up+grade+yourself+++

up+your+skill+self+++

bersama-sama kita kembangkan ilmu desain

DI INDONESIA TIMUR….

…………..jangan mki sungkan KLIK MKA nah……..


Posted in Tak Berkategori | 1 Comment

Seleksi Portofolio SNMPTN 2013

Seleksi Menggunakan Portofolio SNMPTN 2013
Latar Belakang
Sistem penerimaan mahasiswa baru PTN 2013 menggunakan 3 pola seleksi:
  • Seleksi dengan ujian (SBMPTN), yaitu pola seleksi tertulis + uji keterampilan (sama seperti seleksi jalur tulis SNMPTN 2012), dengan alokasi sebanyak-banyaknya 30% kuota jumlah calon mahasiswa per prodi.
  • Seleksi tanpa ujian (SNMPTN), yaitu pola seleksi tanpa tes (sama seperti seleksi jalur Undangan SNMPTN 2012), dengan alokasi sekurang-kurangnya 50% kuota jumlah calon mahasiswa per prodi.
  • Seleksi Mandiri, dengan alokasi sebanyak-banyaknya 20% kuota jumlah calon mahasiswa per prodi. Continue reading
Posted in ARTIKEL DESAIN | 1 Comment

29 Ways to Stay Creative (Infographic)

29 Ways to Stay Creative (Infographic)

The need to create a simple and educational tool that will help inspire people or motivate them to explore their creativity brought to the forefront. The “29 Ways To Stay Creative” infographic illustrates the creative process and methods to keep a person moving forward and motivated to keep doing more.
  • This humble piece of work is repurposed from various online sources and experts to whom we show our gratitude for their contributions.
Posted in ARTIKEL DESAIN | Leave a comment

Standar Harga Jasa Desain Grafis Profesional

Standar Harga Jasa Desain Grafis Profesional

By Lizard Wijanarko on August 14, 2012

294

Share

Berapa standar harga jasa desain grafis profesional yg ideal ? ato berapa sih standar harga ideal jasa desain grafis profesional itu ? Standar harga jasa desain grafis profesional masih merupakan misteri, mari kita bongkar sedikit demi sedikit. Buat Anda yang suka mengerjakan proyek desain secara freelance atau memang sedang menjalankan rutinitas pekerjaan freelance desain, dan masih baru sekali alias newbie, mungkin ingin tau berapa standar harga yang sepantasnya ditetapkan pada saat kita dapetin custommer atau klien. Ideal berarti tidak terlalu mahal dan juga gak terlalu murah. Sedang-sedang saja.

Mungkin Anda akan tertarik juga dengan :
1.Pekerjaan Desain Grafis di Internet
2.Proses Kreatif Desain
3.Mengapa Jasa Desainer Grafis Tidak Murah
4.Tips Cara Daftar Paypal Aman
5.Pekerjaan Desain Grafis di Internet

Masalah harga dari dulu sampai sekarang menjadi misteri. Betapa tidak, setiap orang punya keahlian masing-masing sekaligus penawaran yang bermacam-macam pula. Ada yang sangat ahli dan profesional dalam bidangnya. Tentu akan berbeda dengan harga yang akan ditawarkan oleh desainer newbie yang belum dikenal dan kurang dipercaya. Tidak mungkin desain bagus dicapai dengan proses yang sederhana. Waktu pengerjaan akan bertambah dan wawasan si desainer juga cukup punya andil dalam hasil yang dicapai. Harga yang mahal akan sebanding dengan hasil desain yang didapatkan. Kami sangat yakin bahwa harga desain itu unik demikian pula hasil desain yang didapatkan. Ada yang sangat cocok dengan keinginan ada pula yang hanya beberapa brief saja yang dibuat. Ini semua berkaitan dengan kredibilitas, kemampuan dan jam terbang.

Hal yang mempengaruhi harga desain:

1. Proses desain.
2. Indeks / standar harga per jam kerja.
3. Investasi
4. Awwards, jam terbang, pengalaman, deadline, jumlah pemesanan, antrian pekerjaan sementara tidak dimasukkan karena bersifat personal.

