Proyeksi & Prospek

Proyeksi Calon Mahasiswa

Salah satu indikator kelayakan pendirian Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) dapat dilihat dari besarnya jumlah peminat calon mahasiswa. Untuk memproyeksikan calon peminat pada Prodi DKV FSD ada tiga rasionalisasi secara kuantitatif prospek yang digunakan, yaitu calon mahasiswa yang tidak tertampung pada Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM setiap tahunnya, calon mahasiswa yang tidak tertampung dari keseluruhan pendaftar di UNM Makassar tiap tahunnya dan proyeksi salah satu hasil penelitian tentang ”Prospek Pendidikan Tinggi Desain di Sulawesi Selatan”.

Prospek Calon Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Seni Rupa

Data pendaftar pada Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM Makassar untuk empat tahun terakhir rata-rata sebanyak 192 calon mahasiswa tiap tahunnya, yang dapat ditampung rata-rata sebanyak 94 orang atau hanya 48%. Oleh karena itu, masih terdapat sebanyak 98 orang atau 52% yang belum dapat ditampung setiap tahunnya. Dari sisa pendaftar yang tidak tertampung pada Prodi Pendidikan Seni Rupa inilah yang dapat diproyeksikan dapat mendaftar pada Prodi DKV, karena Prodi Pendidikan Seni Rupa merupakan prodi yang lebih relevan/sesuai dengan Prodi Desain Komunikasi Visual. Adapun gambaran calon mahasiswa empat tahun terakhir pada Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.1

Gambaran Peminat Calon Mahasiswa Pada Prodi Pendidikan Seni Rupa         FSD UNM Empat Tahun Terakhir

No. Tahun Penerimaan Calon Mahasiswa
Pendaftar Tertampung Ditolak
1. 2005/2006 104 44 60
2. 2006/2007 125 50 75
3. 2007/2008 204 80 124
4. 2008/2009 338 203 135
Jumlah 771 377 394

Sumber: Subag Registrasi dan Statistik BAAK UNM Makassar,  2008.

Prospek Calon Mahasiswa dari Pendaftar di UNM

Peminat yang juga diprediksikan cukup besar untuk masuk pada Prodi DKV adalah calon peminat mahasiswa yang tidak tertampung pada prodi-prodi lain (selain Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD) tetapi dalam lingkup universitas, yaitu calon atau pendaftar yang tidak tertampung masuk di UNM, karena daya tampung prodi-prodi juga terbatas. Gambaran keseluruhan jumlah calon mahasiswa mendaftar di UNM untuk 4 tahun terakhir rata-rata 21.144 calon mahasiswa dan yang diterima rata-rata 3.838 atau hanya tertampung 18,15%. Sedangkan yang tidak tertampung sebanyak rata-rata tiap tahunnya sebanyak 17.306 atau 81,85% calon mahasiswa. Dari jumlah besar calon mahasiswa yang tidak tertampung masuk di UNM inilah yang akan diprediksikan sebagai calon yang akan masuk pada Prodi DKV FSD UNM bila dibuka.

Tabel 1.2

Gambaran Pendaftar Calon Mahasiswa dengan Daya Tampung/Terserap dari Keseluruhan Program Studi  di UNM

No. Tahun Penerimaan Keadaan Peminat Masuk di UNM (S1)
Jumlah Prodi Pendaftar Tertam-pung Tidak Tertampung
1. 2005/2006 53 9.293 2.901 6.392
2. 2006/2007 54 19.883 2.455 17.428
3. 2007/2008 54 25.940 5.039 20.901
4. 2008/2009 56 29.459 4.956 24.503
Jumlah = 84.575 15.351 69.224

Sumber: Subag Registrasi dan Statistik BAAK UNM Makassar,  2008.

Prospek Calon Mahasiswa dari Analisis Penelitian

Data tentang peminat calon mahasiswa terhadap pendidikan tinggi desain,  yakni dari data peminat siswa SLTA (SMA dan SMK) di Sulawesi Selatan (kini Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) rata-rata 2 orang/sekolah, dengan jumlah SMA dan SMK sebanyak 726 (belum termasuk MA atau sederajat lainnya) maka diasumsikan terdapat 1452 orang peminat (Alimuddin; Prospek Pendidikan Tinggi Desain di Sulawesi Selatan, Tesis S2 ITB, 2001: 55). Kini di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat jumlah SMA, SMK, dan MA atau sedarajat lainnya sebanyak 1032 (Buku Panduan Peserta SNMPTN – 2008, Wilayah Timur). Jika diprediksikan rata-rata 1 orang/sekolah saja dengan asumsi Prodi Desain Komunikasi Visual FSD UNM tersosialisasi dengan baik ke sekolah-sekolah di wilayah ini, maka perkiraan peminat sebanyak + 1174 orang dan ditambah dengan + 10%  dari provinsi lain di luar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (hasil pemantauan Jurusan Seni Rupa FSD UNM rata-rata peminat calon mahasiswa dari 4 tahun terakhir pada Prodi Pendidikan Seni Rupa dan Sendaratasik dari luar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yaitu rata-rata + 10%). Sehingga diprediksikan potensi calon peminat mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual FSD UNM bila dibuka + 1191 orang tiap tahunnya. Adapun analisis calon peminat pada Prodi DKV FSD UNM dapat dipredikasi sebagaimana yang digambarkan pada tabel berikut.

