PELATIHAN DASAR KOMPUTER GRAFIS COREL DRAW BAGI GURU SMP NEGERI 12MAKASSAR KECAMATAN TAMALANREA MAKASSAR*)

PELATIHAN DASAR KOMPUTER GRAFIS COREL DRAW

BAGI GURU SMP NEGERI 12MAKASSAR

KECAMATAN TAMALANREA MAKASSAR*)

Dian Cahyadi, 2010, 14 halaman**)

Abstrak

Tujuan pelatihan ini untuk membekali keterampilan guru-guru SMA dalam menggunakan program-program aplikasi komputer yang mendukung aspek kompetensi sebagai indikator profesionalisme dalam hal penguasaan teknologi.

Pengenalan dan pelatihan penggunaan program-program aplikasi komputer grafis bertujuan untuk membantu guru dalam menyusun dan mempersiapkan tampilan grafis materi pengajaran yang atraktif dan menyenangkan bagi siswa dalam proses belajar mengajar.

Pelatihan dirancang dengan menggunakan metode Interactive Learning by Doing yang bertujuan agar memudahkan penyerapan materi pelatihan, sehingga peserta mampu mengikuti materi dalam bentuk modul yang dibagikan disertai software yang diinstalkan sebelumnya.

Luaran yang dihasilkan adalah tambahan keterampilan menggunakan program komputer grafis yang dapat diaplikasi langsung ke dalam bentuk penyajian materi pengajaran yang atraktif dan menyenangkan bagi siswa dalam proses belajar mengajar.

Luaran lainnya yakni buku modul praktikum pelatihan yang dibuat secara komprehensif, serta sertifikat pelatihan.

*)   Dibiayai oleh Anggaran PNBP Universitas Negeri Makassar

Kontrak nomor: 571/H36.10/PM/2010, tanggal 8 Juli 2010.

**) Dian Cahyadi adalah dosen pada Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.

Abstract

This workshop attend for high school teacher skills to up-grade in computer software application, where the tecknologies knowledges aware in their professionalism indicator.

Workshop for using computer software application Introduction to help teachers prepared their atractive and fun graphics study materials for student in learning procces.

This workshop design by Interactive Learning by Doing method for friendly knowledge transfering with manual handbook and installed before.

Out-put effluent could be made support to teacher skills for using computer graphics software application. Where they can applied for prepared their study material in learning procces.

Other effluent are manual practice and workshop certificate.

Pendahuluan

  1. A. Latar Belakang

Secara realistis, kemampuan sebagian besar guru dalam menggunakan teknologi komputer masih dibawah standar minimal, khususnya guru-guru pendidikan seni budaya yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Hal tersebut dapat dilihat pada mahasiswa kelas khusus penyetaraan yang pesertanya adalah para guru, sebagian besar guru yang mengikuti mata kuliah komputer mengaku baru bersentuhan dengan komputer saat mengikuti mata kuliah komputer. Hal tersebut cukup memprihatinkan, mengingat di era teknologi informasi saat ini, telah banyak diantara siswa SD, SMP dan SMU yang familiar dalam menggunakan komputer.

Disamping itu, tuntutan untuk merancang dan merencanakan berbagai media pembelajaran dengan menggunakan komputer juga tak bisa dihindari. Penguasaan komputer sebagai alat untuk mempermudah pembelajaran sudah menjadi mutlak dan harus dikuasai oleh seorang guru. Khusus untuk guru-guru kelas di SMA, disamping kemampuan mengoperasikan Microsoft Office seperti word, excel, juga dituntut agar dapat menggunakan aplikasi  program komputer grafis dan multimedia, maupun aplikasi pendukung lainnya yang dapat menunjang kreatifitas guru dalam proses mengajar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru di lokasi pada kunjungan awal, terungkap bahwa sebagian besar guru belum familiar dengan penggunaan komputer, hal ini disebabkan keterbatasan kesempatan untuk memperoleh pelatihan-pelatihan sebagaimana penegasan Alimin salah seorang wakil kepala sekolah di lokasi pelatihan, ”sebagian guru belum familiar dengan penggunaan komputer, namun sebagian lagi (beberapa orang) sudah familiar namun penguasaan aplikasi program lain selain microsoft word dirasakan masih kurang”. Beberapa orang guru menyatakan keyakinan mereka dapat mempelajari porgram-program aplikasi jika mereka berkesempatan mendapatkan pelatihan-pelatihan tersebut.

