THE RELATION BETWEEN ACTIVITIES AND AWARENESS TO MAINTAIN ENVIRONMENT AT THE STUDENTS FOLLOWING EXTRACURRICULAR ACTIVITY IN SENIOR HIGH SCHOOL 2 SENGKANG

INDO WARA

HAMZAH UPU

LAHMING

ABSTRACT

This study aimed to understand (1) how far the environmental activity levels of students, (2) how far the awareness level to maintain the environmental of students, (3) the relationship between student’s activity and their awareness to maintain environment of students, following extracurricular activity.

This study was quantitative research with correlational method.  The population of study were all Senior High School 2 Sengkang students who follow the extracurricular activity, such as scout, Youth Red Cross, nature lovers students.  The sampling technique was proporsional sampling.  The data obtained, then were analyzed by using Descriptive and Inferential Statistics.

Results fainding of study shows that : (1) student activities on environment is in high category, (2) students’ awareness on environment is in very aware category, (3) there are relationship between students’ activity on environment and awareness to maintain environment of students, who follow extracurricular activity is in Senior High School 2 Sengkang.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tuhan Yang Maha Kuasa telah menganugerahi bumi ini dengan kekayaan Sumber daya alam yang melimpah, baik di darat, perairan dan udara yang merupakan modal dasar, sekaligus modal utama untuk kehidupan manusia kearah yang lebih baik. Modal itu harus dipelihara, dilindungi, dan dilestarikan keberadaannya dan memanfaatkan secara efektif dengan hasil yang optimal bagi kesejahteraan umat serta kehidupan bagi mahluk hidup lainnya..

Kenyataan hari-hari menunjukkan hampir semua siswa ataupun lulusan sekolah belum menampilkan kinerja ramah lingkungan. Buktinya masih banyak siswa dengan seenaknya merobek-robek kertas dan membuangnya disembarang tempat dan bahkan botol-botol aqua, gelas-gelas minuman dan bungkusan makanan ringan sengaja ditumpuk di laci, meja ataupun dibiarkan berserakan di lantai, mereka tidak menyadari bahwa penumpukan sampah di laci akan menjadi habitat bagi nyamuk yang merupakan vektor bagi berbagai jenis penyakit.

SMA Negeri 2 Sengkang menerapkan kegiatan ekstrakurikuler yaitu Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) dan Siswa Pencinta Alam (Sispala) yang didampingi oleh masing-masing pembina.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, dan dengan  mengacu pada tujuan penelitian yang akan dicapai, maka dapat dirumuskan masalah penelitian  sebagai berikut.

  1. Sejauhmana tingkat aktivitas lingkungan pada siswa yang mengikuti  kegiatan  ekstrakurikuler di SMA Negeri  2 Sengkang.
  2. Sejauhmana tingkat kesadaran memelihara lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang.
  3. Apakah  terdapat  hubungan  antara  aktivitas  dan  kesadaran     memelihara lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan    ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengetahui  sejauhmana tingkat aktivitas lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan   ekstrakurikuler di SMA Negeri  2 Sengkang.
  2. Untuk mengetahui  tingkat kesadaran  memelihara   lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang
  3. Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas siswa dan kesadaran memelihara lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Aktivitas

Aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Aktivitas lingkungan siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk menjaga lingkungan . Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar.. (Suryono,2004)

B. Kesadaran Lingkungan

Mclisch (dalam Syarifuddi 2004). Membangun kesadaran siswa terhadap lingkungan memang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Perlu kerja sama dari semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun perusahaan. Perlu waktu yang cukup panjang untuk pelan-pelan membangun kesadaran itu. Perlu contoh dan tauladan yang positif dan konsisten dari pihak-pihak pengambil kebijakan.

C  Pendidikan Lingkungan dan Pengelolaan Lingkungan

Realita sehari-hari menunjukkan hampir semua lulusan sekolah belum menampilkan kinerja “ramah lingkungan”. Secara hipotetik dapat dikatakan, program lingkungan jalur sekolah “belum jalan”.

D. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup bukan merupakan mata pelajaran tetapi lebih merupakan program pendidikan untuk menciptakan kondisi dan suasana kondusif bagi penerapan nilai-nilai perhatian dan kepedulian tentang permasalahan penduduk dan lingkungan hidup. (Warnadi., Sunarto, dan Muchlidawati 1997: 96).

