DEVELOPING OF BIOLOGY PACKAGES USING MOODLE APPLICATION

By:

SURIADI LONGSONG

HAMZAH UPU

MUHAMMAD DANIAL

Abstract

The existence of internet facilities allows the development of learning packages using MOODLE application. Based and background, the problems the practical and effective by using MOODLE application; how to design biological learning packages by using MOODLE aplication.

This reseach was the Development Reseach, wich adopted 4-D model Thiagarajan, Semmel and Semmel (1974). The subjects of the reseach were the grade XI students of International program at SMA 1 Palopo in academic year 2010/2011. The technique of data collection was drawn from the experts’ validation of learning packages and research instrument, checklist observation, achievement test and students’ responses questionnaire which then analyzed quantitatively.

The learnig packages wihch were being developed Including Lesson Plans, Students’ Book, Students Worksheet. The topic were being presented by using power point based on web moodle aplication. After the validation phase, the learning packages obtained were in the range of valid category (3.5≤M≤5) and extremely valid category (4.5≤M≤5) with ideal value of 5. The practicality of the learning packages on each aspect was in the range beetwen 1.9-2 from the completely done category with ideal value of 2 the effectivenes of the packages can be proved from the classical students exhaustiveness which 89,02% of the students’ of through with the score above the criteria of exhaustiveness (≥75) and the standart deviation of 9,04. The biologycal learning packages using MOODLE application made the students more active in the learning process. The result can be seen from the 3 of 6 categories of the students’activities which observed with category 2,3,and 4 as the main reqruitment in order to meet the tolerance interval. The MOODLE application software was supported by XAMPP software 1.7.3 version, and the MOODLE application software 1.9 version could be accessed at url http://localhost/adimoodle at SMA Negeri 1 Palopo area.

Key Word              : Learning packages, Moodle application, Development reseach Lesson Plans, Students Book, Student Worksheet, XAMPP software.

  1. I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Teknologi sebagai suatu bagian dalam pendidikan, menekankan pada penyusunan program pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem yang ditandai dengan perumusan tujuan khusus sebagai tujuan tingkah laku yang harus dicapai. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran itu diukur sejauh mana siswa dapat menguasai atau mencapai tujuan khusus tersebut. Penerapan teknologi sebagai  suatu sistem tidak ditentukan oleh penerapan hasil  hasil teknologi, akan tetapi bagaimana merancang implementasi kurikulum dengan pendekatan sistem. Penggunaan dan pemanfaatan alat tersebut semata – mata untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Contoh penerapan hasil – hasil teknologi itu diantaranya adalah pembelajaran dengan bantuan komputer (computer-assisted intruction). Sebagai langkah awal pengembangan perangkat pembelajaran maka struktur pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di sekolah yang baik akan mewakili kesiapan sekolah dalam implementasi e-Learning. Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Electronic learning disingkat E-learning) adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar.

Modular Object Oriented Dynamic Learning (MOODLE) adalah sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Moodle juga merupakan sebuah Course Management System (CMS) yang digunakan untuk membuat sebuah proses belajar (learning) bisa dilakukan secara online, powerful dan fleksibel. Moodle merupakan program aplikasi yang bersifat open source dan free (gratis) di bawah ketentuan GPL (General Public License), boleh didistribusikan atau dimodifikasi sebagaimana dipublikasikan oleh Free Software Foundation. Moodle dapat berjalan di atas berbagai web server yang disupport oleh bahasa pemrograman PHP dan sebuah database. Ia akan berjalan dengan sangat baik di atas web server Apache dengan database MySQL. Dengan menggunakan Moodle, kita dapat membuat materi pembelajaran, bahan evaluasi, LKS atau buku siswa, dan power point, kuis dan berbagai bentuk soal ujian yang dapat disajikan sesuai dengan alokasi waktu yang telah didesain sedemikian rupa.

Peneliti mencoba memodifikasi perangkat pembelajaran yang sifatnya konvensional, dengan memberi sentuhan website menggunakan sarana dan prasarana TIK  yang tersedia di sekolah (kelas) yang memfokuskan pada penggunaan aplikasi MOODLE, dengan harapan dapat memberi dampak  positif bagi siswa dan guru yakni  meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan prestasi siswa dan lebih pada efektifitas dalam penggunaannya.

B. Rumusan Masalah:

“Bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran biologi bebasis web dengan menggunakan aplikasi MOODLE yang valid, praktis dan efektif ?”

C. Tujuan:

Untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan  perangkat pembelajaran biologi berbasis web dengan menggunakan aplikasi MOODLE

D. Manfaat:

  1. Menghasilkan perangkat pembelajaran biologi yang valid, praktis, dan efisien yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
  2. Sebagai bahan informasi dalam menambah wawasan guru dalam penguasaan teknologi informatika, sekaligus mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar baik secara langsung maupun tidak langsung (non tatap muka).
  3. Memperkenalkan kepada siswa bahwa dengan aplikasi moodle proses belajar mengajar tidak hanya dapat dilakukan di kelas dengan tatap muka langsung dengan guru, tetapi diharapkan dengan aplikasi moodle ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memegang prinsif bahwa belajar dapat dilakukan kapan dan dimana saja.
  4. Sebagai masukan bagi praktisi pendidikan dan seluruh pihak yang berkompeten dalam mengembangkan kurikulum biologi di SMA akan pentingnya penguasaan teknologi informatika.

E. Batasan Istilah:

  1. Pengembangan perangkat adalah suatu proses untuk memperoleh perangkat pembelajaran.
  2. Valid adalah menurut cara yang semestinya; berlaku sahih, Validitas adalah sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum.
  3. Praktis adalah 1) berdasarkan praktik (pelaksanaan secara nyata apa yang disebut di teori), 2) mudah dan senang memakainya (menjalankan dsb)
  4. Efektivitas/ n keefektifan adalah 1) keadaan berpengaruh; hal berkesan; 2) keberhasilan (tt usaha, tindakan); kemangkusan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
  5. Aplikasi moodle dalam pembelajaran biologi adalah sebuah Course Management System (CMS) yang dikembangkan dalam pembelajaran biologi.

II. Tinjauan Pustaka

A. Perangkat Pembelajaran

Seorang guru dalam melaksanakan  proses pembelajaran membutuhkan perangkat pembelajaran sebagai kontrol dalam menjalankan proses pembelajaran. Secara umum kriteria format yang baik untuk perangkat pembelajaran adalah sebagai berikut :

1)   Memiliki sebuah bagian yang teridentifikasi dengan jelas

2)   Dikelompokkan berdasarkan halaman dan latihan

3)   Menarik minat siswa

4)   Menunjukkan keseimbangan antara teks dan illustrasi

5)   Menarik secara visual

6)   Menggunakan bentuk (jenis) huruf dan ukuran huruf yang sesuai

7)   Menggunakan tata letak (spasi) yang diatur dengan baik, tepat/sesuai dengan ukuran fisik siswa

Penelitian ini akan mencoba mengembangkan perangkat pembelajaran yang diarahkan pada pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar non cetak (buku siswa serta Lembar Kerja Siswa) dan untuk mendukung proses pembelajaran digunakan media power point, dan media aplikasi moodle yang mengarah pada pembelajaran berbasis web.

B. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Model pengembangan atau Reseach and Development adalah kerja kreatif yang dilakukan secara sistematis untuk manambah khasanah pengetahuan dan memanfaatkannya untuk merancang berbagai aplikasi. Menurut Upu 2004. 2 dalam Eka.(2008). Proses Reseach and Development berlangsung secara bersiklus melalui tahapan-tahapan :

  1. Pengkajian dan penelusuran awal topik-topik yang akan dikonstruksi dan direkonstruksi.
  2. Pengembangan produk model dari hasil temuan yang telah dicapai.
  3. Penguji cobaan model yang telah dikembangkan pada lokasi, dimana produk tersebut akan digunakan.
  4. Perbaikan model sesuai dengan temuan studi pendahuluan di lapangan.

Terdapat sembilan model pengembangan yang dijelaskan pada penelitian ini. Untuk membedakannya maka dibuatkan matriks perbandingan yang dapat di lihat pada tabel di bawah ini. Dari hasil perbandingan itu, maka peneliti memilih salah satu model pengembangan yang dianggap mampu mendukung pengembangan perangkat pembelajaran yang berbasis web dengan menggunakan aplikasi moodle.

Tabel. 2.1. Perbandingan Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Model Pengembangan
Langkah-Langkah Pengembangan
Thiagarajan

4D

Degeng Dick&

Carey

Kemp PPSI IDI Instruksional

Briggs

Model Bela H.Banathy Model Gerlach dan ely
Pembatasan

(Define)

Analisis awal akhir

Analisis siswa

Analisis konsep

Analisis tugas

Spesifikasi tujuan pembelajaran

Analisis tujuan dan analisis bidang studi

Analisis sumber belajar

Analisis karakteristik siswa

Menetapkan

tujuan belajar

dan isi

pembelajaran

Identifikasi tujuan pengajaran

Analisis instruksional

Identifikasi

tingkah laku

siswa

Merumuskan

tujuan kinerja

Identifikasi masalah

Analisis siswa

Analisis tugas

Merumuskan

indikator

Perumusan tujuan Identifikasi masalah

Analisis

setting

Pengelolaan

tugas

Identifikasi kebutuhan

Perumusan

tujuan

Merumuskan

tujuan

Merumuskan

tujuan

Menentukan isi

materi dan

kemampuan

awal

Rancangan

(Design)

Penyusunan

tes

Pemilihan

media

Pemilihan

format

Perencanaan

awal

Menetapkan

strategi

pengorganisa

ian dan isi

pembelajaran

Menetapkan

strategi

penyampaian

isi

Menetapkan

strategi

pengelolaan

pembelajaran

Merancang

dan

elaksanaka

evaluasi

formatif

Menulis

perangkat

Memilih

pengajaran

Penyusunan

instrument

evaluasi

Strategi

pembelajaran

Merinci

pelayanan

penunjang

yang

diperlukan

Pengembangn

alat evaluasi

Penentua

metode

belajar

Pemilihan

media

Pemilihan media

Perencanaan

kegiatan belajar

mengajar

Penentuan

kondisi

belajar

Mengembang

kan tes

Menganalisis

Kegiatan

belajar

Menentukan

teknik dan

strategi

Pengelompokan

belajar

Penentuan

waktu,ruang dan

memilih media

Pengembangan

(Develop)

Penilaian ahli

Uji coba

Pengukuran

hasil belajar

Pengembangn

tes acuan

Pengembangn

strategi

pengajaran

Revisi

pengajaran

Menyiapkan evaluasi hasil belajar dan hasil program

Melaksanakan

kegiatan revisi

perangkat

pembelajaran

Kegiatan belajar

Pengembangn

program

kegiatan

pelaksanaan

pengembangn

Uji coba

Analisis

hasil

Revisi

Pengembangn

media

Evaluasi

Uji coba dan

revisi

Melaksanaka

kegiatan dan    mengetes

Mengadakan

perbaikan

Mengevaluasi

hasil belajar dan

menganalisis

umpan balik

Penyebaran

(Dessiminate)

Menyebarkan

Perangkat

Menyebarkan

perangkat

Menyebarkan

perangkat

Menyebarkan

perangkat

Menyebar

kan

perangkat

C. Pembelajaran Biologi Berbasis Web dengan Menggunakan Aplikasi Moodle.

Ada berbagai jenis konsep penggunaan ICT yang secara langsung dan tidak langsung memberikan pengaruh pada penyelenggaraan pendidikan yang mengarah pada peningkatan kulitas. (Indrajit & Jokopranoto. 2006 : 346)

1)   Media simulasi, Konsep pertama adalah penggunaan ICT sebagai media untuk membantu guru dalam menyelenggarakan pelajaran. Media simulasi mencakup CAD/CAM, simulation game, multimedia  presentation, interactive study case, dan lain sebagainya.

2)   Course Management, Konsep pengunaan ICT ke dua adalah membantu pengajar maupun peserta didik melakukan interaksi , kerjasama, dan komunikasi dalam menyelenggarakan sebuah kelas dengan mata pelajaran tertenu.

3)   Virtual class, Konsep selanjutnya adalah dimungkinkannya menyelenggarakan kelas maya atau virtual class dengan memanfaatkan teknologi informasi.contohnya adalah pemberian tugas dan penyelenggaran kuis secara online.

. Aplikasi moodle pertama kali dikembangkan oleh Martin Dougiamas pada Agustus 2002 dengan Moodle Versi 1.0. Saat ini moodle bisa dipakai siapa saja secara open source. Sistem yang dibutuhkan agar aplikasi moodle ini dapat berjalan dengan baik adalah :

1.  Apache Web Server

2.  PHP

  1. Database MySQL atau PostgeSQL

D. Kerangka Berpikir

Proses pembelajaran  Biologi di kelas program Internasional SMA Negeri 1 palopo yang mengacu pada dua kurikulum yang berbeda yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan Kurikulum Internasional Cambridge University pada level IGCSE (International Group Course  Secondary Examination. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah merancang atau mendesain perangkat  pembelajaran  berbasis web dengan berfokus pada penggunaan aplikasi MOODLE dengan tujuan untuk mengefektifkan waktu. Selain itu, bagaimana menghasilkan perangkat pembelajaran yang mempunyai nilai kevalidan, dan kepraktisan, serta keefektifan sehingga perangkat ini layak untuk digunakan.