  1. B. Permasalahan Mitra

Berdasarkan latar masalah yang ada, teridentifikasi beberapa hasil identifikasi permasalahan mitra yang didapatkan dari hasil wawancara langsung, diantaranya adalah; ketakutan dan kekhawatiran menghadapi perangkat teknologi, ketakutan dan kekhawatiran yang dimaksudkan adalah terjadinya kerusakan saat mengoperasikan komputer. Terdapatnya persepsi terhadap tingkat kemampuan dalam mempelajari penggunaan perangkat teknologi, mereka cenderung merasa tidak memiliki kemampuan untuk mempelajari perangkat computer dan software aplikasinya. Serta masalah kesempatan dan keinginan untuk mempelajari perangkat teknologi komputer beserta software aplikasinya belum mendapatkan prioritas, umumnya lebih memilih menggunakan model aplikasi manual. Hal ini disebabkan faktor kemampuan finansial untuk mengikuti kursus-kursus dan kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan terkait, sangat minim.

Dari hasil olah identifikasi masalah mitra tersebut, ditemukan permasalahan utama mitra/guru yang menjadi permasalahan prioritas yang harus ditangani, yakni kesempatan untuk memperoleh pelatihan-pelatihan yang sangat diharapkan oleh mitra dalam upaya mengentaskan ‘gagap teknologi’ dikalangan pendidik/guru.

Solusi yang ditawarkan dan Kelayakan PT

  1. A. Solusi yang ditawarkan

Metode pendekatan yang ditawarkan dalam program ini adalah bentuk program dalam bentuk pelatihan/workshop dengan metode pelatihan praktikum interaktif(interactive learning by doing).

Model pelatihan yang dimaksudkan yakni setiap materi yang disampaikan langsung dilakukan praktik pengoperasian materi tersebut disertai repetisi-repetisi dan pendampingan langsung kepada tiap peserta.

  1. Rencana Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, alokasi waktu setiap pertemuan  adalah 4 jam atau 240 menit.

  1. Pada pelaksanaan pelatihan, minat dan partisipasi mitra sangat tinggi untuk mengikuti program pelatihan, hal ini ditandai dengan tingginya permintaan repetisi (pengulangan) pada setiap materi penggunaan tools-tools disertai dengan pertanyaan-pertanyaan seputaran fungsi dan kegunaan tools dan menu dalam aplikasi program.

Tingginya minat peserta diukur pula dengan tambahan waktu pelaksanaan yang lebih dari alokasi waktu yang direncanakan.

B. Kelayakan Perguruan Tinggi

Kualifikasi Tim Pelaksana, terdiri dari anggota-anggota tim yang memiliki kapasitas dan kualitas kualifikasi untuk melaksanakan pelatihan, sebagian besar anggota tim telah memiliki pengalaman dalam melaksanakan pelatihan-pelatihan yang menghasilkan keterampilan-keterampilan khusus.

Setiap anggota tim memiliki kualifikasi yang sangat relevan dengan materi pelatihan grafis ini, hal ini disebabkan latar belakang pendidikan anggota-anggota tim berasal dari bidang ilmu yang menjadi materi pelatihan.

Sinergisme tim terdelegasi dalam pebagian tugas berdasarkan materi-materi yang diajarkan/dilatihkan.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan  selama 3 hari berdurasi waktu 12 jam materi dengan pembagian 4 jam setiap pertemuan. Pertemuan dilaksanakan pada hari kamis-jumat-sabtu, dibagi ke dalam dua sesi dengan perantara waktu istirahat, yakni sesi ke-1 dimulai pukul 10.00 s.d. 12.00, kemudian dilanjutkan sesi ke-2 dimulai pukul 13.00 s.d.15.00.

Pelaksanaan, Pembahasan, dan Materi Kegiatan

  1. A. Pelaksanaan Kegiatan;
    1. Alat yang digunakan:
      1. Perangkat komputer/laptop, berfungsi sebagai perangkat pelatihan utama untuk menjalankan aplikasi program-program.
      2. In-focus/LCD Proyector, berfungsi untuk menampilkan materi-materi dengan proyeksi pembesaran di bidang dinding putih agar memudahkan penyampaian materi dan mudah untuk dibaca/lihat oleh peserta.
      3. Perangkat audio/microphone, berfungsi untuk membantu memperbesar suara agar materi yang disampaikan dapat didengarkan dengan baik dan jelas oleh peserta pelatihan.
      4. Software program corel draw, berfungsi untuk menjalankan program yang dimaksudkan, namun terlebih dahulu dilakukan penginstalan oleh tim kepada para peserta.
      5. Penyampaian materi (teori dan praktek);

Penyampaian materi menggunakan metode Interaktive Learning by Doing, yakni metode penjelasan materi secara pokok per pokok bahasan langsung dengan praktek disertai pendampingan langsung bagi peserta yang belum paham mengenai bahasan yang dimaksud ditempat dengan bantuan pembantu (mentor) yang telah disiapkan, sehingga peserta dapat langsung mengetahui dan memahami cara-cara yang diajarkan. Penyampaian materi dilakukan dengan model repetisi atau pengulangan-pengulangan, bertujuan untuk mengingatkan, menguatkan materi yang disampaikan.

