APA ITU UNSUR PENILAIAN IKET?

Pada Ujian Masuk Seni Rupa dan Desain di ITB, sering kita dengar unsur penilaian haruslah memenuhi unsur IKET.

IKET merupakan singkatan dari I (Ide), K (Kreatifitas), E (Estetika), dan T (Teknik).

IDE: memiliki unsur penilaian dalam gambar, yakni:

  • Unsur informasi dalam gambar memenuhi kriteria: Apa/Siapa/Dimana/Kapan/Bagaimana (5 W)
  • Unsur orisinalitas gagasan, konsep, dan cerita yang dihadirkan dalam gambar, salah satunya adalah gambar memiliki skenario cerita yang menarik sehingga gambar memiliki kekuatan komunikasi visul dalam gambar tersebut.
  • Unsur menjawab soal yang menjadi pertanyaan dan menegaskan serta menegasikan focal point pada gambar tersebut.

Kreatifitas: adalah kemampuan dalam menggambar untuk menghadirkan penggambaran yang dramatis, kemampuan menghadirkan dinamika, kemampuan menghadirkan variant dan variasi tokoh dan karakter dalam gambar, serta kemampuan penyajian yang menarik dan memiliki nilai lebih (gambar tidak standar deh ya).

Estetika : adalah unsur keterpaduan seluruh unsur / elemen dan prinsip-prinsip visual yang dihadirkan dalam gambar.

Elemen yang dimaksud adalah :

1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle). Sementara pada kategori sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
2.1) Huruf (Character) yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang dapat digunakan untuk membentuk tulisan sebagai wakil dari bahasa verbal dengan bentuk visual langsung, seperti A, B, C, dsb.
2.2) Simbol (Symbol) yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang mewakili bentuk benda secara sederhana dan dapat dipahami secara umum sebagai simbol atau lambang untuk menggambarkan suatu bentuk benda nyata, misalnya gambar orang, bintang, matahari dalam bentuk sederhana (simbol), bukan dalam bentuk nyata (dengan detail).
2.3) Bentuk Nyata (Form) bentuk ini betul-betul mencerminkan kondisi fisik dari suatu obyek. Seperti gambar manusia secara detil, hewan atau benda lainnya.

3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, dan lain sebagainya.

4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai contoh, tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau paragraf. Tanpa ruang Anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substractive color) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.

Dengan menggunakan unsur-unsur desain tersebut, Anda akan membuat bentuk desain yang Anda inginkan. Tentunya supaya desain Anda dapat dilihat bagus (sesuai maksud dan tujuan Anda membuatnya), maka Anda harus mengenal unsur-unsur di atas secara baik.

Oleh karena dalam tes keterampilan gambar menggunakan pensil (H6 s.d. H2-HB-B2 s.d. B6), maka yang menjadi penilaian adalah kemampuan gradasi (mono tone).

Prinsip-prinsip Desain Grafis adalh sebagai berikut :

1. Kesederhanaan

Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja. Perhatikan gambar di bawah ini sebuah body text menggunakan huruf yang tergolong huruf hias.

2. Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal. Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi.

3. Kesatuan

Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi.

4. Penekanan (aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian, sehingga ia mau melihat dan mengamati bagian dalam penggambaran yang dimaksudkan (focal point) yang dimaksud. Hal ini akan mengesankan

5. Irama (repetisi)

Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama.

Pada tes keterampilan SNMPTN 2011 yang akan datang, test gambar akan diberikan pilihan oleh masing-masing penyelenggara untuk memilih antara menggambar life style berupa benda-benda geometrik atau menggambar ekpresif.

Meskipun test gambar kali sangat berbeda dengan sebelumnya, maka tantangan peserta ujian adalah kemampuan analisa visual terhadap obyek benda yang digambarkan berdasarkan letak peserta terhadap obyek gambar.

Beberapa contoh sebagai gambaran bagi adik-adik.

Menggambar bentuk benda (satu atau lebih yang akan diberikan oleh penguji)

Perhatikan teknik penggabaran kubus diatas

Menggambar Ekspresif

Gambar suasana diatas mendeskripsikan suasana apa?

Jika adik-adik mampu menangkap isi cerita yang dikomunikasikan melalui gamabr di atas, bearti adik-adik memiliki kemampuan visual yang menjadi standar kelulusan.

perhatikan gambar di atas

Nah, selamat belajar. Semoga sukses dan menjadi insan-insan “cerdas dan kreatif”.

(DC-DKVFSDUNM@ 2011)

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Spam Protection by WP-SpamFree