  1. III. Metodelogi Penelitian
  2. A. Jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reseach and Development). Bertujuan untuk mengembangkan dan mendesain perangkat pembelajaran biologi berbasis web dengan menggunakan aplikasi moodle, pada pokok bahasan sistem pencernaan makanan yang meliputi pengembangan RPP, bahan ajar dalam bentuk non cetak (Buku siswa, Lembar  Kegiatan Siswa)

B. Lokasi penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di  SMA Negeri 1 Palopo. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Internasional semester genap tahun ajaran 2010-2011.

C. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran dengan aplikasi Moodle

Pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (4-D) dalam Eka     (2008). yang terdiri dari tahapan pendefenisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Develop) dan tahap penyebaran (Disseminate) seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Uji coba perangkat pembelajaran di lapangan berupa RPP, Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa dan power point berdasarkan waktu pertemuan disesuaikan dengan jam pembelajaran yang ada di sekolah.

D. Instrumen pengembangan perangkat dan teknik pengumpulan data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tes penguasan bahan ajar, Lembar validasi perangkat pembelajaran, Lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran, Lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, Lembar aktivitas siswa, Angket respon siswa. Seluruh instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terlebih dahulu melalui proses validasi ahli dan praktisi. Data hasil validisi inilah kemudian dilakukan revisi kecil sesuai saran para ahli.

E. Teknik analisis data

Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan diarahkan untuk menjawab pertanyaan “apakah perangkat pembelajaran Biologi dengan menggunakan aplikasi moodle yang sedang dikembangkan sudah valid, praktis, dan efektif atau belum?”.

  1. 1. Analisis hasil belajar
  2. Analisi tes penguasaan bahan ajar. Analisis data hasil belajar siswa secara deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan ketuntasan  hasil belajar siswa. Standar nilai kriteria ketuntasan minimal di SMA Negeri 1 Palopo untuk semua  mata pelajaran adalah 75. Model soal yang digunakan penelitian ini adalah pilihan ganda sebanyak 40 butir soal.
    1. Analisa data kevalidan. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam proses analisis data kevalidan adalah sebagai berikut:
      1. Melakukan rekapitulasi hasil penilaian ahli dan praktisi ke dalam table yang meliputi: aspek (Ai), kriteria (Ki), hasil penilaian validator (Vij).
      2. Mencari rerata hasil penilian ahli dan praktisi untuk setiap kriteria dengan rumus:

= rerata kriteria ke i

= skor hasil penilaian terhadap kriteria ke-i oleh penilai ke-j

banyaknya penilai

  1. Kategori validitas setiap kriteria, setiap aspek, atau keseluruhan aspek ditetapkan sebagai berikut (sumber, Nurdin, 2007):

4,5 ≤ M ≤ 5                 sangat valid

3,5 ≤ M < 4,5              valid

2,5 ≤ M ≤ 3,5              cukup valid

1,5 ≤ M ≤ 2,5              kurang valid

1 ≤  M < 1,5                tidak valid

Kriteria yang digunakan untuk memutuskan bahwa perangkat pembelajaran memiliki derajat validitas yang memadai adalah

(i)       nilai  untuk keseluruhan aspek minimal berada dalam kategori cukup valid, dan

(ii)     nilai  untuk setiap aspek minimal berada dalam kategori valid.

  1. F. Analisis data kepraktisan

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam proses analisis data keterlaksanaannya adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan rekapitulasi hasil pengamatan keterlaksanaan ke dalam tabel yang meliputi: 1) aspek (), 2) kriteria ()
  2. Mencari rerata setiap aspek pengamatan setiap pertemuan dengan rumus:

= rerata aspek ke I pertemuan ke m

= hasil pengamatan untuk aspek ke-i kriteria ke-j

banyaknya kriteria dalam aspek ke-i

d. Menentukan kategori keterlaksanaan setiap aspek atau keseluruhan aspek dengan mencocokkan rerata setiap aspek  ( atau rerata total aspek () dengan kategori validitas yang ditetapkan.

e. Kategori validitas setiap kriteria, setiap aspek, atau keseluruhan aspek ditetapkan sebagai berikut:          1,5 ≤ M ≤ 2,0  terlaksana seluruhnya

0,5 ≤ M ≤ 1,5  terlaksana sebagian

0,0 ≤ M ≤ 0,5  tidak terlaksana

Kriteria yang digunakan untuk memutuskan bahwa sumber belajar memiliki keterlaksanaan yang memadai adalah X minimal berada dalam kategori terlaksana sebagian. Jika nilai X berada dibagian kategori lainnya, maka perlu dilakukan revisi dengan melihat kembali aspek-aspek yang nilainya kurang.

G. Analisis data keefektifan

Keefektifan perangkat pembelajaran biologi dengan menggunakan aplikasi moodle melalui empat komponen data, yaitu hasil belajar siswa, aktivitas siswa, respon siswa, dan pengelolaan pembelajaran.

1).  Analisa penguasaan konsep. Analisa penguasaan konsep diarahkan pada pencapaian hasil belajar secara individual dan klasikal. Seorang siswa dikatakan berhasil dalam belajar biologi apabila memperoleh nilai KKM ³ 75. Pembelajaran dikatakan berhasil secara klasikal jika minimal 85% siswa mencapai skor minimal 75.

2). Analisa data aktivitas guru. Penilaian dilakukan dengan mengamati kelas setiap kali tatap muka. Pengamatan dilakukan oleh observer yang sudah dilatih sehingga dapat mengoperasikan lembar pengamatan secara benar. Pengamatan dilakukan terhadap kemampuan guru mengelola pembelajaran yang dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dari hasil penilaian observer ditentukan nilai rerata hasil pengamatan kemampuan guru (KG). selanjutnya nilai KG dikonfirmasikan dengan interval penentuan kategori kemampuan guru mengelola pembelajaran yang dikutip dari Nurdin (2007). Yaitu :

3,5 ≤ KG ≤ 4               berarti sangat tinggi

2,5 ≤ KG ≤ 3,5            berarti tinggi

1,5 ≤ KG ≤ 2,5            berarti sedang/cukup tinggi

KG < 1,5            berarti rendah/tidak tinggi

Kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa aktivitas guru mengelola pembelajaran memadai adalah nilai aktivitas guru minimal berada dalam kategori tinggi berarti penampilan guru dapat dipertahankan.