Jumlah peserta sebanyak 25 orang dari kuota yang direncanakan, yakni maksimal sebanyak 15 orang. Namun tim memfasilitasi minat dan antusias para guru di SMP Negeri 12 Makassar yang berkeinginan mempelajari materi yang disampaikan oleh tim.

Pemateri terdiri dari 4 orang dibantu dengan 2 orang pemateri pendampingan peserta.

  1. B. Pembahasan

a. Pendahuluan dan Pembukaan Kegiatan

Kegiatan pelatihan dimulai dengan pembukaan oleh sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Program Bapak Drs. Alimin, M.Pd. mewakili kepala sekolah yang berhalangan hadir.

Penyadaran betapa pentingnya penguasaan teknologi dikalangan pendidik, mengingat fenomena bahwa masih banyak guru-guru yang terbelakang dan berpengaruh langsung kepada kualitas profesionalisme dan kualitas pembelajaran.

Berdasarkan fenomena tersebut, maka sudah menjadi tuntutan mendesak bagi para guru untuk membekali diri dengan kemampuan menggunakan teknologi komputer agar setiap saat mengikuti perkembangan teknologi informasi dan setiap saat dapat meningkatkan kualitas profesionalismenya dan kualitas pembelajarannya.

Apabila para guru mengabaikan perkembangan teknologi komputer grafis tersebut, maka bisa diprediksi bahwa kompetensi yang ditularkan pada para siswa akan jauh ketinggalan dari kebutuhan lapangan kerja yang ada. Berupaya mengejar ketertinggalan dari dunia industri kerja dengan belajar secara terus menerus untuk menguasai teknologi yang mereka terapkan merupakan langkah untuk lebih menyesuaikan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Oleh sebab itu, berbagai pelatihan, workshop dan lokakarya tentang komputer dan komputer grafis perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi. Sedangkan Jessica Helfand mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat. Menurut Danton Sihombing, desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi.

b.    Kelebihan dan kelemahan

Kelebihan yang tampak dari kegiatan pelatihan ini adalah;

  • Tingginya apresiasi peserta untuk mengikuti pelatihan.
  • Tingginya motivasi peserta untuk mengetahui materi pelatihan.
  • Tingginya partisipasi peserta dalam mengikuti pelatihan.
  • Tingginya sinergi antara pemateri dengan peserta dan antar peserta yang tampak saling berbagi informasi mengenai bagaimana mengaktifkan fungsi-fungsi tombol (interaksi), sementara.

Kelemahan yang tampak dari kegiatan ini adalah;

  • Kesediaan alat simulasi atau komputer/laptop yang digunakan, terlihat dengan beberapa peserta tidak menggunakan komputer/laptop sebagai sarana pelatihan. Namun tidak mengurangi antusiasme peserta dengan cara menggunakan satu laptop untuk dua orang.
  • Minimnya paket-paket program aplikasi komputer grafis di laboratorium komputer. Kondisi ini ditambah dengan materi perangkat komputer yang tidak memadai untuk penggunaan program-program aplikasi komputer grafis yang terkenal sangat membutuhkan RAM (Random Access Memory) yang besar. Proses penginstalan sangat membutuhkan waktu jika dilakukan dan jika dilakukan akan menguras waktu pelatihan dengan kondisi perangkat komputer yang tersedia.

Tim pemateri dalam mengatasi permasalahan ini, memanfaatkan perangkat software dalam bentuk paket portable software yang tidak membutuhkan status memori yang besar, namun software hanya bersifat extensial (tidak terinstal penuh).

c.   Motivasi peserta

Motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan sangat signifikan, terlihat dari jumlah peserta yang melebihi batas maksimal (15 orang) yang telah ditetapkan oleh Tim, yakni 25 orang dari jumlah guru yang ada di SMP Negeri 12 sebanyak 50 orang atau diatas 50% jumlah guru yang ada.

  1. Pemahaman peserta

Tingkat pemahaman peserta tergolong baik, hal ini terlihat dengan kemampuan peserta mengikuti materi pelatihan dengan baik. Terlihat dengan beberapa hasil karya peserta yang terlampir.