I. Apa saja proses desain itu

Dulu kami pernah mengulas tentang mengapa jasa desain grafis tidak murah dan rumus harga desain yang dipakai sebagi patokan dasar dalam menentukan berapa harga desainer profesional dan ahli. Ternyata itu belum cukup jitu untuk menjawab pertanyaan dibalik misteri pricing. OKe. Kita akan bahas dulu proses desain sehingga kita tahu seberapa rumit pekerjaan seorang desainer.

Tidak seperti bentuk seni terapan lainnya, desain grafis tidak hanya tentang mengambil kertas dan pena seketika itu pula membiarkan ide mengalir seenaknya saja. Seorang desainer grafis berfungsi untuk membantu mengkomunikasikan antara keinginan klien ( pengusaha atau perusahaan ) dan calon konsumen. Dapat pula desainer menjadi jembatan penting untuk dapat menceritakan keinginan si penjual ke para calon pelanggan dalam bentuk media grafis. Sampai-sampai dikatakan bahwa tidak adanya desainer grafis yang handal akan dapat menghilangkan potensi besar dalam penjualan. Marketing sangat terbantu adanya desainer grafis. Alat bantu penjualan semakin lengkap dan memudahkan kinerja marketing.

Anda bisa bayangkan jika brosur yang dibuat tanpa adanya desainer grafis. Plain, tak teratur, tidak enak dilihat, jelek dan biasa-biasa saja. Padahal brosur adalah alat penting untuk menginformasikan adanya poduk Anda sekaligus mengantarkan pesan Anda tentang profil produk. Para pelanggan yang melihat brosurnya saja jelek bisa-bisa mengartikan produk Anda juga jelek. Sebuah penelitian mengatakan bahwa 30% otak manusia dalam menentukan sesuatu berdasarkan penglihatannya.

If brain space indicates the importance of a sense, then vision is the most important. Roughly 30 percent of neurons in the brain’s cortex are devoted to vision, compared with 8 percent for touch, and 2 percent for hearing. via natgeo

1. Analisa Brief
Analisa brief adalah sistematisasi proses desain grafis yang digunakan untuk memahami keinginan klien. Seringkali disini dilakukan tanya jawab. Semakin Anda membuka pikiran untuk menjelaskan kebutuhan si desainer semakin desain Anda akan mendapatkan hasil maksimal. Jangan pernah menutup-nutupi hal penting yang berhubungan dengan fact produk / perusahaan Anda. Semakin lengkap semakin bagus. Mulai dari persyaratan teknis, target pemirsa, anggaran dan tenggat waktu, profile produk / perusahaan, dan sebagainya.

2. Brainstroming
Brainstorming dalam sistematisasi proses desain grafis dipakai sebagai manifestasi brief yang dimaksudkan untuk mendefinisikan kebutuhan desain. Pada proses ini seringkali digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan yang berada diluar brief namun masih berhubungan.

Penelitian singkat juga dilakukan. Seperti desain, campaign, sistem dari kompetitor, tren desain, isu terkait, penggalian inspirasi, dan serangkaian fakta terkait brief. Itu semua dipelajari untuk mengetahui bagaimana desain harus dibuat. Banyak pula profesional desainer meyakini bahwa dengan langsung bekerja setelah semua detil diterima tidak menghasilkan hasil yang terbaik. Sebaliknya, Anda mungkin memerlukan waktu sesaat untuk menemukan ide kreatif dan inspirasi.

Scoope of work dan room for improvement benar-benar digali untuk menciptakan hasil projek desain yang pas sesuai brief. Brainstorming merupakan proses mengambil inspirasi dan merancangnya kedalam bentuk yang dapat dimasukkan ke dalam desain.

3. Proses Kreatif
Dilakukan langsung setelah mendapatkan inspirasi dari proses brainstorming. Hasil proses keratif ini bisa berupa konsep, sistem, dan metodologi.