3). Analisa data aktivitas siswa

Menghitung frekuensi rata-rata aspek tiap pertemuan dilakukan dengan cara menjumlahkan frekuensi aspek yang dimaksud dibagi banyak siswa yang diamati dan menghitung persentase aspek tiap pertemuan. Kriteria pencapaian waktu ideal aktivitas siswa dan guru, sebagai berikut:

1)   Waktu ideal yang digunakan siswa untuk mendengarkan atau memperhatikan pengantar guru secara klasikal adalah 10 menit atau 11% dari waktu yang tersedia pada setiap pertemuan. Batas toleransi pencapaian waktu ideal aktivitas siswa ditetapkan dari 6%-16%.

2)   Waktu ideal yang digunakan siswa dalam kegiatan memperhatikan atau mendengarkan presentasi materi oleh guru untuk menemukan pengetahuan adalah 25 menit atau 27,77% dari waktu yang telah tersedia pada setiap pertemuan, sehingga batas toleransi pencapaian waktu ideal aktivitas siswa ditetapkan dari 22,7% – 32,77 %

3)   Waktu ideal yang digunakan siswa untuk melakukan diskusi (menjelaskan, bertanya, menjawab pertanyaan, memberikan tanggapan) untuk menyusun persetujuan adalah 20 menit atau 22,22% dari waktu yang tersedia pada setiap pertemuan, sehingga batas toleransi pencapaian waktu ideal aktivitas siswa ditetapkan dari 17,22% – 27,22 %.

4)   Waktu ideal yang digunakan siswa untuk menyelasaikan , memperhatikan pembahasan masalah awal, soal-soal LKS, sebagai proses awal/sedang/pemantapan konstruksi pengetahuan secara mandiri atau kelompok adalah 20 menit atau 22,22 % dari waktu yang  telah  tersedia pada setiap pertemuan, sehingga batas toleransi pencapaian waktu ideal aktivitas siswa ditetapkan dari 17,22% – 27,22 %.

5)   Waktu ideal yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan refleksi diri sebagai proses akhir/pemantapan konstruksi akhir pengetahuan secara mandiri adalah 15 menit atau 16,67 % dari waktu yang telah  tersedia pada setiap pertemuan, sehingga batas toleransi pencapaian waktu ideal aktivitas siswa ditetapkan dari 11,67 % – 21,67 %.

6)   Waktu ideal yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan lain, misalnya tidak memperhatikan penjelasan guru, atau melaukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan KBM (seperti ngantuk, tidur, ngobrol, melamun, dan sebagainya) adalah 0 menit atau 0% dari waktu yang tersedia pada setiap pertemuan, sehingga batas toleransi pencapaian waktu ideal aktivitas siswa, ditetapkan dari  0 % – 5%.

4).  Analisa Data Respon Siswa terhadap perangkat pembelajaran

Data respons siswa terhadap pembelajaran terbagi atas tiga aspek, yaitu : (1) respons siswa terhadap buku siswa, (2) respons siswa terhadap LKS, (3) respon siswa terhadap media power point, dan (4) respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis web dengan menggunakan aplikasi moodle. Kriteria yang ditetapkan untuk menyatakan bahwa para siswa memiliki respon positif terhadap perangkat pembelajaran adalah lebih dari 50% dari jumlah siswa memberi respon positif terhadap minimal 70% jumlah aspek yang ditanyakan pada buku siswa, LKS, dan  power point serta pembelajaran dengan aplikasi moodle terpenuhi yakni 50% siswa memberi tanggapan posistif terhadap minimal 70% pernyataaan yang diberikan.

  1. IV. Hasil Dan Pembahasan

A. Deskripsi Hasil Pendefinisian

  1. Analisis  awal akhir. Berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan, menunjukkan bahwa  SMA Negeri 1 Palopo sebagai  salah satu sekolah yang memiliki sarana dan prasarana representatif untuk  pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Information Communication of Technology (ICT)
  2. Analisis siswa. Analisis siswa dilakukan untuk menelaah karakteristik siswa berupa pengetahuan (pengalaman belajar) dan perkembangan siswa dalam proses belajar mengajar untuk semua mata pelajaran khususnya mata pelajaran  biologi.
  3. Analisis Materi. Materi yang diangkat dalam penelitian ini adalah Sistem Pencernaan Makanan, berada pada kelas XI semester genap, sesuai kurikulum KTSP.
  4. Analisis Tugas. Disesuaikan berdasarkan analisis materi yaitu pokok bahasan sistem pencernaan makanan, Rincian dan langkah-langkah pengerjaan tugas pada setiap pertemuan pada dasarnya sama, yaitu siswa men-download materi terlebih dahulu kemudian mengerjakannya secara on-line seperti kuis dan LKS, lalu setelah mengerjakan tugas tersebut jawabannya kemudian di-upload kembali ke alamat yang sama yaitu localhost// adimoodle. lama waktu dibutuhkan untuk  mengerjakan tugas tersebut berkisar antara 10 – 20 menit.

B. Deskripsi  Hasil Tahap Perencanaan

  1. Penyusunan tes. Kisi-kisi tes disusun berdasarkan spesifikasi tujuan pembelajaranyang di dalamnya berisi sebuah peta penyebaran butir pertanyaan dan terlebih dahulu divalidasi oleh ahli. pada penelitian ini menggunakan kata-kata operasional Bloom baru dan revisinya dengan tingkat ranah kognitif kategori C1-C6 (ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi). Tatang. 2010
  2. Pemilihan media. Media pembelajaran yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran biologi meliputi: media power point yang digunakan dalam penyampaian materi, serta media aplikasi moodle.
  3. Pemilihan format. Format rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan prosedur format KTSP, berisi: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, alat dan sumber belajar, serta penilaian. Sedangkan format buku siswa dibuat bergambar sehingga siswa akan tertarik dan termotivasi untuk belajar, dan lembar kegiatan siswa adalah satu rangkaian dengan buku siswa dibuat lebih menarik dan menantang sehingga siswa dapat membangun  pengetahuannya sendiri.
  4. Rancangan awal. Kegiatan utama dalam tahap akhir kegiatan perencanaan adalah penyusunan perangkat pembelajaran. Pada tahap ini dihasilkan rancangan awal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk 4 kali pertemuan dan 1 kali pertemuan untuk tes hasil belajar. Buku Siswa (BS),  Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan power point dibuat dan ditampilkan untuk setiap pertemuan sesuai indikator pencapaian.
  5. C. Deskripsi Hasil Tahap Pengembangan
    1. 1. Hasil  validasi ahli untuk perangkat pembelajaran

Validasi dilakukan oleh para ahli (validator) sesuai kompetensi yang dimiliki, bertujuan untuk melihat  validitas pembelajaran, isi, dan bahasa yang mencakup semua perangkat yang dikembangkan. Hasil  validasi para pakar digunakan sebagai dasar untuk melakukan revisi dan penyempurnaan terhadap perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran hasil revisi berdasarkan masukan dari para  validator ini selanjutnya diuji cobakan.