Meskipun tergolong baik, masih tampak beberapa orang guru yang terlihat kebingungan disaat pemateri memberikan penjelasan fungsi-fungsi tools dan mempraktikan langsung, dimana beberapa orang guru tersebut terlihat kebingungan. Tindakan pemateri mengatasi hal ini adalah dengan melakukan repetisi-repetisi atau pengulangan penjelasan disertai memperlambat pola bicara dengan pemilihan materi kata/penjelasan yang singkat (to the point).

  1. Keterampilan peserta

Tingkat keterampilan peserta tergolong baik, terlihat dengan tingkat pengenalan peserta dengan perangkat komputer dan sebagian besar peserta telah menggunakan laptop dengan baik, sehingga tingkat pemahaman peserta terhadap fungsi-fungsi tools yang terkomunikasikan melalui simbol-simbol (operating sign system), oleh peserta dapat mengenal dengan baik maksud dari simbol-simbol yang tersedia.

Meskipun masih terlihat beberapa orang guru terlihat mencoba untuk melakukan pemahaman.

Mengenai keterampilan, sesungguhnya membutuhkan latihan-latihan (repetisi) untuk dapat menguasai sesuatu dan membutuhkan waktu yang lebih.

Mengatasi hal ini, pemateri memberikan tips-tips dalam hal membaca simbol-simbol yang umumnya digunakan dalam bahasa pemrograman.

  1. Keterbatasan-keterbatasan (alat/bahan)

Keterbatasan yang dirasakan oleh tim pelatihan adalah ketersediaan spesifikasi perangkat komputer yang tersedia di laboratorium komputer tidak mendukung pada penggunaan program-program aplikasi komputer grafis. Tidak tersedianya media reflektor untuk penggunaan perangkat in-focus/LCD proyektor, sehingga materi sedikit tampak kurang jelas terlihat (unfocus clearity), namun masih dapat terlihat dan tidak menjadi faktor penghambat yang berarti pada kegiatan pelatihan yang dilaksanakan.

  1. Dukungan yang ada

Berdasarkan kata sambutan dari pihak mitra, kegiatan pelatihan-pelatihan guna pembekalan keterampilan guru-guru sangat mendapatkan dukungan dan apresiasi yang besar. Dukungan tersebut ditambah dengan motivasi peserta pelatihan dalam mengikuti setiap materi pelatihan yang sangat tinggi, disertai harapan-harapan tindak lanjut dari program-program berikut dengan materi-materi pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh para peserta.

Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil diskusi dan review kegiatan diakhir kegiatan. Tim mencatatkan beberapa usulan-usulan materi terkait program-program aplikasi yang disulkan oleh para peserta pelatihan, berikut beberapa usulan tersebut:

  • Materi program aplikasi Corel Draw (lanjutan), terkait model tingkat kemahiran dan penerapan materi-materi dalam model-model aplikasinya.
  • Materi program aplikasi komputer e-learning, seperti; pembuatan blog, pembuatan situs di internet, pengetahuan up-loading file dan down-loading file, dan sebagainya.
  • Materi program aplikasi komputer drawing, seperti; AutoCad, 3D Max, Sketchup, dan lain sebagainya.
  1. Evaluasi

Berdasarkan pelatihan yang telah dilaksanakan, tim menemukan beberapa catatan-catatan yang telah dijelaskan diatas sebelumnya, yakni minimnya kesediaan perangkat komputer di sekolah yang mendukung aplikasi komputer grafis, disertai minimnya program pelatihan-pelatihan bagi guru menjadi materi evaluasi yang berguna untuk dibenahi. Meskipun beberapa guru mencoba mengatasi berbagai masalah tersebut sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Terkait keterampilan, Meskipun tingkat keterampilan peserta tergolong baik, terlihat dengan tingkat pengenalan peserta dengan perangkat komputer dan sebagian besar peserta telah menggunakan laptop dengan baik, sehingga tingkat pemahaman peserta terhadap fungsi-fungsi tools yang terkomunikasikan melalui simbol-simbol (operating sign system), oleh peserta dapat mengenal dengan baik maksud dari simbol-simbol yang tersedia. Mengenai keterampilan, sesungguhnya membutuhkan latihan-latihan (repetisi) untuk dapat menguasai sesuatu dan membutuhkan waktu yang lebih.

  1. C. Materi Kegiatan

Untuk pelaksanaan materi-materi pelatihan berikutnya, perlu dilakukan komunikasi lebih mendetail terkait kebutuhan-kebutuhan guru dengan program-program pelatihan, baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umumnya. Agar sekiranya program-program pelatihan berikut dapat menunjang kebutuhan proses belajar mengajar.