4. Draft
Draft adalah proses desain yang digunakan untuk mencitrakan secara kasar (menggambar) hasil proses kreatif.

5. Pembuatan desain
Dalam tahap ini hasil draft yang sudah disetujui akan dibuatkan desainnya secara lebih bagus dan terlihat lebih hidup. kalau kami mngartikan ini adalah menjadikan file digital dan fine art.

6. Revisi
Dilakukan oleh pihak klien (pemesan desain) untuk melihat apakah desain yang dibuat telah sesuai dengan keinginan dan jati diri perusahaan. Proses revisi bisa dilakukan diantara proses kreatif pada point 3 sampai hasil jadi alias final artwork.

7. Final artwork / readi to print
Dipakai untuk menyiapkan kebutuhan percetakan. Seperti separasi, penentuan standar penggunaan desain, penulisan filosofi, pembuatan warna black and white, pemeriksaan cek warna desain yang sudah dipilih, cek kualitas foto2 yang digunakan, proses postcript file, proses ke PDF high quality, final print, pengiriman data ke klien.

Oke, setelah Anda tahu prosesnya yang sedemikain rumit dan kadang menghabiskan banyak waktu itu mari kita bahas seberapa pantas mereka, para desainer dibayar. Info harga jasa desainer pro ini akan bermanfaat buat Anda yang memang belum tau dan berminat menggunakan jasa desain grafis.

II. Indeks per jam kerja

Donni, adalah desainer yang baru lulus dari sekolah desian produk S1 di jakarta. Donni melamar pekerjaan desainer grafis disebuah agency ternama. Sebelumnya dia telah mengadakan penelitian sederhana tentang pekerjaan dan gaji desainer. Termasuk gaji UMR di Jakarta. Akhirnya dia tahu bahwa rata-rata gaji seorang desainer baru lulus adalah sekitar Rp. 2,5 sampai Rp. 5 jt.

Berapa index per jam kerja Donni? Kita anggap saja Donni menginginkan gaji 4 jt perbulan, maka:

Jam kerja: 8 jam / hari (minus istirahat)
Jumlah hari kerja sebulan: 24 hari. (bergantian sabtu kadang libur kadang tidak)

Jadi index per jam kerja Donni:
Rp. 4.000.000 / 8 / 24 = Rp. 20833,-
Kita bulatkan aja biar gampang: Rp. 21.000,-
Sehingga dapat ditulis indeks per jam Donni adalah Rp. 21.000,-

III. Investasi

Adalah keseluruhan alat dan pengeluaran terkait yang dapat mempengaruhi perkerjaan. Misal depresiasi penggunaan AC, Komputer, Telepon, Internet dan Listrik. Unuk kemudahan kita bulatkan saja atau dibuat bundle seharga Rp. 300.000,-

Suatu ketika Donni mendapatkan order desain logo. Klien pertamax nih, harus dipuasin nih, berharap order bakal berkelanjutan..(maunya… ha… ha… ) Sekedar informasi, profesional di sini bukan berarti ahli dan hebat, melainkan pekerjaan utama adalah desain untuk cari uang.

Lantas, Berapa harga desain Donni ?
1.Analisa brief 4 jam
2.Brainstorming 6 jam
3.Proses kreatif 5 jam
4.Draft 4 jam
5.Pembuatan desain 8 jam
6.Revisi 12 jam
7.Final artwork 14 jam
8.Total proses = 53 jam

Rumus indeks kerja x total proses kerja + investasi
jadi 21.000×53+300.000 = Rp. 1.413.000,-

Maka dapat dikatakan secara sederhana bahwa standar harga desain Donny adalah Rp. 1.413.000,-

Jangan lupa untuk juga membaca metode kedua yaitu cara menghitung harga karya desain. Kami sertakan juga file excel yang diarapkan dapat membantu para desainer dand pengusaha untuk menghitung harga jasa desain profesional yang ideal. Jangan lupa bahwa download apps tersebt Anda akan dimintai password, masukan “www.ahlidesain.com” tanpa tanda petik. Selamat berkarya dan bernegosiasi.
Download File
Download Apps Ahlidesain
Tolong bantu kami dalam rangka pembelajaran desain dengan cara menyebarkan artikel yang ada di website ilmu grafis desain ahlidesain.com ini melalui klik share facebook atau tweet twitter atau google plus .

