MK. Menggambar II

Mata Kuliah : Menggambar II

Prodi : Desain Komunikasi Visual

Kode MK. : H13C206

Semester: II

SKS : 3

Hari / Jam  / Ruangan :  Rabu / IV – VI / DI 106

Tugas :

I.   Perspektif Obyek Mobil (mahasiswa menggambar obyek mobil menggunakan teknik perspektif)

  • Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori gambar perspektif dengan melihat obyek langsung dan menggabarkannya.
  • Mahasiswa mampu menangkap realita obyek antara pengamatan langsung dengan hasil gambar terhadap efek distorsi pada gabar yang dihasilkan.
  • Mahasiswa mampu menarik garis khayal kepada titik hayal terhadap obyek, agar dapat menentukan dan menghasilkan gambar sesuai realita menggunakan teknik perspektif.

Contoh :

————————————————————————————————————————————————-

II. Perspektif Obyek Pilihan I (tiap mahasiswa mencari obyek menarik sesuai keinginannya)[untuk tgl: 31/03/10]

  • Mahasiswa mampu menggambarkan obyek dengan baik dan sedetail mungkin unsur-unsur garis khayal pembentuk benda.
  • Mahasiswa dituntut untuk dapat melibatkan unsur estetika dan teknik.

Contoh:


III. Perspektif Obyek Pilihan II (tiap mahasiswa mencari obyek menarik sesuai keinginannya)

  • Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan teknik perspektif pencahayaan : arah cahaya, jatuh bayangan dan pembelokan jatuh bayangan.
  • Mahasiswa diharapkan mampu dengan jeli mempertimbangkan berbagai penggunaan titik hilang antara obyek dan unsur pembentuk gelap terang (arah datang cahaya dan jatuh bayangan).

Contoh:

IV. Gambar Proyeksi

  • Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknik pencerminan
  • Mahasiswa diharapkan mampu mengenal dengan baik teori proyeksi orthogonal dan proyeksi aksonometri.
  • Mahasiswa diharapkan dapat mengenal proyeksi orthogonal Eropa dan Amerika
  • Mahasiswa diharapkan mampu mengenal dengan baik proyeksi aksonometri : Isometri, Dimetri, Trimetri.

Contoh:

l

Lalu ke proyeksi :

Contoh lain:

———————————————————————————————————————————————

V. Gambar Final : Mahasiswa mencari sendiri pilihan obyek/benda dengan tingkat kesulitan tinggi dan dijadikan

sebagai obyek tugas gambar kali ini.

  • Mahasiswa dituntut untuk dapat menggambarkan obyek, menggunakan semua unsur-unsur garis, gradasi, perspektif, teknik pencerminan, teknik arah datang cahaya, teknik jatuh bayangan serta mempertimbangkan unsur teknik proyeksi-proyeksi yang ada.

Contoh:

atau seperti……..

————————————————————————————————————————————————–

Download Materi Kuliah : Materi Diktat MK. Menggambar II (I)

Materi Diktat MK. Menggambar II (II)

Tautan link : isi-diktat-gambar-mistar

Belajar Lebih Ok DISINI

Metode Gambar Perspektif menggunakan metode ‘BOX’ (Kotak) …..KLIKMI INI E!

Perspektif Eye Bird View (satu titik hilang)

Perspektif Dua Titik Hilang

————————————————————————————————————————-

Links:

Prepare Your Project

Drafter Konvensional Vs Modern

Standarisasi Gmbar Teknik

Tipe Garis :

Etiket Gambar

Ukuran Etiket Gambar

Skala Gambar

Ukuran Kertas

Memahami Gambar Proyeksi

Memahami Gambar Teknik

Suplemen Ilmu Gambar

Belajar Memahami Konstruksi dan Struktur sebuah Obyek:

Learn to Draw
Whatever You Want

How to Draw Horses the Easy Way

How To Draw Animals Section

MENGGUNAKAN TEKNIK CAT AIR

TEKNIK MENGARSIR

Kata proyeksi secara umum berarti bayangan. Gambar proyeksi berarti gambar bayangan suatu benda yang berasal dari benda nyata atau imajiner yang dituangkan dalam bidang gambar menurut cara-cara tertentu. Cara-cara tersebut berkenaan dengan arah garis pemroyeksi yang meliputi sejajar (paralel) dan memusat (sentral). Arah yang sejajar terdiri atas sejajar tegak lurus terhadap bidang gambar dan sejajar akan tetapi miring terhadap bidang gambar.

pandangan-sejajar-tegak1Berdasarkan arah garis pemroyeksi tersebut dikenal berbagai jenis gambar proyeksi. Garis pemroyeksi yang sejajar tegak lurus terhadap bidang gambar menghasilkan gambar proyeksi orthogonal yang terdiri dari proyeksi Eropa, proyeksi Amerika, dan proyeksi Aksonometri. Garis pemroyeksi yang sejajar tetapi miring terhadap bidang gambar menghasilkan proyeksi Oblik (miring). Sementara garis pemroyeksi yang memusat (sentral) terhadap bidang gambar menghasilkan gambar perspektif.

