Ninah Wahyuni Amaliah
Hamzah Upu
Hamka
Abstract:
The research question of this study was whether or not the developed learning packages of ecosystem topic through cooperative learning on the type of Student Team Achievement Division for Junior High School Students was valid, practical, and effective. The design of the research was Research and Development Design. This research aimed at developing learning packages of ecosystem topic through cooperative learning on the type of Student Team Achievement Division which was valid, practical, and effective. The learning packages consisted of (1) lesson plan, (2) students’ book and (3) students’ worksheet. The model used to develop the learning packages was based on 4-D model (Thiagarajan, Semmel&Semmel, 1974) which consisted of defining, designing, developing, and disseminating. There were five steps of defining phase, they were (1) pre-post analysis, (2) students analysis, (3) material analysis, (4) task analysis, and (5) specification of learning goal. The designing phase consisted of: (1) test construction, (2) media selection, (3) form selection, and (4) pre-design prototype I (package and instrument). In the developing phase, the prototype I was validated by experts. The result of the validation was used as an input for the improvement of prototype II. Then, the prototype II was disseminated.
This research was conducted for the students of class VII1 of SMP Negeri 1 Polombangkeng Utara. After validating and disseminating the learning packages, it was concluded that the learning packages were valid, practical, and effective. Therefore, it is usable in biology subject. The results of this study shows of (1) the mean score gained by the students in the summative test of 81.09 from the ideal score 100 with 6.058 standard deviation, (2) all of the students’ activities were categorized into ideal time, (3) the level of teachers’ ability in managing the classroom was very high with the mean score of 4.5 from the ideal score 5 with 0,15 standard deviation ; it means that teachers can maintain their performance, (4) the students’ response was positive and (5) the students’ activities in cooperative learning focused on completing the worksheet and having discussion with other students. The students’ academic ability in learning cooperatively was inclined to improve. Suitable cooperative learning packages were obtained after following all the phases.
Key words: Learning Packages, Student Team Achievement Division, valid, practical, and effective.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan dan pembelajaran menjadi salah satu peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan adanya proses pembelajaran yang berkualitas maka akan melahirkan sumber daya manusia yang juga berkualitas. Sejalan dengan hal ini maka pemerintah senantiasa mengadakan penyempurnaan kurikulum, penyediaan buku-buku bermutu, dan peningkatan pengetahuan guru melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian Hidayanto (1998), menyatakan bahwa “fenomena rendahnya mutu pembelajaran disebabkan oleh guru dalam memilih metode dan strategi pembelajaran” karena itu peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas pembelajaran, dan peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan meningkatkan pengetahuan tentang merancang metode-metode pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan memiliki daya tarik.
Pengembangan paket pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk memecahkan masalah belajar. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pembelajaran mata pelajaran biologi di beberapa sekolah belum menggunakan bahan ajar atau buku yang dirancang khusus untuk keperluan proses pembelajaran. Karena itu perlu untuk merancang dan mengembangkan suatu paket pembelajaran biologi.
Salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling mudah dilaksanakan adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Student Team Achievement Division adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang lebih sederhana dibandingkan dengan model-model lain pada kooperatif. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pelaksanaannya meliputi lima komponen pokok, yaitu : (1) presentasi kelas, (2) kerja kelompok, (3) kuis atau tes dan (4) skor kemajuan individual (5) rekognisi tim (Slavin, 2008: 143).
Pemilihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran ekosistem didasarkan pada pertimbangan bahwa materi ekosistem cocok dengan pembelajaran kooperatif STAD, siswa diharapkan menemukan konsep ekosistem tersebut dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga konsep-konsep penting dalam ekosistem tertanam kuat dalam benak siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada penemuan konsep melalui kelompok kecil. Dengan model pembelajaran kooperatif STAD diharapkan dapat memacu para siswa untuk bekerja sama, saling bertukar pendapat, berdiskusi, saling menerima satu sama lain dari perbedaan kemampuan dan latar belakang yang berbeda dalam memecahkan masalah secara kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :”Apakah perangkat pembelajaran materi ekosistem yang dikembangkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division untuk siswa SMP memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif ?”
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi ekosistem dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division untuk siswa SMP yang valid, praktis dan efektif .