Posted in ARTIKEL DESAIN | 3 Comments

Graphic Designers : Occupational Outlook Handbook

Summary

Graphic designers

Graphic designers create visual concepts to communicate ideas that inspire, inform, or captivate consumers.

What Graphic Designers Do

About this section

Graphic designers

Graphic designers create designs either by hand or using computer software packages.

Graphic designers create visual concepts, by hand or using computer software, to communicate ideas that inspire, inform, or captivate consumers. They help to make an organization recognizable by selecting color, images, or logo designs that represent a particular idea or identity to be used in advertising and promotions.

Duties

Graphic designers typically do the following:

  • Meet with clients or the art director to determine the scope of a project
  • Advise clients on strategies to reach a particular audience
  • Determine the message the design should portray
  • Create images that identify a product or convey a message
  • Develop graphics and visual or audio images for product illustrations, logos, and websites
  • Create designs either by hand or using computer software packages
  • Select colors, images, text style, and layout
  • Present the design to clients or the art director
  • Incorporate changes recommended by the clients into the final design
  • Review designs for errors before printing or publishing them

Graphic designers combine art and technology to communicate ideas through images and the layout of web screens and printed pages. They may use a variety of design elements to achieve artistic or decorative effects. They develop the overall layout and production design for advertisements, brochures, magazines, and corporate reports.

Graphic designers work with both text and images. They often select the type, font, size, color, and line length of headlines, headings, and text. Graphic designers also decide how images and text will go together on a page or screen, including how much space each will have. When using text in layouts, graphic designers collaborate closely with writers who choose the words and decide whether the words will be put into paragraphs, lists, or tables.

Graphic design is becoming increasingly important in the sales and marketing of products. Therefore, graphic designers, also referred to as graphic artists or communication designers, often work closely with people in advertising and promotions, public relations, and marketing.

Frequently, designers specialize in a particular category or type of client. For example, some create credits for motion pictures, while others work with print media and create signs or posters.

Graphic designers also need to keep up to date with the latest software and computer technologies to remain competitive.

Some individuals with a background in graphic designers teach in design schools, colleges, and universities. For more information, see the profile onpostsecondary teachers.

Work EnvironmentAbout this section

Graphic designers

Graphic designers generally work in a studio where they have access to drafting tables and computers.

Graphic designers held about 279,200 jobs in 2010. Graphic designers are most commonly employed in the following industries:

Specialized design services 9%
Newspaper, periodical, book, and directory publishers 9
Advertising, public relations, and related services 8
Printing and related support activities 6
Computer systems design and related services 3

Graphic designers generally work in studios where they have access to drafting tables, computers, and the software necessary to create their designs. Although many graphic designers work independently, those who work for specialized graphic design firms often work as part of a design team. Some designers telecommute. Many graphic designers collaborate with colleagues on projects or work with clients located around the world.

Work Schedules

Most graphic designers work full time, but schedules can vary depending on workload and deadlines.

In 2010, about 29 percent of graphic designers were self-employed. Graphic designers who are self-employed may need to adjust their workday to meet with clients in the evenings or on weekends. In addition, they may spend some of their time looking for new projects or competing with other designers for contracts.

How to Become a Graphic DesignerAbout this section

Graphic designers

Graphic designers should demonstrate their creativity and originality through a professional portfolio.

A bachelor’s degree in graphic design or a related field is usually required for jobs in this field. Candidates should demonstrate their creativity and originality through a professional portfolio that features their best designs.

Education

A bachelor’s degree in graphic design or a related field is usually required. However, those with a bachelor’s degree in another field may pursue technical training in graphic design to meet most hiring qualifications.

The National Association of Schools of Art and Design accredits about 300 postsecondary colleges, universities, and independent institutes with programs in art and design. Most schools include studio art, principles of design, computerized design, commercial graphics production, printing techniques, and website design. In addition, students should consider courses in writing, marketing, and business, all of which are useful in helping designers work effectively on project teams.