pandangan-sejajar-tegak1

Gb.1. Contoh  pandangan sejajar tegak

Secara umum berbagai jenis gambar proyeksi dan perspektif tersebut difungsikan sebagai sarana komunikasi dalam bentuk pictorial. Benda kongkret yang ada, misalnya meja atau kursi, digambarkan sedemikian rupa sehingga dipahami oleh orang lain. Benda imajiner (khayalan penggambar), misalnya meja atau kursi yang sebelumnya tidak ada digambarkan sedemikian rupa sehingga dipahami oleh orang lain misalnya tukang atau pemesan. Gambar proyeksi dan perspektif lebih banyak menampilkan benda imajiner, oleh karena itu sangat bermanfaat dalam bidang perencanaan.

1. Proyeksi Ortogonal (Eropa)

Penampilan gambar proyeksi Eropa relative sederhana dibandingkan dengan yang lain. Gambar ini menampilkan pandangan atas, depan (muka), dan samping. Oleh karena itu proyeksi Eropa sangat tepat digunakan untuk kepentingan perancangan mebel atau desain produk.

Sistem gambar proyeksi Eropa dihasilkan dari pemroyeksian pada ruang atau sudut pertama (first angel). Oleh karena itu proyeksi Eropa sering disebut proyeksi “Kuadran Pertama” atau “Kuadran I”. Ruang atau sudut penampilan tersebut berbentuk tiga dimensi, yang terdiri atas 3 bidang, yakni bidang I, II, dan III. Bidang I berfungsi untuk menampilkan bayangan benada tampak dari atas, bidang II untuk bayangan benda tampak depan, dan bidang III untuk bayangan benda tampak dari samping kiri. Oleh karena itu proyeksi Eropa sering dikelompokkan dalam proyeksi multiview (tampak ganda).

Jika diperhatikan sistem proyeksi Eropa ini menempatkan posisi benda/obyek yang digambar berada di antara titik pengamat (proyektor) dan proyeksi benda. Jika diurutkan maka posisi tersebut adalah pengamat, objek, dan gambar proyeksi. Posisi pengamat terhadap bidang gambar adalah tegak lurus. Di samping itu, masing-masing garis pemroyeksi yang merupakan hubungan dari titik pengamat dan benda sehingga menghasilkan proyeksi tersebut adalah sejajar sesamanya.

Ruang / sudut yang berbentuk tiga dimensi ini diubah sedemikian rupa menjadi dua dimensi. Dengan kata lain diubah menjadi bidang datar sehingga dapat dituangkan ke dalam bidang atau kertas gambar. Perubahan sudut / ruang tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut:

ruang-proyeksi-eropa

Gb.2. Konstruksi ruang dalam proyeksi Eropa

pemutaran1

pemutaran2

Gb.3. Ruang dalam proyeksi Eropa yang dibentangkan menjadi bidang datar.

sumbu-proyeksi

Gb 4. Sumbu proyeksi Eropa yang terbentuk karena rebahan ruang.

proyeksi-titik1

Gb. 5. Contoh cara memproyeksikan sebuah titik.

proyeksi-kubus

Gb.6. Contoh benda berupa kubus yang diproyeksikan dengan cara Eropa.

2. Proyeksi Aksonometri

Proyeksi Aksonometri tergolong jenis proyeksi sejajar (paralel) dan juga tegak (ortogonal). Perbedaannya dengan proyeksi Eropa terutama adalah dalam penampilan tampak. Dalam proyeksi Aksonometri diupayakan untuk penampilan tampak atas, depan, dan samping dalam satu kesatuan gambar tidak seperti dalam proyeksi Eropa yang terpisah oleh bidang-bidang. Gambar proyeksi Aksonometri menampilkan objek gambar baik yang kongkret maupun imajiner ke dalam bayangan tiga dimensi, oleh karena itu aksonometri tergolong jenis proyeksi piktorial.