Tabel 1.3

Proyeksi Peminat/Calon Mahasiswa Tiap Tahunnya

Pada Prodi Desain Komunikasi Visual

No. Wilayah/Provinsi Jumlah Sekolah/Persentase Perkiraan Peminat
1. Sulawesi Selatan 1032 1032
2. Sulawesi Barat 142 142
J u m l a h = 1174
3. Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan 10% 117
T o t a l = 1191

Sumber:  Analisis dan Proyeksi dari Hasil Penelitian Alimuddin, 2001: Prospek Pendidikan Desain di Sulawesi Selatan, PPs S2 Desain ITB Bandung.

Mengacu dari proyeksi peminat atau calon mahasiswa dari ketiga prospek tersebut di atas, maka sudah sangat layak untuk membuka Prodi Desain Komunikasi Visual di FSD UNM Makassar, sebagai salah satu jalur pendidikan atau disiplin ilmu yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama di kawasan timur Indonesia saat ini.

Kebutuhan Lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual

Lapangan kerja bagi lulusan desain komunikasi visual dapat tersebar ke pelbagai sektor usaha baik pada industri manufaktur dan bidang jasa, perusahaan sektor grafika dan periklanan dengan media elektronik, dan perusahaan percetakan penerbitan dan instansi pemerintah. Pada perusahaan-perusahan manufaktur lulusan desain komunikasi visual ditempatkan di bagian promosi dan produksi untuk mendesain kemasan, brosur, dan lain-lain; di perusahaan-perusahaan grafika dan periklanan adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga desain komunikasi visual untuk memperoduksi iklan, bisnis hiburan dan multimedia (TV media, production house dan web/internet design); dan di perusahaan-perusahaan penerbitan dan percetakan. Demikian pula pada instansi pemerintah, lulusan desain komunikasi visual dapat ditempatkan pada job widya suara atau tenaga penyuluh dan bagian promosi pada dinas perindustrian dan perdagangan. Peran yang begitu besar dari tenaga ahli desain komunikasi visual sebagai perancang lay out dan grafik produk media cetak menjadikan kebutuhan yang sangat mendesak pada perusahaan-perusahaan di bidang ini.

Dewasa ini di Selawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia pada umumnya, tenaga ahli desian komunikasi visual di perusahaan-perusahaan dominan diisi oleh praktisi-praktis non kependidikan formal, pengetahuan dan keterampilannya kurang mendukung bagi perkembangan sehingga berdampak pada kinerja perusahaan yang tidak profesional terutama dalam produk-produk komunikasi visual yang disuguhkan. Hal tersebut, teridikasi dalam tahun-tahun terakhir ini banyak iklan lowongan pekerjaan di media cetak yang membutuhkan tenaga kerja berpendidikan desain komunikasi visual untuk jabatan-jabatan manager produksi iklan dan staf produksi.

Sebagai pendukung dalam melihat kebutuhan lulusan Desain Komunikasi Visual berikut ini, yaitu dengan adanya bidang usaha pelbagai sektor di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya atau kawasan timur Indonesia, profesi/jabatan dan persentase daya serap sektor-sektor usaha tersebut dari keseluruhan lulusan yang dapat dijadikan sebagai acuan masukan, antara lain :

Tabel 1.4

Profesi/jabatan dan Persentase Daya Serap Pada Sektor-sektor Usaha di Kawasan Timur Indonesia

No Sektor Usaha/Instansi Bidang/Bagian Pekerjaan % Daya Serap
1. Periklanan
  • Visualizer
  • Computer Graphic Artist
  • Art Director
  • Associate Creative Director
40 %
2. Publikasi/Grafika
  • Illustrator
  • Art Designer
  • Creative Staff
30 %
3. Hiburan/Penyiaran dan Multimedia
  • Graphic Designer
  • Illustrator
  • Web Designer
  • Computer Graphic Artist
  • Animator
5 %
4. Manufaktur/Jasa lainnya
  • Creative Staff
  • Promotion Staff
  • Visual Merchandizer
15 %
5. Lembaga Pemerintahan
  • Widya Suara
  • Penyuluh
  • Staf Promosi
10 %