Many programs provide students with the opportunity to build a professional portfolio of their designs. This means collecting examples of their designs from classroom projects, internships, or other experiences. Students can use these examples of their work to demonstrate their design skills when applying for jobs and bidding on projects. A good portfolio often is the deciding factor in getting a job.

Students interested in graphic design programs should take basic art and design courses in high school, if the courses are available. Many bachelor’s degree programs require students to have had a year of basic art and design courses before being admitted to a formal degree program. Some schools require applicants to submit sketches and other examples of their artistic ability.

Graphic designers must keep up with new and updated computer graphics and design software, either on their own or through formal software training programs.

Advancement

Beginning graphic designers usually need 1 to 3 years of work experience before they can advance to higher positions. Experienced graphic designers may advance to chief designer, art or creative director, or other supervisory positions.

Important Qualities

Artistic ability. Graphic designers must be able to create designs that are artistically interesting and appealing to clients and consumers. They produce rough illustrations of design ideas, either by hand sketching or by using a computer program.

Communication skills. Graphic designers must communicate with clients, customers, and other designers to ensure that their designs accurately reflect the desired message and effectively express information.

Computer skills. Most graphic designers use specialized graphic design software to prepare their designs.

Creativity. Graphic designers must be able to think of new approaches to communicating ideas to consumers. They develop unique designs that convey a recognizable meaning on behalf of their clients.

Teamwork. Graphic designers often work on projects with other graphic designers and marketers, business analysts, writers, and programmers. They must collaborate to produce successful websites, publications, and other products.

Time-management skills. Graphic designers often work on multiple projects at the same time, each with a different deadline.

Posted in ARTIKEL DESAIN | Leave a comment

OUTCOMES PRODI DEKAVE

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

4 Pilar Pendidikan oleh UNESCO

Learning To Know

Learning To Do

Learning To Be

Learning To Living Together

Learrning Outcomes Pendidikan Lulusan Prodi

Memiliki keluasan pengetahuan (KNOWLEDGE)

Memiliki kemampuan keahlian (SKILL)

Memiliki

PENDIDIKAN (EDUCATION)>> USAHA MEMULIAKAN MANUSIA [PROSES & OUTCOMES]      <…. batasan “AKADEMIK”

PELATIHAN (TRAINING) >> MELATIH SESEORANG DALAM MEMEBERIKAN KEMAMPUAN TERTENTU DAN HASILNYA DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN [HASIL]                   <…….. batasan “VOKASI

TUJUAN PENDIDIKAN >> PERUBAHAN MUTU KEMANUSIAANNYA (optimum menurut kemampuan masing-masing) (DELTA)

.>>Belum Paham -> sangat mengerti

TUJUAN PELATIHAN >> PENCAPAIAN KEMAMPUAN 9ABILITY) DAN TANGGUNG JAWAB KERJA (RESPONSIBILITY), MENURUT STANDAR TERTENTU.

BAGAIMANA MENGELOLA MAHASISWA

HOW WE CAN CONTRIBUTE TO SAFE OUR WORLD?”

STUDENTS SAY: “DON’T PREPARE US FOR YOUR WORLD, PREPARE US FOR OURS”

KOMPETENSI ADALAH AKUMULASI KEMAMPUAN SESEORANG DALAM MELAKSANAKAN SUATU DESKRIPSI KERJA SECARA TERUKUR MELALUI ASESMEN YANG TERSTRUKTUR, MENCAKAPU ASPEK KEMANDIRIAN DAN TANGGUNG JAWAN INDIVIDU PADA BIDANG KERJANYA.

LEARNING OUTCOMES (CAPAIAN PEMBELAJARAN) ADALAH PROSES INTERNALISASI DAN AKUMULASI ILMU PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, SIKAP/AFEKSI, DAN KOMPETENSI YANG DICAPAI MELALUI PROSES PENDIDIKAN YANG TERSTRUKTUR DAN MENCAKUP SUATU BIDANG ILMU/KEAHLIAN TERTENTU ATAU MELALUI PENGALAMAN KERJA.

