Tinjauan Apresiasi Desain

Tinjauan Kritis Desain

Fenomena Hirarki Desain Jam Tangan

oleh : Dian Cahyadi, S.DP.Ind., M.Ds

Kita telah banyak melihat karya-karya desain yang mewarnai kehidupan peradaban manusia. Namun kita tidak pernah menyadari peran desain didalamnya.

Pernahkah kita terpikir dengan fenomena jam tangan ?

Atas dasar apakah kita memilih dan membeli sebuah produk jam tangan ? Apakah didasari oleh modelnya? Harganya (prestise)? ataukah kualitasnya ? atau sekedar mengambil fungsinya saja sebagai penunjuk waktu.

Gambar 01. Ragam jam tangan pria; (1) Omega Speedmaster (50th Anniversary Edition); (2) Rolex Daytona Black; (3) Rolex Yacht-Master II Black.

Berdasarkan survei yang saya lakukan di sebuah tempat perbelanjaan di kota Makassar medio September 2009; dari 100 jumlah sampel, 78,25% memilih jam tangan berdasarkan model; 21,25% memilih berdasarkan prestise; 0,5% memilih atas dasar fungsi.

Dari gambaran di atas dapat disimpulkan fungsi dan peran sebuah karya desain dalam mendikte pasar produk-produk. Desain sebuah jam tangan yang laris dipasaran menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan mampu diterima dan diserap pasar.

Mengapa harga sebuah jam tangan dapat mencapai juta-an rupiah, bahkan lebih ?

Banyak hal yang menjadi dasar pemberian nilai kepada sebuah produk, hal ini terkait pada strategi pemasaran. Pernahkah kita terpikirkan hal-hal tersebut ? Jika dipikirkan, jam tangan adalah sebuah benda yang terdiri dari material logam yang bekerja berdasarkan sistim kerja mekanika gerak yang sangat sederhana, namun sangat detail dan terlihat sulit jika kita hendak merangkainya.

A. Pengertian dan Sejarah Jam Tangan

Jam tangan adalah produk penunjuk waktu yang dipakai di pergelangan tangan manusia. Jam tangan (arloji) elektrik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1957 di Lancaster, Pennsylvania, Amerika Serikat oleh Hamilton Watch Company. Penelitian untuk menghasilkan arloji elektrik tersebut telah dimulai sejak tahun 1946. Namun pada tahun 1969, Hamilton Electric Obsolete menghentikan produksi arloji elektrik tersebut karena telah menemukan teknologi yang lebih canggih sesuai dengan kemajuan zaman.

Gerakan dalam pembuatan jam adalah mekanisma yang mengukur perjalanan waktu dan menampilkan waktu saat ini (dan mungkin informasi lain, termasuk tahun, bulan dan hari). Mungkin gerakan mekanikal sepenuhnya, ataupun dengan mekanisme elektronik, atau campuran dari keduanya.  Namun yang terpenting disini adalah fungsi jam tangan sebagai penunjuk waktu dengan sistim yang digunakannya.

B. Fungsi Jam Tangan

Semua jam tangan menampilkan waktu, terdiri dari penunjuk jam, menit dan detik. Banyak juga jam dilengkapi dengan fitur penunjuk tanggal, hari, bulan dan tahun, bahkan beberapa jenis jam juga menyediakan keunggulan-keunggulan sebagai fitur tambahan, seperti; alarm, penunjuk elevasi dan kedalaman, tekanan, lampu, remote kontrol, hingga jam dengan fungsi sebagai alat komunikasi.

C. Unsur Fesyen dalam Jam Tangan

Seiring dengan perkembangan peradaban dan tuntutan akan keunggulan produk, serta trend ‘gadget’ dalam sebuah produk menuntut semakin kompleksnya pemenuhan kebutuhan manusia dalam satu alat dengan fungsi yang beraneka ragam (Mc Giver trend).

Maka desain jam tangan semakin berkembang berikut penyesuaian bentuk/model desainnya. Ragam bentuk dan kreasi jam tangan tercipta sesuai selera dan kebutuhan pengguna (user). Mulai dari harga yang murah hingga yang berharga juta-an rupiah kemdian mewarnai pasar.

Kecenderungan trend pasar jam tangan bervariasi dan sangat kompetitif, maka produsen jam tangan kemudian menerapkan strategi pasar melalui pendekatan-pendekatan kebutuhan dan kemampuan segmental.

C. Fenomena Rolex sebagai Jam Tangan Kelas Atas

Rolex adalah produsen ternama untuk pasar produk jam tangan kelas dunia. Mengapa produk-produk Rolex menjadi sangat mahal ? terlebih jika dipikir dengan kemudahan produksi dan ragam desain yang dapat dihasilkan serta multifungsi jam tangan saat ini.

Coba kita bandingkan produk antara core pada fungsi terhadap core pada material, apakah keunggulan fungsi ekuivalen terhadap nilai produk atau keunggulan material ekuivalen terhadap nilai produk ?

DESAIN DAN GAYA HIDUP : “Kita membeli barang-barang karena barang-barang tersebut mewakili jenis nilai yang kita cari. Daya pikat produk yang universal merupakan daya pikat yang palsu.” (Kenichi Ohmae, 1991).

Fungsi desainer dikatakan sangat berperan mendikte pasar terkesan jahat, namun sesungguhnya sangat membantu tiap individu untuk memberi nilai lebih kepada benda-benda produk tersebut. Posisitioning seorang desainer menuntut kepada upaya memberi makna lebih dimaksudkan kepada fungsinya vital dalam strategi pemasaran.

Sebuah produk dikatakan gagal ketika produk yang ditawarkan tidak mampu menjembatani antara fungsi dan nilainya. Banyak produk-produk yang sangat fungsional kehilangan makna dihadapan publik ketika pada strategi pemasaran tidak mampu mengkomunikasikan keunggulannya. Publik tidak akan pernah tahu keberadaan sebuah produk tanpa melalui proses uji pasar dan menuai kegagalan jika produk tidak mampu melakukan manuver-manuver merekatkan produk tersebut ke dalam ingatan pengguna. Akhirnya pengguna tidak akan pernah tahu keunggulan poduk tersebut.

Peran Desainer Komunikasi Visual sebagai Agent of Capitalis

Penyadaran diri akan fungsi dan posisi seorang desainer komunikasi visual perlu sedari dini disadari oleh seorang desainer komunikasi visual. Posisinya terhadap produk, posisinya dalam lingkungannya serta posisinya sebagai seorang yang ahli dibidangnya.

Tidak perlu mempertinggi sekat posisi tersebut namun yang terpenting adalah bagaimana seorang desainer mampu menjembatani fungsi-fungsi dari posisi-posisi tersebut.

Seorang desainer yang mumpuni adalah seorang yang mampu membekali diri dengan wawasan yang sangat luas tanpa batas, wawasan yang luas merupakan sumber/sources dalam membuat gagasan dan terobosan guna memecahkan berbagai persoalan dan permasalahan.

Berangkat dari fenomena-fenomena sosial kepada sebuah bidang keilmuan sosiologi desain, fenomena-fenomena komunikasi pada bidang ilmu komunikasi, fenomena psikologi masyarakat di bidang keilmuan psikologi sosial dan psikologi persepsi, merupakan modal dasar dalam mengembangkan gagasan untuk menciptakan strategi pemasaran yang sukses.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Spam Protection by WP-SpamFree