D. Manfaat Penelitian
- Perangkat pembelajaran yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan sebagai contoh perangkat pembelajaran ekosistem yang dapat memberikan beberapa alternatif kepada guru untuk memilih model pembelajaran yang diinginkan, dalam hal ini model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD).
- Menjadi motivasi semua guru yang ingin mengembangkan perangkat model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD).
- Untuk mengaktifkan siswa dalam belajar biologi sehingga pola pembelajaran dapat berpusat kepada siswa dan guru bertindak sebagai motivator.
E. Batasan dan Pengertian Istilah
1. Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat yang dimaksud terdiri atas rencana pelaksanaan pembelajaran, buku siswa, dan lembar kegiatan siswa.
- Pengembangan perangkat adalah suatu proses untuk memperoleh perangkat pembelajaran.
- Menilai kualitas perangkat pembelajaran penulis merujuk pada kriteria kualitas kurikulum yang dikemukakan oleh Nieveen (dalam Nurdin, 2007), yaitu: (a) validitas, (b) keefektifan, dan (c) kepraktisan.
- Valid: perangkat dikatakan valid jika penilaian ahli menunjukkan bahwa pengembangan perangkat tersebut dilandasi oleh teori yang kuat dan memiliki konsistensi internal, yakni ada keterkaitan komponen dalam perangkat.
- Praktis: perangkat dikatakan praktis jika menurut hasil pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran dikelas termasuk dalam kategori baik atau sangat baik.
- Efektif: perangkat dikatakan efektif jika memenuhi 3 dari 4 indikator, tetapi indikator 1 harus terpenuhi. Indikator tersebut: (1) ketercapaian hasil belajar, (2) aktivitas siswa, (3) respon siswa, (4) keterlaksanaan perangkat.
- Aktivitas siswa adalah kegiatan atau aktivitas siswa yang relevan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilakukan oleh siswa sesuai dengan yang tercantum dalam lembar pengamatan yang dicatat oleh pengamat selama pembelajaran.
- Kemampuan guru mengelola pembelajaran adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh pengamat sesuai dengan yang tercantum dalam lembar pengamatan selama pembelajaran.
- Keterlaksanaan perangkat pembelajaran adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh pengamat sesuai dengan yang tercantum pada lembar pengamatan selama pembelajaran.
- Respon siswa adalah tanggapan siswa terhadap:(a) pelaksanaan pembelajaran ekosistem dengan penggunaaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division, dan (b) perangkat pembelajaran yang meliputi: RPP, Buku siswa dan LKS.
11. Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh, menyeluruh dan saling memengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup (UUD RI Nomor 32, 2010:8)
12. Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division (STAD) ini merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-6 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.
II. KAJIAN PUSTAKA
A. Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif merupakan model pengajaran di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling kerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa (Amri, 2010:67). Terdapat 6 langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif. Keenam tahap model pembelajaran kooperatif itu dirangkum pada Tabel 2.1 berikut ini:
Tabel 2.1 Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif
| Fase | Tingkah Laku Guru |
| Fase – 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase – 2 Menyajikan informasi Fase – 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Fase – 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase – 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan |
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok |
( Sumber: Amri, 2010:92)
B. Variasi atau Tipe Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif menurut Arends (dalam Ibrahim 2000), dikenal adanya beberapa macam tipe yaitu STAD, Jigsaw, Investigasi Kelompok, dan Pendekatan Struktural .