Tabel 4.1  Analisis Hasil  Validasi  Perangkat RPP

NO ASPEK YANG DINILAI KATEGORI
1 Kompetensi Dasar
a Kejelasan rumusan kompetensi dasar 5.00 S. valid
2 Indikator Pencapaian Kompetensi  Dasar
a Ketepatan Penjabaran kompetensi dasar dalam indikator 4.33 valid
b Kesesuaian indikator dengan waktu yang disediakan 4.67 S.  valid
c Kejelasan rumusan indikator 5.00 S.  valid
d Keterukuran indikator 4.33 valid
e Kesesuaian indikator dengan   perkembangan kognitif siswa 4.67 S.  valid
3 Isi dan Kegiatan Pembelajaran
a Kebenaran isi/materi pembelajaran 4.67 S.  valid
B Sistematika penyusunan rencana pembelajaran 4.33 S.  valid
c Kesesuaian materi pembelajaran dengan indikator 5.00 S. valid
d Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif 4.33 Valid
e Pemilihan strategi, pendekatan, metode dan sarana pembelajaran dilakukan dengan tepat, sehingga memungkinkan siswa aktif belajar 4.33 Valid
f Kejelasan kegiatan guru dan siswa pada setiap tahapan pembelajaran 4.67 S. valid
g Kegiatan guru dan siswa dirumuskan secara jelas dan operasional, sehingga mudah dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran 4,67 S.  valid
h Kesesuaian alokasi waktu yang digunakan 4.33 Valid
i Memberikan kesempatan bertanya dan mengajukan ide kepada siswa 4.33 Valid
4 Bahasa
a Penggunaan bahasa ditinjau dari penggunaan kaidah bahasa Indonesia 4.33 Valid
b Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif 4.67 S.  valid
c Kesederhanaan struktur kalimat 4.67 S.  valid
5 Waktu
a Kesesuaian alokasi waktu yang digunakan 4.67 S.  valid
b Rincian waktu untuk setiap tahapan  pembelajaran 4.67 S.  valid
6 Penutup
a Mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman  materi pembelajaran 4.67 S.  valid
b Memberikan tugas pekerjaan rumah 5.00 S.  valid

Tabel 4.2 Analisis Hasil Validasi Buku Siswa

NO ASPEK YANG DINILAI KATEGORI
1 Format
  1. Kejelasan Pembagian materi
4.67 S. valid
b.   Memiliki daya tarik 4.67 S.  valid
c.   Sistem penomoran jelas 3.33 C.  valid
d.  Kesesuaian antara teks dan  ilustrasi masalah kontekstual 4.33 valid
e.   Pengaturan ruang/tata letak 3.67 valid
f.   Jenis dan ukuran huruf sesuai 4.33 valid
2 Bahasa
a. Penggunaan bahasa ditinjau dari penggunaan kaidah bahasa Indonesia 4.33 valid
  1. Kejelasan petunjuk/arahan, komentar dan penyelesaian masalah
4.33 valid
c.  Kesederhanaan Struktur kalimat 4.33 valid
  1. Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif
4.33 valid
3 Ilustrasi
a.  Dukungan ilustrasi 4.33 valid
b.  Memiliki tampilan yang jelas 4.33 valid
c.  Mudah dipahami 4.67 S. valid
4 Isi
a.  Karakteristik masalah
- Menarik minat siswa 4.33 valid
- Kesesuaian urutan materi 4.67 S.  valid
- Keterkaitan masalah 4.33 valid
- Materi dikelompokkan dalam  bagian-  bagian yang logis 4.33 valid
b.  Pembelajaran
- Penetapan kompetensi dasar dan indikator 4.00 valid
- Pengajuan masalah 4.33 valid
- Pertanyaan dan arahan langkah-langkah   menyelesaikan masalah 4.00 valid
- Hubungan antara materi 4.33 valid
- Kesesuaian masalah dengan indikator 4.67 valid
c.   Penutup
Latihan soal menunjang materi dan sesuai dengan  indikator 4.67 S.valid
Tabel 4.3. Analisis Hasil  Validasi LKS
NO ASPEK YANG DINILAI X KATEGORI
1 Format
a.    Sistem Penomoran jelas 4.33 Valid
b.    Petunjuk penyelesaian masalah jelas 4.33 Valid
c.    Pengaturan ruang/tata letak 4.33 Valid
2 Bahasa
a. Penggunaan bahasa ditinjau dari penggunaan kaidah bahasa Indonesia 4.33 Valid
b. Kejelasan petunjuk/arahan, komentar dan penyelesaian masalah 4.00 Valid
c.  Kesederhanaan Struktur kalimat 4.33 Valid
3 Isi
a.     Penetapan aspek isi jelas 4.67 S.  valid
b.     Kesesuaian urutan penyelesaian masalah 4.33 Valid
c.   Urutan kerja jelas 4.33 Valid

Tabel 4.4. Analisis Hasil Validasi Power Point

NO ASPEK YANG DINILAI KATEGORI
1 Format
a Kesesuain aktivitas  dengan tujuan 4.33 Valid
b Manfaat terhadap pembelajaran 4.33 Valid
c Keterbacaan/kejelasan baasa 4.0 Valid
d Peranan power point dalam meningkatkan minat belajar siswa 4.67 S. Valid
2 Bahasa
a Penggunaan bahasa ditinjau dari penggunaan kaidah bahasa Indonesia 4.67 S. Valid
b Kejelasan petunjuk/arahan, komentar dan penyelesaian masalah 4.67 S. Valid
c Kesederhanaan struktur kalimat 4.33 Valid
d Mendorong minat siswa untuk belajar 4.67 S. Valid
e kalimat yang disajikan dalam power point tidak mengandung arti ganda 4.33 Valid
f Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif 4.33 Valid
3 Ilustrasi
a Dukungan ilustrasi 4.67 S. Valid
b Memiliki tampilan yang jelas 4.67 S. Valid
c Mudah dipahami 4.0 Valid
4 Isi/Materi
a Kebenaran isi 4.33 Valid
b Materi yang disajikan sesuai dengan KD yang ingin dicapai 4.67 S. Valid
c Tampilan materi yang disajikan menarik untuk disimak 4.33 Valid
d Kelayakan kelengkapan belajar 4.67 Valid
5 Waktu
Rasionalisasi waktu yang digunakan untuk menyajikan power point 4.33 Valid