Posted in ARTIKEL DESAIN | Leave a comment

Kampus Penggerak Potensi Industri Kreatif

Pendahuluan

Kompetisi global dalam industri kreatif bukanlah permasalahan perseteruan antara ‘$’ (dollar) dengan ‘Rp.’ (rupiah), ataupun berbicara mengenai monopoli pemasaran dunia oleh negara-negara tertentu atau perusahaan-perusahaan tertentu yang menguasai komoditi tertentu. Melainkan pertarungan ‘ide’ vs ‘ide’, siapa yang mampu unggul dan mengungguli disebuah sektor maka dialah yang tampil sebagai pemenang, namun posisi tersebut tidaklah dapat berathan lama jika kreatifitas pengemasan paket produknya mampu diungguli oleh kompetitor lainnya.

Pertarungan ‘ide’ vs ‘ide’ saja dalam dunia industri ekonomi kreatif tidaklah cukup, sebab esensi pertarungan dalam ranah ekonomi kreatif menurut Howkins adalah “decision on ideas are more important than decision on interest rate”.

Industri kerajinan terbukti mampu melewati krisis ekonomi

Hirarki ekonomi tidak lagi dikuasai oleh kelompok tertentu yang berfungsi sebagai agen sebab dalam industri ekonomi kreatif, semua pelaku mampu memasarkan produk-produknya lagi tanpa melalui perantara (hirarki pemasaran).

Kemajuan teknologi dan semakin berkembangnya bakat-bakat tehnologi informasi di kampus-kampus menuntut pengembangan sektor ekonomi lain yang tidak hanya mengandalkan kekuatan komoditas.
Pelaku Ekonomi kreatif dapat mengubah nilai ekonomis suatu barang menjadi lebih mahal, karena adanya “brand”, kontrol kualitas yang ketat, dan pelayanan yang baik, yang dihasilkan.

Membangun kekuatan ekonomi kreatif membutuhkan gerak seluruh infrastruktur yang ada di berbagai sektor untuk dapat bersinergi bersama dalam mengembangkan ekonomi kreatif, selain pelaku ekonomi kreatif itu sendiri sebagai penyedia jasa, beberapa sektor pendorong lainnya juga memiliki peran strategis, seperti kampus, pemerintah daerah, dan media massa.

Peran pemerintah-pelaku industri-kampus memiliki kemampuan vital untuk menggerakkan potensi ekonomi kreatif dengan fungsinya sebagai fasilitator. Kampus berperan sebagai inkubator potensi-potensi pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah berfungsi sebagai buffer dengan sejumlah kebijakan terhadap upaya perlindungan hukum dan stimulator, serta pelaku-pelaku industri kreatif sebagai penggerak kegiatan industri ekonomi kreatif.kata dia, memiliki fungsi sebagai penerus informasi, baik untuk pelaku ekonomi kreatif atau sebagai penyampai kepada khalayak tentang keberadaan industri kreatif itu sendiri.

“Semua media massa dapat menjadi provokator dan pendorong yang maksimal untuk menggairahkan sektor ekonomi kreatif, termasuk ANTARA,” kata dia.

Sementara itu, bagi para pelaku ekonomi kreatif, dapat secara bersama-sama membentuk komunitas untuk saling bertukar informasi, sehingga tercipta diferensiasi agar pertumbuhan ekonomi kreatif dapat semakin bergairah.

“Berbicara tentang ekonomi kreatif artinya kita berbicara tentang diferensiasi, karena hal itulah yang menentukan harga jual dari sebuah produk ekonomi kreatif,” kata dia.

Wacana pengembangan sektor ekonomi kreatif itu muncul dalam wawancara eksklusif antara Dirut LKBN ANTARA, Ahmad Mukhlis Yusuf dengan Ekonom Universitas Lampung, Asrian Hendy Cahya, dalam perbincangan ekslusif yang direkam untuk program TV lokal di Lampung, Tegar TV.