Tabel 2.2 Perbandingan 4 tipe dalam model pembelajaran kooperatif
| Pembeda | STAD | Jigsaw | Investigasi Kelompok | Pendekatan Struktural |
| Tujuan kognitif | Informasi akademik sederhana | Informasi akademik sederhana | Informasi akademik tingkat tinggi dan keterampilan inkuiri | Informasi akademik sederhana |
| Tujuan sosial | Kerja kelompok dan kerja sama | Kerja kelompok dan kerja sama | Kerja sama dalam kelompok kompleks | Keterampilan kelompok dan keterampilan sosial |
|
Struktur tim |
Kelompok belajar heterogen dengan 4-6 orang anggota |
Kelompok belajar heterogen dengan 5-6 orang anggota menggunakan pola kelompok asal dan kelompok ahli |
Kelompok belajar heterogen dengan 5-6 anggota homogen |
Bervariasi, berdua, bertiga, kelompok dengan 4-5 orang anggota |
|
Pemilihan Topik |
Biasanya Guru |
Biasanya Guru |
Biasanya Siswa |
Biasanya Guru |
| Tugas utama | Siswa dapat menggunakan lembar kegiatan dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya | Siswa mempelajari materi dalam kelompok ahli kemudian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu | Siswa menyelesaikan inkuiri kompleks | Siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan secara sosial dan kognitif |
| Penilaian | Tes mingguan | Bervariasi dapat berupa tes mingguan | Menyelesaikan proyek dan menulis laporan, dapat menggunakan tes essay | Bervariasi |
|
Pengakuan |
Lembar pengetahuan dan publikasi lain | Publikasi lain | Lembar pengakuan dan publikasi lain | Bervariasi |
(Sumber: Elywati, 2008:16-17)
C. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Menurut Slavin (2010:11), dalam STAD siswa ditempatkan dalam kelompok belajar empat atau enam orang yang merupakan campuran menurut tingkat kemampuan, jenis kelamin, ras maupun etnik. Guru menyajikan pelajaran dan kemudian siswa bekerja di dalam kelompoknya masing-masing untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah menguasai pelajaran yang diberikan. Kemudian, siswa melaksanakan tes atas materi yang diberikan dan mereka harus mengerjakan sendiri tanpa bantuan siswa lainnya. Poin untuk setiap anggota tim selanjutnya dijumlahkan untuk mendapatkan skor kelompok. Tim yang mencapai kriteria tertentu diberikan penghargaan.
D. Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran dan perangkat yang dimaksud terdiri atas Buku siswa, LKS dan RPP.
E. Teori Belajar Yang Terkait Dengan Pembelajaran Kooperatif
- Teori Piaget
Jean Piaget adalah ahli psikologi anak yang paling terkenal dalam sejarah psikologi. Teorinya tentang perkembagan kognitif dikenal dengan nama teori Piaget. Perkembangan kognitif manusia pada dasarnya seiring dengan perubahan kemampuan mental manusia dari waktu ke waktu sejak ia lahir.
b. Teori Vygotsky
Teori Vygotsky merupakan salah satu teori yang mempunyai kekuatan besar dalam psikologi perkembangan. Berbeda dengan Piaget, Vygostky mengatakan bahwa perkembangan kognitif sangat erat dengan masukan dari orang lain.
F. Model-Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Menurut Sudjana (2001:92), bahwa melaksanakan pengembangan perangkat pengajaran diperlukan model–model pengembangan yang sesuai dengan sistem pendidikan. Sehubungan dengan itu ada beberapa model pengembangan pembelajaran. Menurut Harjanto (2005) dalam pengembangan perangkat pembelajaran di kenal dengan beberapa macam model pengembangan perangkat, yaitu model Dick&Carey, model4-D, model Kemp, model Degeng, model Bela H.Banathy, model PPSI, model IDI, model Gerlach dan Ely, dan model Pengembangan Instruksional Briggs.
Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan hasil dari modifikasi model 4-D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Adapun alasan memilih model ini adalah diantaranya karena kelebihan dari model 4-D antara lain: a) lebih tepat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan perangkat pembelajaran bukan untuk mengembangkan system pembelajaran, b) uraiannya tampak lebih lengkap dan sistematis, dan c) dalam pengembangannya melibatkan penilaian ahli, sehingga sebelum dilakukan uji coba di lapangan perangkat pembelajaran telah dilakukan revisi berdasarkan penilaian, saran dan masukan para ahli.
G. Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran
(1) indikator kualitas perangkat pembelajaran yang digunakan, (2) hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran, (3) aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran,(4) keterlaksanaan perangkat pembelajaran, (5) respon siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan perangkat pembelajaran dan (6) aktivitas guru dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.
H. Penilaian Kualitas Produk
Penilaian kualitas produk pengembangan dapat mengacu kepada kriteria kualitas kurikulum yang dikemukakan oleh Nieveen (dalam Nurdin,2007) yaitu (1) validitas, (2) kepraktisan, dan (3) keefektifan.