Tabel 4.5. Analisis Hasil Validasi Media Aplikasi Moodle

NO ASPEK YANG DINILAI KATEGORI
1 Isi
a. Topik pembelajaran dinyatakan secara jelas 5.00 valid
b. Urutan topik pembelajaran dinyatakan 4.67 valid
c.Alokasi waktu pada setiap topik ditentukan dengan jelas 5.00 S. valid
2 Tampilan dan Tata Letak
a. Menggunakan unsur grafis dan media yang sesuai 4.33 valid
b.Halaman web quis bisa diakses dengan halaman yang lain 5.00 S. valid
3 Konektifitas
a. Menggunakan web server apche local 5.00 S. valid
b. Menggunakan control panel XAMPP 5.00 S. valid

2. Analisis Hasil Uji Coba

Perangkat yang dihasilkan sebagai prototipe I yang telah direvisi berdasarkan saran atau masukan dari para ahli selanjutnya disebut prototipe II, kemudian diujicobakan pada siswa kelas XI Internasional SMA Negeri 1 Palopo semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Uji coba pada tahap pengembangan ini dilakukan oleh guru model sebanyak 2 orang  yang mengajar pada kelas XI IPA program reguler, serta melibatkan guru mata pelajaran biologi dan TIK sebagai pengamat (observer) keterlaksanaan perangkat. Pada pertemuan ke 5 diberikan tes hasil belajar untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan, sekaligus menjadi faktor penentu keefektifan perangkat.

a. Analisis Kepraktisan

Tujuan utama  analisis data keterlaksanaan perangkat hasil uji coba adalah untuk melihat tingkat kepraktisan perangkat. Namun demikian, untuk lebih memberikan penekanan bahwa lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat yang digunakan memenuhi realibilitas secara empiris, maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan realibiltas instrumen berdasarkan data hasil uji coba. Jika hasil perhitungan realibilitas memberi kesimpulan bahwa instrumen tersebut tidak realibel, maka data hasil uji coba belum layak dipergunakan untuk menilai kepraktisan perangkat pembelajaran.

  1. b. Analisa Keefektifan

Berikut ini akan dikemukakan hasil uji keefektifan perangkat pada tiap uji coba dilakukan pada pembelajaran biologi  materi sistim pencernaan makanan dengan menggunakan aplikasi moodle.

1) Respon Siswa

Respon siswa terhadap perangkat pembelajaran di bagi dalam 4 aspek yaitu respon siswa terhadap buku siswa, respon siswa terhadap LKS, respon siswa terhadap power point, dan respon terhadap pembelajaran.

Respon Respon siswa terhadap
Buku siswa LKS Power point Pembelajaran
f % F % f % f %
Sangat positif 11 39.29 10 35.71 10 35.71 18 64.29
Positif 15 53.57 18 64.29 18 64.29 10 35.71
Cukup positif 2 7.14 0 0 0 0 0 0
Jumlah 28 100 28 100 28 100 28 100

2) Respon Guru

Angket respon guru diberikan untuk memberikan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran dan perangkat yang telah di ujicobakan. Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah guru yang menjadi model dalam uji coba perangkat. Adapun respon yang diberikan oleh guru terhadap perangkat pembelajaran dalam hal ini RPP,  buku siswa, LKS, power point, dengan menggunakan aplikasi moodle adalah sangat baik atau mendukung.

3) Tes Penguasaan Siswa Terhadap Materi Pelajaran

Hasil analisis deskriptif secara kuantitatif penguasaaan materi sistem pencernaan makanan setelah diberi tindakan pada tes hasil belajar kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 16, maka diperoleh data yang dapat dilihat pada Tabel 4.11di bawah ini.

Tabel 4.7  Statistik Tes Hasil Belajar Biologi

Variabel Nilai statistik
Skor ideal

Rata-rata

Standar deviasi

Varians

Rentang skor

Skor maksimun

Skor minumun

Jumlah siswa yang tuntas

Jumlah siswa yang tidak tuntas

100

80,09

9,04

81,71

37,50

90.00

52.00

28

3

Nilai prestasi hasil belajar yang dipaparkan pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai < 75 maka dikategorikan ke dalam kelompok siswa tidak tuntas, dan jika siswa memperoleh nilai ≥ 75 siswa dikatakan tuntas.

  1. D. Deskripsi Hasil Tahap Penyebaran (disseminate)

Tahap penyebaran (disseminate) merupakan tahap penggunaan perangkat yang telah dikembangkan setelah dilakukan ujicoba selama empat kali. Uji coba dilakukan di  kelas XI Internasional SMA Negeri 1 Palopo. Tahap penyebaran ini dilakukan di SMA Negeri 1 Palopo yang diikuti oleh 68 orang guru.

  1. E. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil olah data yang dipaparkan pada masing-masing tabel hasil analisis untuk kriteria tingkat keterukuran kevalidan, tingkat kepraktisan, dan tingkat keefektifan  perangkat dan media pembelajaran, serta instrumen penelitian yang dihasilkan, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. 1. Kevalidan
  2. Perangkat, Perangkat pembelajaran berupa RPP, buku siswa, LKS, media power point dan media aplikasi moodle yang dihasilkan pada penelitian ini  merupakan produk pengembangan prototife I. Hasil revisi ini merupakan produk pengembangan prototife II yang siap untuk diuji cobakan. Berdasarkan hasil penilaian oleh para validator, menunjukkan bahwa keseluruhan komponen pada setiap aspek yang terdapat pada perangkat pembelajaran dinyatakan valid. Berikut ini akan  diuraikan mengenai tingkat kevalidan perangkat dan media pembelajaran yang dihasilkan.
  3. Hasil validasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Setelah melalui proses analisis dan olah data diperoleh nilai rata-rata kevalidan pada setiap komponen yang pada setiap aspek berada pada rentang antara  4,33 – 5,00, dengan nilai ideal 5. Hal menunjukkan bahwa derajat kevalidan berada pada rentang kategori valid dan sangat valid yaitu (3,5≤M≤4,5 – 4,5≤M≤5). Meskipun hanya memperoleh nilai dengan kategori valid namun RPP ini sudah layak untuk diuji cobakan.

b. Buku siswa, setelah melalui proses analisis dan olah data diperoleh nilai rata-rata kevalidan pada setiap komponen yang ada pada setiap aspek berada pada rentang antara  3,33 – 4,67, dengan nilai ideal 5. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat derajat kevalidan berada pada rentang kategori cukup valid, valid dan sangat valid yaitu (2,5≤M≤3,5 – 4,5≤M≤5). Namun demikian,  perangkat ini dinyatakan layak untuk digunakan setelah melalui proses revisi dengan mengacu pada saran hasil validasi ahli.