Wacana itu timbul, menurut dia, karena sebagai sebuah negara agraris, Indonesia tidak cukup hanya mengembangkan sektor ekonomi makro, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

“Ada banyak bakat ekonomi kreatif di kampus-kampus, dan para generasi muda yang `melek` teknologi, dan mereka dapat menjadi kekuatan-kekuatan baru ekonomi Indonesia dengan menambahkan `sesuatu` pada komoditas yang kita hasilkan,” kata dia.

Kampus sebagai Inkubator Industri Kreatif

Sejak tahun 2008 pemerintah mulai menerapkan kebijakan menjadikan kampus sebagai ruang pembinaan kewirausahaan mahasiswa diberbagai kampus-kampus di seluruh Indonesia. Namun menilik dari hasil yang diperoleh justru kebijakan ini terlihat hanya sebagai sebuah obyek proyekan sehingga hasil yang dituai tidak sesuai apa yang diharapkan. Berangkat dari kenyataan yang ada pemerintah tetap memiliki keyakinan bahwa mahasiswa harus dididik sebagai Job Creator bukan sebagai Job Seeker, sehingga berdampak langsung pada upaya pemerintah mengurangi angka pengangguran yang setiap tahunnya mengalami pertumbuhan.

Kenyataan yang tampak adalah pertumbuhan mahasiswa pengusaha justru tumbuh pesat diluar wilayah kampus dengan tingkat kemandirian 100 persen dalam hal ini mereka tumbuh tanpa campur tangan pemerintah. Mereka tumbuh dari kluster-kluster dan latar ekonomi yang beragam, mulai dari trend-trend komunitas kreatif dengan semangat Do It Yourself (D.I.Y): ada yang star-upnya dari tren anak muda kota yang mandiri sekedar ingin menambah penghasilan, ada kluster yang secara total ingin terlepas dari meringankan suplai kebutuhan dari orang tua hingga yang murni hanya iseng berangkat dari hobi menjadi serius.

Referensi :

http://www.indonesia.go.id/id/index.php/index.php?option=com_content&task=view&id=10610&Itemid=693

http://ekonomikreatif.blogspot.com/

Posted in ARTIKEL DESAIN | Leave a comment

HASIL PEMBAHASAN UJIAN KETERAMPILAN SNMPTN 2012

Hasil pembahasan awal Instruksi Kerja Uji Keterampilan SNMPTN Bidang Seni Rupa dan Desain

Bertempat di Hotel UNY Yogyakarta pada tanggal 25-26 Februari 2012.

Pembukaan Rapat Pembahasan Instruksi Kerja Uji Keterampilan SNMPTN 2012 di Hotel YNY Yogyakarta 25-26 Februari 2012

Hasil pembahasan secara garis besar terdiri dari sbb:

Prosedur:

  • Uji keterampilan/kemampuan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juni 2012 (setelah ujian tulis SNMPTN)
  • Peserta ujian diwajibkan membayar uang uji keterampilan (Rp. 150.000/uji keterampilan dalam satu program studi)
  • Peserta uji keterampilan wajib melakukan daftar ulang dengan membawa kartu peserta ujian SNMPTN dan membawa surat keterangan tidak buta warna dari dokter spesialis mata (kecuali PTN yang dipilih melaksanakan sendiri tes buta warna)
  • Daftar peserta resmi uji keterampilan harus di unduh oleh PANLOK dari laman SNPTN 2012

Perguruan Tinggi Penyelenggara

Daftar PTN penyelenggara uji keterampilan secara lengkap dapat dilihat pada daftar Program Studi di laman SNMPTN 2012. Peserta dapat mengikuti ujian di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terdekat yang memiliki program studi yang dipilih.