I. Ruang Lingkup Materi Ekosistem
a. Ekosistem
b. Komponen-komponen ekosistem
c. Saling pengaruh antara komponen dalam ekosistem
d. Satuan makhluk hidup dalam ekosistem
e. Macam-macam ekpsistem
f. Rantai makanan
g. Jaring-jaring makanan
h. Bentuk-bentuk interaksi antarorganisme dalam ekosistem
i. Aliran energi
j. Piramida ekologi
- J. Kerangka Pikir
III. METODE PENELITIAN
- A. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan(Research and Development) yang meliputi pengembangan perangkat pembelajaran yang terdiri dari BS, LKS , dan RPP.
B. Lokasi dan subjek penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 di SMP Negeri 1 Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII1 yang berjumlah 32 orang .
C.Prosedur pengembangan perangkat
Model pengembangan perangkat yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pengembangan four D Models (model 4-D) yang terdiri dari empat tahap yaitu pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate) sebagaimana dikemukakan oleh Thiagarajan.
Hasil pengembangan perangkat pada penelitian ini pada tahap penyebaran (disseminate) dilakukan dengan melaksanakan kegiatan sosilaisasi perangkat pada kegiatan MGMP dan diterapkan di sekolah lain dengan kelas yang lain atau guru yang berbeda.
Tahap-tahap pengembangan perangkat pembelajaran tersebut diuraikan sebagai berikut :
- Tahap pendefinisian (define)
Tujuan dari tahap ini adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Ada 4 langkah pokok di dalam tahap ini, yaitu:
1) Analisis awal-akhir
Kegiatan dalam analisis awal adalah mengkaji kurikulum yang berlaku ketika penelitian dilaksanakan. Analisis awal-akhir adalah kegiatan untuk menetapkan masalah dasar yang diperlukan dalam `pengembangan perangkat pembelajaran.
2) Analisis siswa
Analisis siswa ini dilakukan dengan memperhatikan ciri, kemampuan, dan pengalaman siswa baik secara individu dan maupun kelompok yang meliputi karakteristik-karakteristik antara lain: kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, serta motivasi terhadap pelajaran.
3) Analisis materi
Analisis materi bertujuan untuk mengidentifikasi bagian-bagian utama pada materi yang akan dipelajari siswa dan tugas-tugas atau keterampilan-keterampilan utama yang harus dimiliki siswa setelah melakukan pembelajaran.
4) Spesifikasi tujuan pembelajaran
Spesifikasi tujuan pembelajaran adalah untuk menjabarkan tujuan analisis materi dan analisis tugas menjadi kompetensi dasar, yang dinyatakan dengan tingkah laku. Perincian kompetensi dasar tersebut merupakan dasar dalam penyusunan tes hasil belajar dan rancangan perangkat pembelajaran.
b. Tahap perancangan (design)
Pada tahap ini, akan dihasilkan rancangan perangkat pembelajaran dan tes hasil belajar siswa. Tahap perancangan bertujuan untuk merancang perangkat pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah penyusunan tes hasil belajar, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal perangkat pembelajaran. Langkah–langkah dalam tahap ini adalah:
1) Penyusunan tes
Penyusunan tes adalah kegiatan penyusunan butir-butir soal sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan pada tahap pendefinisian.
2) Pemilihan media yang sesuai tujuan
Pemilihan media untuk menentukan media yang tepat untuk penyajian materi pembelajaran. Proses pemilihan media disesuaikan dengan hasil analisis tugas, analisis materi, dan karakteristik siswa.
3) Pemilihan format
Pemilihan format perangkat pembelajaran dimaksudkan untuk mendesain atau merancang isi pembelajaran, pemilihan strategi, pendekatan, metode pembelajaran dan sumber belajar yang akan dikembangkan.