c. LKS, setelah melalui proses analisis dan olah data, diperoleh nilai rata-rata kevalidan pada setiap komponen yang ada pada setiap aspek berada pada rentang antara  4,00 – 4,67, dengan nilai ideal 5. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat derajat kevalidan berada pada rentang kategori valid dan sangat valid yaitu (3,5≤M≤4,5 – 4,5≤M≤5). Namun demikian perangkat ini dapat digunakan dalam ujicoba.

d. Media power point, setelah melalui proses analisis dan olah data, diperoleh nilai rata-rata kevalidan pada setiap komponen yang ada pada setiap aspek berada pada rentang antara  4,00 – 4,67, dengan nilai ideal 5. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat derajat kevalidan berada pada rentang kategori valid dan sangat valid yaitu (3,5≤M≤4,5 – 4,5≤M≤5).  Dari hasil analisis ini maka dapat dinyatakan bahwa media power point ini layak untuk digunakan.

e. Aplikasi Moodle, setelah melalui proses analisis dan olah data, diperoleh nilai rata-rata kevalidan pada setiap komponen yang ada pada setiap aspek berada pada rentang antara  4,33 – 5,00 dengan nilai ideal 5. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat derajat kevalidan berada pada rentang kategori valid dan sangat valid yaitu (3,5≤M≤4,5 – 4,5≤M≤5)

2) Instrumen. Instrument yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari : instrument tes penguasan bahan ajar, lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi, keterlaksanaan perangkat pembelajaran, lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, lembar aktivitas siswa, angket respon siswa. Berdasarkan hasil validasi ahli untuk setiap instrument yang digunakan  berada pada rentang interval antara 3,5  ≤  M  ≤  4,5 hingga 4,5  ≤  M  ≤  5, artinya bahwa rata-rata keseluruhan komponen yang divalidasi berada pada kategori  valid dan sangat valid dan layak untuk digunakan.

  1. 2. Kepraktisan

Secara umum hasil uji coba untuk kriteria kepraktisan telah memenuhi kiteria, komponen kepraktisan buku siswa, LKS, power point, dan  media aplikasi moodle, ditentukan oleh dua hal, yaitu berdasarkan penilaian ahli dan praktisi, yang dinilai secara umum berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sebagai ahli, dan praktisi, serta hasil pengamatan keterlaksanaan bahan ajar pada saat proses pembelajaran atau uji coba berlangsung.

Berdasarkan penilaian umum terhadap semua komponen yang divalidasi, pada umumnya semua validator memberikan penilaian bahwa komponen yang dinilai dinyatakan layak untuk digunakan dengan revisi kecil. Hasil pengamatan dua orang pengamat terhadap keterlaksanaan perangkat pembelajaran biologi dengan menggunakan aplikasi moode yang telah di uji cobakan diperoleh hasil bahwa nilai keterlaksanaan perangkat untuk semua aspek dapat dikatakan memadai karena semua komponen-komponen pada setiap aspek yang menjadi penilaian dalam instrument, terlaksana seluruhnya dengan tingkat reliabilitas yang tinggi, dengan menunjukan rata-rata M = 1,94 yang berada pada rentang  1,5  ≤  M  ≤  2 yang berarti terlaksana seluruhnya, sehingga perangkat tersebut memenuhi kriteria kepraktisan.

Salah satu faktor yang memungkinkan sebagai penyebab ketidak terlaksananya komponen pada setiap aspek tersebut adalah faktor keterbiasaan guru yang mengajar mata pelajaran biologi secara langsung tanpa meggunakan media atau alat bantu seperti laptop atau komputer yang terkoneksi dengan jaringan LAN sehingga kebiasaan tersebut  terbawa saat uji coba ini dilakukan yang semestinya hal ini tidak dilakukan oleh karena semua fasilitas pendukung telah tersedia dalam aplikasi moodle sampai pada pengaturan waktu sekalipun.

  1. 3. Keefektifan

Dari uji coba yang telah dilakukan tergambar bahwa: (1) siswa sudah dapat melakukan aktivitas sendiri tanpa harus bergantung pada guru, namun demikian masi tetap dibawah kontrol atau pengawasan guru misalnya : dalam mengulangi materi power point, membaca buku siswa  , (2) siswa termotivasi dan sangat antusias belajar dengan aplikasi moodle karena mereka beranggapan bahwa ini adalah sebuah model pembelajaran baru yang sifatnya serius tetapi tetap santai, ini dapat dibuktikan pada saat pengerjaaan kuis dan LKS, karena siswa dibatasi oleh waktu dalam proses pengerjaannya maka mereka berupaya untuk menyelesaikan kuis dan LKS tersebut sebelum waktu habis. (3) siswa dapat belajar bermakna dan memungkinkan dapat menyimpan dalam memori jangka panjang lebih lama. Sebaiknya penyajian informasi yang tidak lengkap baik dibuku siswa maupun di LKS dapat menghambat proses pembelajaran, sehingga kreatifitas guru dalam menyusun perangkat pembelajaran sangat menentukan.

Beberapa kelebihan perangkat pembelajaran biologi dengan menggunakan aplikasi moodel yaitu siswa diberikan ruang untuk berpikir mandiri sehingga tidak menerima langsung jawaban dari temannya, ini dibuktikan pada saat guru memberikan pertanyaan, beberapa siswa yang mempunyai kemampuan berlogika yang baik, akan tetapi dalam pembelajaran langsung tanpa menggunakan media aplikasi moodle terkesan vakum dalam proses pembelajaran, namun pada pembelajaran ini justru siswa tersebut yang banyak memberikan argumen yang dapat diterima kebenarannya. Hal ini disebabkan oleh karena media ini mempunyai fasilitas yang mampu menampung pertanyaan dan jawaban mereka tanpa harus mengeluarkan suara.

Pengembangan perangkat pembelajaran dengan aplikasi moodle yang dihasilkan merupakan prototipe I, yang nantinya akan menjadi sebuah media yang berisikan perangkat pembelajaran, yang terlebih dahulu akan melalui proses  validasi para ahli yaitu : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa (BS), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan Power point. Hal ini sejalan dengan model pengembangan yang dipilh yaitu model pengembangan 4-D Tiagarajan, Semmel, dan Semmel 1974 dalam Trianto. 2008 : 104-105) pada tahapan perancangan (Design)  langkah ke empat yaitu pemilihan media yang sesuai dengan tujuan, untuk menyampaikan materi pelajaran.

V. PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Pengembangan perangkat pembelajaran biologi dengan menggunakan aplikasi moodle pada materi sistem pencernaan makanan  menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan, Semmel, dan Semmel, dalam hal  ini adalah : rencana pelaksanaan pembelajaran, buku siswa, lembar kegiatan siswa. Dalam penyampaian materi ajar menggunakan media power point. Metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran langsung yang berbasis web dengan menggunakan aplikasi moodle versi 1.9 yang didukung oleh software aplikasi lokal XAMPP wim 32 versi 1.7.3., yang  diakses dengan menggunakan browser mozilla firefox dengan akses  url http://localhost/adimoodle yang hanya diakses di SMA Negeri 1 Palopo. Setelah melalui tahap validasi ahli  dan uji coba pada semua aspek, diperoleh  rentang kategori penilaian antara valid dan sangat valid (3,5≤ M ≤4,5 hingga 4,5 ≤ M ≤ 5) dengan nilai ideal 5. Ini menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan memenuhu kriteria kevalidan dan layak untuk digunakan. Nilai kepraktisan perangkat pembelajaran  pada setiap aspek dan komponen adalah 1,9 – 2. Nilai ini berada pada  rentang kategori (1,5≤M≤2) yang berarti setiap komponen dalam setiap aspek terlaksana seluruhnya. Nilai keefektifan perangkat  dapat dilihat dari hasil perolehan rata-rata tes hasil belajar siswa yaitu 80,09, dengan nilai ideal 100 dengan standar deviasi 9,04.  Perangkat pembelajaran biologi menggunakan aplikasi moodle menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan memenuhi interval waktu dan dinyatakan valid, praktis, dan efektif dan layak dipergunakan.

  1. 2. Saran

Saran peneliti untuk menindak lanjuti hasil uji coba pengembangan perangkat pembelajaran bilogi dengan menggunakan aplikasi moodle, berdasarkan hasil olah data dan saran para ahli serta siswa dan guru  adalah sebagai berikut; 1) Pengembangan perangkat pembelajaran biologi dengan menggunakan aplikasi moodle hendaknya dikembangkan tidak pada materi sistem pencernaan makanan saja melainkan seluruh materi pelajaran biologi, dan jika perlu seluruh mata pelajaran menggunakan media aplikasi moodle dalam proses pembelajaran sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk menghindari kekosongan atau keterlambatan materi jika guru tidak dapat mengisi jam tugas mengajar mereka karena alasan tertentu.2) Diharapkan kepada para peneliti selanjutnya untuk mengujicoba produk pengembangan perangkat ini dengan penelitian eksprimen untuk memperoleh perangkat pembelajaran yang lebih valid, praktis dan efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Taksonomi Bloom.[tersedia di : http//www.wikipedia.com]. Diakses tanggal 1 April 2010

———–.2011. E-Learning dengan Moodle [tersedia di : www.infolinux.web.id/. On-line.] Diakses 15 Mei 2011

Arwiyani, 2010. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas VII1 SMP Negeri 1 Bontolempangan. Kec. Bontolempangan Kab. Gowa. Skripsi FMIPA UNM Makassar. Tidak diterbitkan.

Badan Standar Nasional Pendidikan, 2007. Pandun Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi. Jakarta : Depdiknas.

Bruce Joyce, Marsha W., Emily C. 2009. Models of Teaching. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Candra Ahmadi, Ahmad Sirojuddin, Djoko Suprajitno R, Achmad Affandi . 2010. Aplikasi Mobile Learning Berbasis Moodle dan MLE pada Pembelajaran Kedokteran Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta. Surabaya : Institut Teknologi Surabaya (ITS) [tersedia di : ahmadi09@mhs.ee.its.ac.id, shiro_jdn@elect-eng.its.ac.id, djoko@ee.its.ac.id, affandi@ee.its.ac.id]

Darmawan.2009. Desain Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Melalui Biologi Komunikasi. Bandung : Humaniora

Daryanto, 2009.  Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup

—————– Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Jakarta: AVPublisher.

Depdiknas, 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. On-line [tersedia di :http://alumni.smadangawi.net]. Diakses 20 November 2010.

Depdiknas. 2005. Undang-Undang Sisdiknas 2003 (UU RI No. 20 tahun 2003). Jakarta. Sinar Grafika.

Depdiknas. 2008. Pengembangan Bahan Ajar. Online [tersedia di :www.bced.gov.bc.ca/irp/appskil/asleares.htm]. Diakses, 1 Mei 2010.

Eka. 2008. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Web. Tesis. Perpustakaan Pascasajana Universitas Negeri Makassar. Makassar.

Eric Jensen. 2008. Brain-based Learning. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Harjanto.2005. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Jhon W.S. 2008. Psikologi Pendidikan Edisi kedua. Jakarta: Kencana.

Nurdin Ibrahim. 2007. Peningkatan Kualitas Belajar Melalui Teknologi Pembelajaran. Jakarta: PTKIP.

Ouda Teda Ena. 2005.Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi. Artikel.  Yogyakarta. ILCIC (Indonesian Language and Culture Intensive Course). Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

R.Eko Indrajit & R.Jokopranoto. 2006 Manajemen Perguruan tinggi Modern.  Yogyakarta. Andi offset

Richard I.A. 2008. Leraning To Teaching. Edisi Tujuh. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Riyana, Cepi. 2007. Peranan Teknologi dalam Pembelajaran . Online [tersedia di : http://www.Cepiyanana.blogspot.com]. Diakses, 1 Mei 2010

Sanjaya. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media Group.

—————– Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media Group

Sofan A. Ahmazi I.K. 2010. Konstruksi Pengembangan Pembelajaran. Jakarta: PT. Prestasi Pustaka.

Sudajana dan Rivai. 1997. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Bandung

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Suparlan. 2007. Penggunaan ICT dalam Proses Pembelajaran di Sekolah. Online [tersedia di :suparlan.com-artikel.htm]. Diakses, 1 Mei 2010

Suyanto, Asep Hermawan. 2007. Web Design Teory and Practics. Yogyakarta: Andi

Tatang. 2010. Taksonomi Bloom Baru.[ tersedia di :http://tatangmanguny’sblog] Diakses 1 April 2010.

Tim Global IT Solution, 2011. Manual Penggunaan Moodle. Payakumbuh Sumatera Barat : CV. Global access. Online diakses 15 Mei 2011

Tim penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Trianto. 2008. Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Kelas. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher.

Wibisono, Yudi. 2006. Petunjuk Singkat Penggunaan Aplikasi Moodle Bagi Pengajar. Online [tersedia di :Yudi@Upi.edu.UPI]. Diakses. 1 Mei 2010

Winastwan.2005. Belajar Sendiri Membuat CD Multimedia Interaktif untuk Bahan Ajar E-Learning. Jakarta: Alex Media Computindo

Yohanes. Moodle : Membuat Kuis Online dengan Mudah FMIPA UGM Yogyakarta, [tersedia di : yanto@ugm.ac.id, http://yanto.staff.ugm.ac.id] .online  diakses, 5 Mei 2011

This entry was posted in My Research. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>