Sumber: Dinas Tenaga Kerja Propinsi Sulawesi Selatan, 2008

Disamping itu, penciptaan lapangan kerja baru dengan semangat jiwa kemandirian, kewirausahaan (enterpreneur-ship) yang dapat dibuka sendiri oleh lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual secara profesional, antara lain: Biro Konsultan Desain; Wadah Pelatihan Program Desain, Biro tata letak dan lay out; Biro Percetakan, Biro Komunikasi Visual, Wadah Pelatihan Fotografi, Biro Audio-Visual. Bidang-bidang tersebut cukup laris dan dibutuhkan akhir-akhir ini dalam dunia politik, ekonomi, hukum dan sosial serta bidang kehidupan lain, demikian majunya sehingga menuntut adanya berbagai disiplin ilmu sebagai media yang dapat menyampaikan ekspresi, keinginan, gagasan, publikasi kepada masyarakat umum. Sebagai contoh fasilitas yang terkait dengan dunia desain komunikasi visual di kota Makassar saat ini adalah:

Tabel 1.5

Perusahaan dan Industri yang terkait dengan Desain Komunikasi Visual

di Kota Makassar

No. Nama Perusahaan Bidang Usaha
1. Televisi Republik Indonesia (TVRI)

Sulawesi Selatan

Pertelevisian
2. Fajar TV Pertelevisian
3. Makassar TV Pertelevisian
4. Nas’ Consulting Art Konsultan Desain
5. Somba Opu Souvenir Shop (art shop) Dealer /desainer Cendramata etnik
6. Irama Tara Record Studio Rekaman
7. Multisentra Corp. Web. House
8. Media Aditama Graphics Multimedia Design
9. CV Cipta Kreasi Utama Souvenirs, Manufactures
10. CV Kaminang Jaya Desain, Souvenir
11. Jong Java Electronik-Design Automation
12. Astra Graphia Tbk Percetakan
13. CV Rasma Agung Percetakan,Konsultan Desain
14. Takma Advertising indoor & Outdoor
15. Bintang Mandiri Printing and design

Sumber: Yellow Pages, Makassar 2007-2008

Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa jumlah fasilitas, institusi dan perusahaan yang bergerak dibidang jasa yang terkait erat dengan bidang ilmu desain komunikasi visual di  Kota Makassar cukup  banyak. Dengan demikian kesempatan untuk menggeluti dan berkarya desain komunikasi visual sangat terbuka, sehingga tenaga-tenaga ahli bidang desain komunikasi visual yang dibutuhkan di daerah ini tidak perlu didatangkan lagi dari luar Sulawesi Selatan.

Fakta bahwa di Sulawesi Selatan dalam beberapa dekade terakhir tenaga desain komunikasi visual selama ini selalu didatangkan dari Pulau Jawa. Selain itu, dalam hal produk, tidak sedikit anggota masyarakat dari kawasan timur Indonesia, terpaksa mencari/memesan barang, fasilitas, aktivitas seni di pulau Jawa hanya untuk memenuhi selera seni yang tidak ada di kawasan timur. Karena itu, daya serap lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual cukup memiliki prospek yang signifikan dalam kerangka membangun kawasan timur Indonesia yang berpusat di Kota Makassar.

Berdasarkan gambaran-gambaran pasar kerja bagi lulusan desain komunikasi visual tersebut di atas, maka lulusan ini menjadi amat penting untuk segera diselenggarakan. Sebagai gambaran kebutuhan lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual untuk daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat sebagaimana sebaran persentase pada tabel 1.4 di atas sesuai bidang usaha dan prediksi daerah lainnya di kawasan timur Indonesia untuk 1 – 10 tahun ke depan, maka dibutuhkan + 2629 orang, jadi rata-rata tiap tahunnya 263 orang. Adapun distribusi prediksi kebutuhan tenaga desain komunikasi visual pada tiap kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan propinsi-propisi lainnya di kawasan timur Indonesia untuk 1 s/d 10 tahun ke depan dapat dilihat pada tebel berikut.