4) Perancangan awal
Perancangan awal adalah rancangan awal perangkat pembelajaran yang akan melibatkan aktivitas siswa dan guru. Rancangan awal perangkat pembelajaran yang akan melibatkan aktivitas siswa dan guru berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku siswa dan lembar kerja siswa (LKS) serta tes hasil belajar.
c. Tahap pengembangan (develop) bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan para pakar.
d. Tahap penyebaran (disseminate)
Tahap ini merupakan tahapan penggunaan perangkat yang telah di kembangkan pada yang lebih luas misalnya di kelas lain, di sekolah lain, oleh guru yang lain. Tujuan tahap ini juga untuk menguji efektivitas penggunaan perangkat di dalam KBM. Di bawah ini adalah gambar model pengembangan Thiagarajan:
Gambar 12. Model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D(Sumber: Trianto, 2010:94)
E. Instrumen Pengumpulan Data
1. Lembar validasi perangkat pembelajaran
2. Lembar observasi aktivitas guru mengelola pembelajaran
3. Lembar observasi aktivitas siswa
4. Lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran
5. Angket respon siswa
6. Tes hasil belajar
F. Teknik Analisis Data Uji Coba
1. Analisis data hasil validasi perangkat pembelajaran
2. Analisis data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran
3. Analisis data aktivitas siswa
4. Analisis data keterlaksanaan perangkat pembelajaran
5. Analisis data respon siswa
6. Analisis tes hasil belajar
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Tahap Pendefenisian (Define)
- 1. Analisis awal-akhir
- 2. Analisis siswa
3. Analisis materi
4. Analisis tugas
5. Spesifikasi tujuan pembelajaran
B. Deskripsi Hasil Tahap Perancangan (Design)
- 1. Penyusunan tes
- 2. Pemilihan media
- 3. Pemilihan format
- 4. Desain awal
- a. Perangkat pembelajaran
b. Instrumen penelitian
C. Deskripsi Hasil Tahap Pengembangan (Develop)
1. Hasil validasi ahli
a. Hasil validasi ahli untuk perangkat pembelajaran
| Sumber Penilaian | Skor rata-rata
penilaian |
Keterangan |
| Buku Siswa
LKS RPP THB |
4,25
4,07 3,77 4,44 |
Valid
Valid Valid Valid |
2. Analisis hasil uji coba
a. Analisis kepraktisan
Tabel 4.12 Tabel pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran
| Komponen | Persentasi Persetujuan | Rata-rata pengamatan | Kualifikasi |
| Sintaks
Sistem sosial Prinsip reaksi Sistem pendukung Total |
93,33%
100,00% 93,33% 100,00% 96,67% |
1,9
1,9 1,6 2,0 1,9 |
Terlaksana seluruhnya
Terlaksana seluruhnya Terlaksana seluruhnya Terlaksana seluruhnya Terlaksana seluruhnya |
Secara keseluruhan, analisis tentang keterlaksanaan perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dilakukan untuk melihat sejauh mana kepraktisan dari perangkat yang telah dirancang, menghasilkan data bahwa percentage of agreement sebesar 96,67%. Selanjutnya dari nilai rata-rata pengamatan sebesar = 1,9 dari skor ideal 2 dengan standar deviasi 0,11, dapat dikatakan bahwa derajat keterlaksanaan perangkat memadai karena berada pada kategori terlaksana seluruhnya.
b. Analisis keefektifan
1) Respons siswa
Tabel 4.13 Frekuensi respon siswa terhadap BS, LKS dan Pembelajaran
| Respon
|
BS
|
LKS
|
Pembelajaran
|
|||
| F | % | F | % | F | % | |
| SP | 4 | 12,5 | 8 | 25 | 2 | 6,3 |
| P | 27 | 84,4 | 22 | 68,8 | 23 | 71,9 |
| CP | 1 | 3,13 | 2 | 6,3 | 3 | 9,4 |
| TP | 0 | 0 | 0 | 0 | 4 | 12,5 |
| Jumlah | 32 | 100 | 32 | 100 | 32 | 100 |
Ket = SP = Sangat Positif CP= Cukup Positif
P = Positif TP= Tidak Positif
2. Aktivitas siswa
3. Aktivitas Guru
4) Kemampuan guru mengelola pembelajaran
Tabel 4.16 Rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif STAD
| Kegiatan | PoA (%) | Rata-rata Pengamatan | Kualifikasi |
| I.A.Kegiatan Awal
Fase 1
Fase 2 Fase 3 Fase 4 Fase 5 Fase 6 C.Kegiatan Akhir II. Suasana Kelas |
88,8 % 66,6 % 88,8 % 88,8 % 66,6 % 77,7 % 66,6 % 75 % |
4,3 4,4 4,6 4,5 4,5 4,4 4,5 4,6 |
Tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi |
| Total | 77,4 % | 4,5 | Sangat tinggi |
Secara keseluruhan rata-rata pengamatan observer tentang kemampuan guru dalam proses belajar mengajar sebesar 4,5 dari skor ideal 5 dengan standar deviasi 0,15, berada pada kategori sangat tinggi dengan percentage of agreement sebesar 77,4 %.