E. Pengetahuan Lingkungan

Lingkungan merupakan ruang yang ditempati manusia bersama mahluk hihup lainnya tentu tidak dapat berdiri sendiri dalam dalam proses kehidupan tetep saling berinteraksi fdan saling membutuhkan satu dengan lainnya.. (Sumarlin, 2009).

F. Pemeliharaan  Lingkungan

Kerusakan lingkungan kelihatannya merupakan suatu proses yang tidak dapat dihindari, karena manusia hidup berinteraksi dengan alam dan lingkungannya. Hanya saja, harus ada upaya untuk mengendalikan dampak lingkungan tersebut supaya mempunyai dampak yang kecil terhadap habitat kehidupan di alam ini (Widagdo, B. 2011)

G. Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler

Pengertian ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah / madrasah.

Kerangka Pikir

Kegiatan Ekstrakurikuler
Aktivitas lingkungan

Siswa SMA Neg 2 Sengkang

Kesadaran Memelihara Lingkungan

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

H. Hipotesis Penelitian

Adapun hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut.

Terdapat hubungan antara aktivitas dengan kesadaran memelihara  lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA  Negeri 2 Sengkang dengan rumus statistik yaitu:   Ho : ß = 0   Vs  H1 : ß ≠ 0

METODELOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan variabel Y. Metode ini digunakan dengan berdasar pada permasalahan penelitian yakni permasalahan 1 dan 2 bersifat deskriptif sementara permasalah 3 bersifat korelasional.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sengkang Kabupaten Wajo dengan fokus kepada siswa kelas  XII,  XI. X yang mengikuti kegiatan ektrakurikuler yaitu. Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Siswa Pencinta Alam (Sispala) tahun pelajaran 2011/2012

C . Populasi .dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah  siswa SMA Negeri 2 Sengkang yang berjumlah  787 siswa dengan rincian Sebagai berikut :

Tabel 3.1 Data Populasi Siswa Tahun Pelajaran  2011/2012

No Kelas Jumlah Siswa Jumlah
Laki-laki Wanita
1 XII IPA,IPS 89 154 243
2 XI IPA, IPS 107 145 252
3 X 107 185 292
Jumlah Total 787 Siswa

(Hasil survei Oktober 2011

Tabel 3.2  Data Populasi Siswa yang Mengikuti Ekstrakurikuler

No. Kegiatan Ekstrakurikulum Jumlah Siswa
1 Pramuka 183
2 PMR 126
3 Sispala 36
Jumlah 345

(Hasil survei Oktober 2011)

2. Sampel

Teknik pengambilan sampel adalah proporsional random dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menetapkan 3 kelompok kegiatan ekstrakurikuler yaitu: Pramuka, PMR dan Sispala sebagai populasi.
  2. Memilih secara proporsional masing-masing 15% dari setiap kelompok ekstrakurikuler yang dimaksud pada langkah 1 sehingga terpilih kelompok pramuka 28  siswa, PMR 19  siswa dan Sispala 5 siswa dengan total sampel 52 siswa.
  3. Sampel yang dipilih pada langkah ke 2 merupakan sampel penelitian.

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian berupa aktivitas lingkungan siswa (X), serta kesadaran memelihara lingkungan (Y) pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang

Y

X

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Keterangan:

X = Aktivitas lingkungan siswa

Y =  Kesadaran memelihara  lingkungan

E. Definisi Operasional

Secara operasional, variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut,

1. Aktivitas siswa

  1. Kesadaran Lingkunga
  2. Ekstrakurikuler

F. Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner Aktivitas

Secara keseluruhan angket ini berjumlah 25 item terdiri dari 15 item pertanyaan positif dan 10 item pertanyaan negatiff.

Kuesioner Kesadaran

Secara keseluruhan angket ini berjumlah 26 item terdiri dari 19 item pertanyaan positif dan 7 item pertanyaan negatif.