Tabel 1.6

Perusahaan, Institusi atau Instansi yang Membutuhkan Tenaga Desain Komunikasi Visual di Sulawesi Selatan dan Sekitarnya

(1 – 10 Tahun Ke depan)

No. Daerah Kota/Kab./ Propinsi Kebutuhan Tenaga/Orang pada Sektor Usaha/Instansi )* Jum-lah
Perik-lanan Publik-asi/Gra-fika Penyi-aran/Multimedia Manu-faktur /Jasa lainnya Inst. Peme-rin-tahan
1. Kota Makassar 104 96 5 17 5 217
2. Kab. Maros 67 59 - 11 3 140
3. Kab. Pangkep 36 27 - 5 2 70
4. Kab. Barru 23 19 - 3 2 47
5. Kota Pare-pare 56 43 1 7 4 111
6. Kab. Pinrang 27 25 - 4 2 58
7. Kab. Enrekang 19 17 - 2 2 40
8. Kab. Tator 22 23 - 6 2 53
9. Kab. Luwu 15 13 - 2 2 32
10. Kota Palopo 43 35 1 4 3 86
11. Kab. Lutra 14 11 - 3 2 30
12. Kab. Lutim 12 9 - 2 2 25
13. Kab. Wajo 23 21 - 5 2 51
14. Kab. Bone 32 30 - 9 2 73
15. Kab. Soppeng 15 13 - 4 2 34
16. Kab. Sinjai 14 11 - 2 2 29
17. Kab. Bulukumba 17 13 - 3 2 35
18. Kab. Selayar 9 8 - 3 2 22
19. Kab. Bantaeng 12 9 - 4 2 27
20. Kab. Jeneponto 11 8 - 2 2 23
21. Kab. Takalar 24 19 - 5 2 50
22. Kab. Gowa 58 49 - 7 2 116
23. Prop. Sulawesi Barat 89 73 1 13 5 181
24. Prop. Sulawesi Tenggara 120 110 2 25 20 267
25. Prop. Sulawesi Tengah 100 90 1 20 15 226
26. Prop. Gorontalo 57 49 1 10 10 127
27. Prop. Nusa Tenggara Barat 60 50 1 10 10 131
28. Prop. Maluku Utara 25 20 1 5 5 46
29. Prop. Maluku Selatan 30 25 1 5 5 66
30. Prop. Papua 25 20 1 5 5 56
31. Prop. Kalimantan Timur 30 25 3 5 10 73
32. Prop. Kalimantan Selatan 35 30 2 10 10 87
T o t a l    = 2629

Catatan: )* Data tahun 2008 dan ditambah prediksi rata-rata/tahun kebutuhan tenaga DKV 10 tahun ke depan (untuk Propinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat).

Untuk Propinsi lainnya (di KTI) diprediksi minimal antara 10% s/d 20% dari kebutuhan tenaga DKV di Propinsi Sulawesi Selatan dan Barat.

Keberlanjutan Program (Suistainability)

Hal-hal yang berkenaan dengan keberlanjutan program Prodi Desain Komunikasi Visual FSD UNM Makassar, yakni:

Peminat

Dari perkiraan sumber masukan yang tersaji pada Tabel 1.2 dan Tabel 1.3, maka diduga tidak akan kekurangan peminat atau peserta. Berdasarkan animo calon yang ingin masuk di UNM cukup besar dan daya tampung yang sangat terbatas, maka sebagai alternatif pilihan adalah Prodi Desain Komunikasi Visual yang kini belum ada di kawasan timur Indonesia. Prodi Desain Komunikasi Visual juga merupakan program studi sebagai penyalur minat/bakat di bidang seni, karena itu dapat menjadi daya tarik tersendiri. Hal lain yang mendorong peminat adalah kebutuhan tenaga desainer bidang desain komunikasi visual sangat dibutuhkan pada pasar kerja.

Pasar Tenaga Kerja

Seperti yang dipahamin bahwa tenaga terdidik secara formal dapat bekerja secara sistematis dan profesional, sehingga lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual dengan kualifikasi S1 kehadirannya sangat dibutuhkan. Kemudian, tingginya perhatian pemerintah terhadap bidang pendidikan dan kondisi kehidupan masyarakat yang menyadari peran dan fungsi serta, pentingnya pendidikan desainer, merupakan peluang positif Prodi Desain Komunikasi Visual FSD UNM Makassar untuk mempersiapkan tenaga terdidik yang profesional dalam bidang pendidikan desain komunikasi visual yang berkualifikasi sarjana. Misalnya, di Kota Makassar kini perusahaan-perusahaan dan institusi pelatihan dan instasi membutuhkan tenaga kerja dan pelatih profesional dalam bidang desain komunikasi visual yang berkualifikasi pendidikan S1. Hal yang sama pada kota-kota provinsi Kawasan Timur Indonesia, tentunya membutuhkan tenaga kerja pula sekalipun dalam jumlah yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>