Usulan beberapa guru kepada tim untuk memprogramkan paket pelatihan penggunaan program aplikasi dari grup Microsoft, seperti; Microsoft Excel, Microsoft Power Point, dan lain sebagainya.

Serta pelatihan pengenalan program-program e-learning, menjadi masukan Tim untuk dilaksanakan pada program-program berikut.

Kesimpulan dan Saran

Beberapa kesimpulan dari kegiatan ini sebagai berikut:

  • Tingginya apresiasi, motivasi, motivasi dan sinergi peserta untuk mengetahui, mengikuti materi pelatihan.
  • Terdapat kendala terkait kesediaan alat simulasi atau komputer/laptop yang digunakan, terlihat dengan beberapa peserta tidak menggunakan komputer/laptop sebagai sarana pelatihan, serta minimnya paket-paket program aplikasi komputer grafis di laboratorium komputer.
  • Motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan sangat signifikan, terlihat dari jumlah peserta yang melebihi batas maksimal (15 orang) yang telah ditetapkan oleh Tim, yakni 28 orang dari jumlah guru yang ada di SMP Negeri 12sebanyak 50 orang atau diatas 50% jumlah guru yang ada.
  • Tingkat pemahaman peserta tergolong baik, hal ini terlihat dengan kemampuan peserta mengikuti materi pelatihan dengan baik. Terlihat dengan beberapa hasil karya peserta yang terlampir.

Tingkat keterampilan peserta tergolong baik, terlihat dengan tingkat pengenalan peserta dengan perangkat komputer dan sebagian besar peserta telah menggunakan laptop dengan baik, sehingga tingkat pemahaman peserta terhadap fungsi-fungsi tools yang terkomunikasikan melalui simbol-simbol (operating sign system).

  • Keterbatasan ketersediaan spesifikasi perangkat komputer yang tersedia di laboratorium komputer tidak mendukung pada penggunaan program-program aplikasi komputer grafis.
  • Kegiatan pelatihan-pelatihan guna pembekalan keterampilan guru-guru sangat mendapatkan dukungan dan apresiasi yang besar. Dukungan tersebut ditambah dengan motivasi peserta pelatihan dalam mengikuti setiap materi pelatihan yang sangat tinggi, disertai harapan-harapan tindak lanjut dari program-program berikut dengan materi-materi pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh para peserta.

Saran

Beberapa kekurangan dan kendala yang dihadapi oleh tim, disarankan untuk dapat menjadi perhatian mitra pada pelaksanaan program-program pelatihan berikutnya agar tujuan kegiatan dapat berjalan dengan baik tanpa kendala-kendala yang berarti.

Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil diskusi dan review kegiatan diakhir kegiatan. Tim mencatatkan beberapa usulan-usulan materi terkait program-program aplikasi yang disulkan oleh para peserta pelatihan dan menjadi perhatian serta disarankan untuk dapat mendapatkan tindak lanjut dari tim-tim yang lainnya untuk melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan tersebut.

——————————————.

Daftar Pustaka

Association for Computing Machinary (ACM), http://acm.org

Computing Sciences Accreditation Board, http://www.csab.org

IEEE Computer Society (IEEE CS), http://computer.org

Peter Denning, et al., “Computing as a Discipline,” Communications of ACM, 32, 1 (January), 9-23, 1989.

Peter Denning, “Computer Science: the Discipline,” In Encyclopedia of Computer Science (A. Ralston and D. Hemmendinger, Eds), 1999.

Sachari, Agus, 2000, Pengantar Desain, Penerbir ITB.

——————-, 2002, Seni Rupa dan Desain SMA, Untuk Kelas XII, Membangun Kreativitas dan Kompetensi, jilid 3, Penerbit Erlangga.

Turn, Arthur T., 1980, The Graphics of Communication, Holt, Rinehart and Winston, New York.

Warto, 2008, Modul Praktikum Desain Grafis, STAIN Purwokerto.

http://www.corel.com

DOKUMENTASI KEGIATAN:

Pembukaan dan Pengantar Materi Pelatihan

Menjawab pertanyaan peserta

Membantu peserta menjalankan aplikasi software pelatihan

Peserta bertanya terkait penyajian materi dalam blog

Pelatihan melibatkan mahasiswi; Juandi & Supratiwi

Melibatkan mentor praktisi blog, Bpk. Anugrah Amir

Antusiasme peserta mengikuti pelatihan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Spam Protection by WP-SpamFree