5)Hasil belajar siswa (skor perkembangan siswa dan tes hasil belajar)
- a. Skor Perkembangan Siswa
| Tabel 4.17 Rata-rata skor perkembangan setiap kelompok | ||||
| Klp | P1 | P2 | P3 | |
| I | 92 | 88 | 88 | |
| II | 80 | 83 | 76 | |
| III | 83 | 88 | 83 | |
| IV | 79 | 78 | 83 | |
| V | 84,17 | 79,17 | 80,83 | |
| VI | 83,3 | 80 | 76,67 | |
| Rata-rata | 83.5 | 83.4 | 82.5 | |
b.Tes hasil belajar
Tabel 4.18 Statistik Skor Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII1 SMPN 1 Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar
| Parameter | Nilai |
| Subjek Penelitian | 32 |
| Skor Ideal | 100 |
| Rata-rata | 81,09 |
| Standar Deviasi | 6,058 |
| Varians | 36,694 |
| Skor Maksimum | 90 |
| Skor Minimum | 70 |
| Jumlah Siswa yang Tuntas | 32 |
| Jumlah Siswa yang tidak Tuntas
KKM |
0
67 |
Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Tes hasil belajar siswa SMPN 1 Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar
| Interval | Kategori | F | % |
| 0-34 | Sangat Rendah | 0 | 0,00 |
| 35-54 | Rendah | 0 | 0,00 |
| 55-64 | Sedang | 0 | 0,00 |
| 65-84 | Tinggi | 20 | 62,5 |
| 85-100 | Sangat Tinggi | 12 | 37,5 |
| Jumlah | 32 | 100 |
D. Deskripsi Hasil Tahap Penyebaran (Disseminate)
Perangkat pembelajaran yang telah dijilid kemudian disosialisasikan kepada guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Polombangkeng Utara pada saat kegiatan MGMP. Dan sosialisasi kepada guru khususnya guru mata pelajaran IPA di sekolah lain.
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan perangkat yang dicapai yaitu: (1) valid berdasarkan penilaian ahli dan praktisi (2) praktis, karena semua aspek yang diamati berada dalam kategori terlaksana seluruhnya dengan rata-rata pengamatan sebesar 1,9 dari skor ideal 2 dengan standar deviasi 0,11 , percentage of agreement 96,67%, dan (3) efektif karena katuntasan klasikal telah tercapai yaitu skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 81,09 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi sebesar 6,058, semua kategori aktivitas siswa yang diamati berada dalam interval Persentase Waktu Ideal (PWI) , kemampuan guru mengelola pembelajaran dalam kategori sangat tinggi dengan rata-rata pengamatan 4,5 dari skor ideal 5 dengan standar deviasi 0,15, percentage of agreement 77,4 % artinya penampilan guru dapat dipertahankan, dan respon siswa terhadap pembelajaran dalam kategori positif.
B. Saran
- Perangkat pembelajaran yang telah dihasilkan sebaiknya diujicobakan di sekolah-sekolah lain.
- Pelaksanaan pembelajaran kooperatif di kelas memiliki berbagai macam model, untuk itu diharapkan kepada para peneliti untuk mengembangkan pelaksanaan pembelajaran kooperatif untuk model dan materi yang lain dengan melakukan ujicoba berkali-kali sehingga didapatkan perangkat pembelajaran biologi yang layak untuk digunakan sampai pada tahap penyebaran.
- Diharapkan kepada rekan guru untuk menggunakan perangkat pembelajaran yang mengacu pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD, mengingat hasil dan respon positif yang diperoleh selama proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, S. 2010a. Konstruksi Pengembangan Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka.
. 2010b. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Jakarta: Prestasi Pusataka.
Anonim. 2009. Model Pengembangan Perangkat Menurut Thiagarajan. Surabaya: Pusat Lembaga Penelitian dan Pengembangan.