Materi dan Prosedur Uji Keterampilan

Materi Tes : Uji keterampilan bidang Seni Rupa dan Desain terdiri dari Tes Menggambar dan Tes Pengetahuan & Wawasan Seni

    • Tes Menggambar : Terdiri dari dua jenis tes menggambar, yakni:
      • Tes Gambar Bentuk (Menggambar I)
      • Tes Gambar Ekspresi (Menggambar II)

Kriteria Penilaian:

      • Penilaian tes menggambar menggunakan kriterian berdasarkan aspek Intelektualitas-Kreativitas-Estetis-Teknis (IKET)
      • Aspek IKET dinilai secara menyeluruh, tidak parsial dan dengan bobot yang sesuai dari masing-masing aspek.
      • Skala nilai yang digunakan adalah 0 – 100
    • Materi Tes Pengetahuan dan Wawasan Seni : dilakukan untuk menelusuri wawasan, pemahaman dan minat peserta untuk mengikuti pendidikan di bidang seni rupa dan desain. Materi test dipilih satu diantara berupa tes potensi kreatif (psiko-test) atau tes pengetahuan tentang bidang seni rupa.(dalam bentuk tertulis atau wawancara)
Bersama Bpk. Achmad Syarief, MSD., PhD (PD I FSRD ITB)

(post by dcy@2012)

Posted in Tak Berkategori | 1 Comment

VIDEO EDITING FOR WINDOWS

18 Software Video Editing Terbaik Untuk Windows (FREE)

Editing video kadang-kadang menjadi sangat memakan uang karena membutuhkan software editing video yang mahal, ruang disk yang besar dan komputer dengan kinerja grafis tinggi.

Dalam situasi ini, perangkat lunak editing video banyak datang dalam penyelamatan yang tersedia bagi Anda untuk free download.

Ya, ada banyak software video editing gratis yang tersedia di internet tetapi semuanya tidak baik untuk digunakan. Karena, saya banyak ke video editing karena kebutuhan profesional saya. Saya percaya bahwa saya dapat mengumpulkan beberapa software video editing terbaik yang dapat anda download segera dan gunakan untuk video editing. Software ini sebagian besar kompatibel dengan versi Windows dan memungkinkan Anda mengedit, pengkodean, menggabungkan atau split video, menambahkan efek khusus seperti efek 2D dan 3D, perangkat tambahan audio dan banyak lagi.

Ini dia 18 Software Video Editing Terbaik untuk Free Download. Dan jika Anda tahu ada software video editing lainnya, silakan saja untuk menambahkan link di bagian komentar di bawah ini. Continue reading

Posted in Tak Berkategori | Leave a comment

33 Cool Logo Design Inspiration You Should Check

Inspirasi desain 2011 desain logo.

source: www.youthedesigner.com

Logo menyenangkan tidaklah begitu sulit untuk disempurnakan. Tentunya hal ini menuntut waktu perencanaan dan konseptualisasi, setelah semua, logo dianggap telah mewakili merek secara efektif dan komunikatif pada waktu yang sama.  Pengerjaan logo umumnya memakan waktu yang agak lama dalam pengerjaannya, terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Logo sangat penting untuk branding dan pemasaran pada umumnya. Kadang-kadang, desainer dan seniman bahkan datang dengan monogram mereka sendiri dan logo untuk mewakili diri mereka sendiri atau perusahaan kreatif mereka!

Hal ini diperlukan bahwa logo yang mudah untuk dikenali dan berhubungan dengan merek atau organisasi yang mereka wakili. Desain logo Sangat membantu orang dan perusahaan  untuk dapat menonjol dari kompetisi. Bahkan, logo sangat penting sehingga banyak orang bergantung pada logo untuk memperkenalkan diri, mudah dikenali atau diidentifikasi bahkan dari jauh ketika logo kita diletakkan pada suatu tempat.

Mau tahu selanjutnya? klik aja di sini

Posted in ARTIKEL DESAIN | Leave a comment

APA ITU UNSUR PENILAIAN IKET?

Pada Ujian Masuk Seni Rupa dan Desain di ITB, sering kita dengar unsur penilaian haruslah memenuhi unsur IKET.

IKET merupakan singkatan dari I (Ide), K (Kreatifitas), E (Estetika), dan T (Teknik). Continue reading

Posted in Tak Berkategori | 8 Comments