Jenis proyeksi Aksonometri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Proyeksi Isometri

Proyeksi isometri adalah jenis proyeksi aksonometri berpenampilan tiga dimensi atau piktorial dengan besaran sudut masing-masing 120 0, dan perbadingan masing-masing ukuran tinggi, panjang, dan dalam yaitu 1:1:1. Besar sudut sumbu 1200 dapat digunakan alternatif dibuat sudut 300 terhadap horisontal (baik sudut kanan maupun kiri)

isometri1 Gb.7. Tampilan gambar isometri.

b. Proyeksi Dimetri

Penggunaan isometri seringkali menyebabkan distorsi pada gambar yang ditampilkan, dan garis-garis yang berimpit. Kelemahan ini dapat ditanggulangi dengan proyeksi dimetri. Dimetri artinya ada dua jurusan sumbu yang sama panjang. Pada dimetri perbandingan yang sama terdapat pada dimensi tinggi dan panjang. Perbandingan yang lazim digunakan yaitu 2:2:1 atau 3:3:1 Perbandingan ini diikuti dengan konsekuensi pada sudut objek yang digambar terhadap garis horizon yaitu 41,4 derajat untuk sudut sebelah kanan dan 7,2 derajat untuk sudut sebelah kiri.

dimetri

Gb. 8. Tampilan gambar dimetri.

c. Trimetri

Penggunaan proyeksi dimetri ternyata dirasakan banyak terjadi distorsi, oleh karena itu ukuran kedua rusuk/sumbu salah satunya (rusuk panjang) perlu dipendekkan, sehingga perbandingan yang sering digunakan adalah 10:9:5 atau 6:5:4.


trimetri

Gb. 9. Tampilan gambar Trimetri.

3. Gambar Perspektif

Dalam penglihatan kita sehari-hari, benda-benda yang letaknya lebih dekat dengan mata terlihat lebih besar dan benda-benda yang terletak lebih jauh dengan mata terlihat lebih kecil. Semakin jauh letak benda dari mata kita, benda itu akan terlihat semakin kecil hingga akhirnya hanya tampak sebagai titik saja. Demikian juga dua benda atau lebih yang letaknya sejajar dan membujur menjauhi kita, semakin jauh dari mata, keduanya akan terlihat semakin berdekatan hingga akhirnya saling berimpit dan akan menjadi satu titik.

konstruksi-1

Gb. 9. Konstruksi gambar perspektif

Seperti halnya dalam proyeksi Eropa maka dalam gambar perspektifpun diupayakan agar bidang-bidang yang semula saling berpotongan harus dibentangkan menjadi bidang datar. Pembentangan tersebut dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini. Bidang mata dibentangkan ke atas menjadi sejajar dengan bidang tafrir, begitu juga dengan bidang tanah yang dibentangkan ke bawah menjadi sejajar dengan bidang tafrir.

bukaan-perspektif1

Gb.10. Bidang hasil pembentangan bidang mata dan bidang tanah menjadi sejajar bidang tafrir.

Selanjutnya, untuk kepentingan menggambar perspektif bidang itu menjadi disederhanakan seperti di bawah inisumbu-perspektif3

Gb.11. Posisi mata, distansi,  tinggi tafrir, garis horizon, dan garis tanah.

bukaan-perspektif2

Gb.12. Contoh sebuah titik yang diproyeksikan dengan gambar perspektif

1. Perspektif satu titik lenyap (one point perspective)

Sistem perespektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif dekat dengan mata. Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit, sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan horizon dan tegak lurus terhadapnya. Gambar yang demikian sering disebut dengan paralel perspective sebab banyak menggunakan garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal. Penerapan gambar ini banyak digunakan pada gambar rancang bangun (desain) interior.

2. Perspektif dua titik lenyap (two point perspective)

Sistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan benda-benda yang letaknya relatif jauh dan letaknya tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat. Karena posisi pengamat jauh dengan obyek maka sudut pandang mata melebar, akibatnya garis-garis batas benda akan menuju titik lenyap sebelah kiri dan kanan. Gambar ini banyak digunakan untuk desain eksterior.

3. Perspektif tiga titik lenyap (three point perspective)

Gambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang diamati jauh di bawah atau ke atas horizon. Oleh karenanya sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif ini banyak digunakan untuk menggambar arsitektur bangunan yang serba tinggi.

Jika kita mengamati gambar di atas, titik A pada bidang tafrir yang merupakan titik pertemuan garis mata dengan kedudukan titik tersebut yang ditarik lurus ke garis tanah kemudian diteruskan ke P sebagai titik hilang. Memproyeksikan titik sebenarnya dapat melalui 4 cara seperti di bawah ini:

Cara pertama

perspektif-titik1

Cara kedua

perspektif-titik2

Cara ketiga

perspektif-titik3

Cara keempat

sumbu-perspektif22

perspektif-titik4

Gb.13. Proyeksi sebuah garis yang tegak lurus dengan garis tanah.

Untuk benda-benda yang memiliki dimensi tinggi perhatikan gambar di bawah ini. Garis ketinggian benda diukur dari garis tanah tepat pada perpanjangan garis benda di garis tanah. Ukuran garis tinggi benda diukur dengan ukuran sebenarnya

perspektif-titik6

Sumber:

- Syafi,i. 2002. Proyeksi-Perspektif 1. Paparan Perkuliahan Mahasiswa.Semarang: UNNES Press.

- http://sumberilmu.info/2008/08/03/diktat-gambar-mistar/

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Spam Protection by WP-SpamFree