Anonim. 2010a. Prosedur Pengujian Validitas Isi melalui Indeks Rasio Validitas Isi.(Tersedia:http://rss.acs.unt/Rdoc/library/psychometri/html/CVratio). Tanggal 23 Oktober 2010.
.2010b. Skripsi Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Student Team Achievement Division (STAD) Disertai LKS Untuk Penguatan Konsep Materi Pokok Ekosistem. (Tersedia:http://www.skripsi.html). Tanggal 23 September 2010.
Anonim. 2010c. Ekosistem. (Tersedia:http://www.ekosistem.html). Tanggal 24 September 2010.
Antoni. 1998. Buku Pintar IPA Biologi Untuk SMP. Surabaya: Gitamedia.
Arikunto, S. 2005. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
, S. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arisworo, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP untuk Kelas VII. Bandung: Garfindo Media Pratama.
Arwiyani. 2010. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas VII1 SMP Negeri 1 Bontolempangan. Kec. Bontolempangan Kab. Gowa. Skripsi FMIPA UNM Makassar. Tidak diterbitkan.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S. B dan Zain Ahmad. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Elywaty. 2008. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Materi Program Linier. Tesis Program Pascasarjana UNM.Tidak diterbitkan.
Haling, A. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Harjanto. 2005. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hasibuan, Malaya, S.P. 1999. Organisasi dan Motivasi. Bandung: Bumi Aksara.
Hasrawati. 2008. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Untuk Pokok Bahasan Peluang dengan Menerapkan Strategi Kognitif. Tesis PPs UNM. Tidak diterbitkan.
Hudojo, H. 1998. Pembelajaran Matematika Menurut Pandangan Konstruktivis. Makalah disajikan pada Seminar Nasional “Upaya-upaya Meningkatkan Peran Pendidikan Matematika dalam Era Globalisasi”. Program Pasca Sarjana IKIP Malang. Malang: 4 April.
Ibrahim. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : UNESA University Press.
Irawan. 2010a. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif- Progresif . (Tersedia:http://www. my mind html). Tanggal 28 September 2010.
Irawan, P. 2001b. Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Isjoni. 2010. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Jefri, Djemy. 2007. “Pembelajaran Kooperatif STAD dan Turnamen TGT untuk meningkatkan Minat dan Prestasi pada Pola dan Deret Bilangan”. Ilmu Kependidikan No. 3. hlm. 205-218.
Kristoforus Djawa Djong. 2006. “Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel di Kelas VIII SMPK St Theresia.” Mathedu No. 2 hlm. 141-149.
Mardiana.2007. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Realistik pada Siswa SMP Negeri 26 Makassar. Skripsi. Makassar FMIPA UNM.
Musdalifah. 2010. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Pokok Bahasan Theorema Phytagoras pada Siswa Kelas VIII SMP.Tesis PPs UNM. Tidak diterbitkan.
Nurdin. 2007. Model Pembelajaran Matematika yang Menumbuhkan Kemampuan Metakognitif Untuk Menguasai Bahan Ajar. Disertasi Tidak Diterbitkan. Surabaya: PPs UNESA.
Odum, E.M. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Jogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pratiwi. 2003. Buku Siswa Biologi Untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 1. Jakarta: Depdiknas.
Saktiyono. 2004. Sains Biologi SMP. Jakarta: Erlangga.
Sam Arif. 2008. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Setting Kooperatif STAD Untuk Kompetensi Dasar Bilangan Pecahan di SMPN 6 Watampone. Tesis Tidak Diterbitkan.Makassar: PPs UNM.
Sanjaya, W . 2008a. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
. 2008b. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sardiman, A.M. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Statistik.
Slavin,R.2010. Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung: Nusa media.
Sugiyarto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Ungtuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:Alfabeta.
Sumarwan. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Jilid 1B Kelas VII Semester Jakarta: Erlangga.
Suprijono, A. 2010. Cooperative Learning Teori Dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Syamsuri. 2004. Buku Sains Biologi Jilid 1 Untuk SMP Kelas VII. Jakarta : Erlangga.
Thiagarajan, S. Semmel dan Semmel. 1974. Instructional Development For Training Teacher of Exceptional Children. Minnesota: Indiana University
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.