My Thesis

PEMBERDAYAAN POTENSI DESAIN PERHIASAN KANDAWARIK

DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI SULAWESI SELATAN

ABSTRAK

(Studi Kasus pada Pengrajin Perhiasan Emas/Perak di Borong, Kota Makassar)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi perhiasan emas Kandawarik untuk dikembangkan sebagai sebuah aset yang kaya akan nilai-nilai tradisi, sekaligus sebagai aset ekonomi yang dapat dijadikan salah satu kekuatan bagi perekonomian di Indonesia dari sektor informal. Dalam penelusuran dari aspek sejarahnya, banyak hal yang terungkap, seperti latar belakang sejarah Kandawarik sebagai sebuah benda artefak basil dari kebudayaan, sosial budaya, citarasa keindahan, teknologi dan keterampilan, dan lain sebagainya. Penelusuran yang menarik mengenai konsepsi pemikiran yang melatari, kandungan nilai-nilai dan potensinya, gagasan pengembangan, arah pengembangan yang diharapkan banyak memberikan masukan bermanfaat pada upaya pemberdayaan dan pengembangan perhiasan emas Kandawarik khususnya dan ragam produk perhiasan Indonesia pada umumnya.

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, mengambil studi kasus di sentra industri pengrajin perhiasan emas/perak Borong, Makassar. Serta di beberapa kelompok-kelompok lainnya yang tersebar di Kota Makassar dan di daerah lainnya yang dinilai masih terkait dan merupakan daerah asal-usul pengrajin perhiasan di Sulawesi Selatan.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dengan terlibat langsung kepada prosesnya dari hulu ke hilir dan studi kepustakaan. Teknik analisis dan penyajian datanya menggunakan metode desain disertai analisis sejarah dan strategi desain setelah terlebih dahulu melalui proses interpretasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (I) perhiasan Kandawarik merupakan suatu warisan yang dihasilkan melalui perjalanan panjang dalam sejarahnya, sebagai potensi yang memiliki nilai-nilai tradisi; (2) sebagai sebuah produk, perhiasan Kandawarik memiliki potensi besar sebagai aset budaya dan aset ekonomi; (3) arah pengembangan desain yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing di pasar perhiasan dunia; (4) kekayaan ragam hias dan ragam produk yang dihasilkan memiliki kandungan nilai-nilai dari tradisi lokal dengan bentuk-bentuk yang universal menjadi kekuatan utama untuk mampu berkompetisi dan mengembangkan diri.

link source : http://www.fsrd.itb.ac.id/?page_id=107

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Spam Protection by WP-SpamFree