamnya. Instrumen yang paling tepat untuk maksud tersebut adalah melalui penciptaan program-program dan organisasi baru. Terlihat bahwa, pengurangan program dan organisasi kelihatannya memberi kontribusi bagi perubahan, namun kenyataan hidup birokrasi menunjukkan hal yang sebaliknya. Ketika birokrasi tertutup dikurang maka justru unsur-unsurnya yang paling fleksibel akan hilang dan birokrasi menjadi kaku dan tertutup. Hal dimaksud sering terjadi manakala negara-negara sedang berkembang mencoba mengintrodusir skema pengurangan (retrenchment scheme) dengan nama reformasi administrasi. Biasanya unsur-unsur yang lebih reformis justru dihilangkan.

Reformasi yang tepat bagi birokrasi tertututp dalam situasi pembangunan secara potensial bersifat programatis. Kemudian, ketika pemerintah mengeluarkan program paling substantif di bidangnya seperti pertanian, pendidikan, pembangunan masyarakat, pekerjaan umum, dsb., maka mobilisasi bagian-bagian substansial dari sumber daya manusia dan keuangan akan membelokkan struktur dan prosedur organisasi untuk melaksanakan proyek tersebut, di mana hal itu sendiri merupakan bentuk reformasi utama administrasi. Sejumlah administrator terbaik yang dimiliki dilibatkan di dalamnya. Darah baru diperkenalkan di dalam birokrasi agar program yang dicanangkan berhasil dan sejumlah tenaga teknik dan profesional dilibatkan. Yang sering terjadi adalah para birokrat profesional tidak memahami bahwa program-program baru itu ada pada fungsi yang lebih tepat; mereka sesungguhnya jauh dari program itu dan resisten secara sembunyi-sembunyi. Reformasi jenis ini sering terlihat pada sektor-sektor birokrasi pemerintahan tertentu. Misalnya, di India di mana birokrasi tertutup berlaku, dan pengembangan sejumlah korporate publik telah menyebabkan negara tersebut bergerak ke arah birokrasi campuran.

Konsep administrasi publik (negara) yang diperkenalkan di negara-negara sedang berkembang pada seperempat abad tidak begitu membantu. Pemikiran administrasi negara yang terfokus pada POSDCORB secara mendasar merupakan konsep berorientasi metode. Hal ini secara paten relevan dengan masyarakat industri dalam mana norma efisiensi siap dikembangkan, sehingga norma tersebut dapat ditransfer dari industri ke dalam pemerintahan tanpa melewati sejumlah rintangan budaya. Namun, pada masyarakat sedang berkembang yang baru saja mulai bangkit dari tradisi agrikultural, pemerintahnya diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam bekerja melalui instrumen organisasi administratif, sehingga lebih memberi contoh mengenai program-program kerja dari pada metode kerja. Metode-metode kerja tertentu hanya relevan setelah semangat kerja ditanamkan. Pertanyaan mengenai apa adalah pertanyaan yang terpenting di negara-negara yang baru berkembang; dan pertanyaan mengenai bagaimana akan menyusul kemudian.

Di Brasil, pengalaman Administrative Department of Public Service (DASP) sejak tahun 1940-an merupakan contoh klasik mengenai perkenalan reformasi pengendalian kepegawaian dan manajemen yang ketat melalui model manajerial staf yang terpusat setelah rekomendasi dari the Brown-low Committee Report of the United States. Di Fhilipina, Skema Klasifikasi Upah dan Kedudukan pada akhir tahun 1950-an merupakan contoh lain mengenai reformasi yang dilakukan – waktu itu dari negara (bagian) California. Pengalaman terkini di India dengan model All-India Administrative Reform Commission setelah the Hoover Commission of the US adalah sangat mengesankan dalam cakupan dan antusiasmenya, namun waktu terlalu singkat untuk melakukan evaluasi yang sungguh-sungguh. Di Korea, ada beberapa reformasi berorientasi metode yang dilakukan dalam bidang penganggaran pada tahun 1950-an tidak menunjukkan keberhasilan yang spektakuler. Hal itu memang tidak terjadi sampai dilakukan perubahan administrative berorientasi program yang diperkenalkan dan mulai mencapai hasil yang mengesankan pada awal tahun 1960-an. Program baru dan luas sangat membutuhkan reformasi administrasi. Misalnya, sistem pengujian layanan sipil (kepegawaian negeri) tradisional lebih diperlunak dengan mengizinkan 2000 alumni perguruan tinggi untuk masuk dalam birokrasi guna melakukan konstruksi pekerjaan baru yang penting. Pada contoh lain, organisasi-organisasi baru diciptakan untuk menekan proyek-proyek pertanian dan industri baru. Lebih dari itu, skema pembangunan metropolitan spektakuler telah dilaksanakan di Seoul dengan cara menerobos sejumlah aturan penganggaran dan keuangan. Pada keseluruhan perubahan yang dilakukan, tipe reformasi administrasi berorientasi metode tradisional jarang digunakan. Minimal, tipe reformasi organisasi Hoover menganggap bahwa Komisi Penelitian Penyempurnaan Administrasi tidak banyak memberikan kontribusi yang nyata. Skema klasifikasi kedududukan yang diperkenalkan oleh agen kepegawaian dan manajemen pusat pun tidak membuahkan banyak hasil. Namun, sebagai norma baru yang diciptakan melalui perluasan program-program baru yang dibuat maka pemahaman rasionalitas dan efisiensi muncul di antara para penyelenggara program utama pembangunan, termasuk kepemimpinan politik. Konsekuensinya adalah, kesadaran pada metode baru muncul setelah adanya tekanan dari awal. Rangkaian waktu dalam hal ini adalah sangat penting.

Reformasi administrasi diperlukan bagi birokrasi campuran

Sejumlah birokrasi negara-negara sedang berkembang secara gradual menjadi kurang tertutup, namun tidak sepenuhnya terbuka; dan agaknya meningkat menjadi birokrasi campuran.

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes