My Billah

Nama lengkap: Al-Rizki Billah Dhiyya’ul Ramadhani

Nama di akte lahir : Al-Rizki Billah DR

Tempat/Tanggal lahir: Makassar 10 September 2008

Waktu : 12.12 wita

Billah lahir bertepatan sang fajar berada di ubun-ubun selepas kumandang adzan dzuhur dan diterik siang pertengahan bulan ramadhan melalui operasi bedah sesar di RB. Dika jalan Sulawesi Makassar.  Air ketuban Billah pecah dan tumpah menjelang adzan Subuh di kota Parepare disebabkan posisi sungsang, akhirnya diputuskan untuk segera dilakukan persalinan operasi bedah sesar di Makassar untuk di tangani oleh dr. Tuti yang selama ini pula banyak mengetahui riwayat janin.

Pada hari ke-tujuh Billah di aqiqah bertempat di rumah Pung Alam BTP Blok K dihadiri keluarga, kerabat serta beberapa sahabat ayahnya Billah.  Ari-ari Billah ditanam dan diatasnya ditanam bunga kembang rejeki dengan harapan bahwa Billah senantiasa berlimpah rejeki dari Allah SWT sepanjang hidupnya.

Hari ke-8 Billah dibawa ke rumah kakek-neneknya di jalan Andi Mappatola No. 1A Kota Parepare hingga Billah berusia 2 bulan, selanjutnya di rumah kakek-neneknya di Camp Security Bungker G-18 Malili kabupaten Luwu Timur hingga usia Billah di bulan ke-5. Kemudian Billah ke Parepare selama sebulan sebelum ke Makassar hingga saat ini.

Ulang tahun pertama Billah kami rayakan berempat (saya, ibunya dan paman Ismannya) secara sederhana di KFC Makassar Town Square Tamalanrea. Tidak ada kue tart lengkap dengan lilinnya, hanya sejumlah pesanan paket disertai iringan doa buat Billah anak kami tercinta. Mewakili Billah, mamanya meniup api yang saya nyalakan menggunakan korek api saya bermerek M-2000 warna ungu (warna kesukaan mamanya Billah). Sekali pantik api menyala dan sekali hembusan api pun padam seiring lantunan doa-doa dan harapan buat Billah putri tercinta kami.

Sebenarnya acaranya telat disebabkan saya yang terlambat balik oleh kesibukan rutinitas kampus sebagai dosen muda di prodi dan fakultas baru di kota Makassar, mungkin di Indonesia timur. Motorpun kupacu berharap tidak membuat mereka bertiga yang sedari selepas Isya menungguku di pelataran rumah makan saji itu tanpa memulai pesanan, hanya menunggu dan berharap kehadiranku segera agar lapar tertahan dapat terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Spam Protection by WP-SpamFree