G. Instrumen penelitian

Tabel : 3.3  Bentuk Skala Indikator Aktivitas dengan Skor

Jawaban pertanyaan Pernyataan positif Pernyataan Negatif
Selalu

Sering

Jarang

Tidak pernah

5

4

2

1

1

2

4

5

Sumber: Modifikasi dan adopsi ( Sugiyono,2011)

Tabel : 3.4  Bentuk Skala Indikator Kesadaran dengan Skor

Jawaba pertanyaan Pernyataan positif Pernyataan Negatif
Sangat setuju

Setuju

Tidak setuju

Sangat tidak setuju

5

4

2

1

1

2

4

5

Sumber: Modifikasi dan adopsi ( Sugiyono,2011)

  1. Uji validitas instrumen

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa, harga rxy yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan harga tabel product moment dengan taraf signifikansi 5% atau taraf kepercayaan 95%. Jika  rxy > r tabel maka instrumen pernyataan tersebut dinyatakan valid. Nilai r tabel dengan N= 30 dan tarif signifikannya 5% adalah 0.361

  1. Uji Reliabilitas

Tabel : 3.5 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha

Alpha (α) Tingkat reliabilitas
0.00 s.d 0.20

> 0.20 s.d 0.40

> 0.40 s.d 0.60

> 0.60 s.d 0.80

> 0.80 s.d 1,00

Sangat rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat tinggi

Sumber : Sugiyono (2006:216)

Keaktifan

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebesar 0.814, karena nilai Alpha Cronbach lebih besar dari r tabel 0,361, maka instrumen yang diuji coba terbukti realibel, karena nilai Alpha Cronbach = 0.814 terletak diantara 0.80 hingga 1.00 sehingga tingkat reliabilitasnya  sangat tinggi.

Kesadaran

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebesar 0.732, karena nilai Alpha Cronbach lebih besar dari r tabel 0,361, maka instrumen yang diuji coba terbukti realibel, karena nilai Alpha Cronbach = 0.732 terletak diantara 0.60 hingga 0.80 sehingga tingkat reliabilitasnya  tinggi atau reliabel

H.  Teknik Analisis Data

1. Analisis statistik deskriptif

Pengujian prasyarat analisis

1)   Uji normalitas

Data dikatakan berdistribusi normal apabila probabilitas lebih besar dari α = 0.05 dan data dikatakan tidak berdistribusi normal jila probabilitas lebih kecil dari α = 0.05

2).   Uji linieritas

Uji linieritas merupakan suatu upaya untuk memenuhi salah satu asumsi analisis regresi linier yang mensyaratkan adanya hubungan antara variabel X dan variabel Y secara linier.. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas p > α = 0.05 pada taraf kepercayaan 95%

3)  Pengujian hipotesis

Hipotesis satu dan dua menggunakan korelasi sederhana, sedangkan untuk hipotesis tiga dianalisis dengan menggunakan analisis regresi ganda.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskriptif Keaktifan Siswa Terhadap Lingkungan

Tabel 4.1 Distribusi Skor Keaktifan Siswa  Tehadap Lingkungan

Statistik Nilai Statistik
Ukuran sampel

Jumlah item

Nilai maksimum perolehan siswa

Nilai minimum  perolehan siswa

Rentang nilai

Skor rata-rata

Simpangan baku

Modus

Median

52

25

117

60

57

91,17

13,21

99

93,5

Sumber : Hasil Olah Data Penelitian, 2012

Berdasarkan data Tabel 4.1 tersebut dapat diinterpretasikan bahwa skor maksimum aktivitas lingkungan adalah 117 dan skor minimum adalah 60. Jarak antara skor maksimum dengan skor minimum adalah 57. Rata-rata skor keaktifan siswa adalah 91,17 dari skor ideal 100. Selanjutnya hasil analisis data dapat dilihat dalam Tabel berikut

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Keaktifan Siswa

No Konversi Nilai Kategori Frekuensi Persentase
1 100 – 125 Sangat Tinggi 12 23%
2 75 – 99 Tinggi 36 69.%
3 50 – 74 Sedang 4 8%
4 25 – 49 Rendah 0 0%
Jumlah 52 100%

Sumber: Hasil olah data penelitian 2012

Berdasarkan data keaktifan siswa pada tabel 4.2 di atas, mendeskripsikan bahwa sebanyak 12 orang atau 23 persen siswa yang memiliki keaktivan sangat tinggi, sebanyak 36 orang atau 69 persen siswa yang memiliki keaktivan tinggi, sebanyak 4 orang atau 8 persen yang memiliki keaktifan sedang,

2. Deskriptif Kesadaran Siswa Terhadap Lingkungan

Tabel 4.3  Distribusi Skor Kesadaran Siswa  Tehadap Lingkungan

Statistik Nilai Statistik
Ukuran sampel

Jumlah item

Nilai maksimum perolehan siswa

Nilai minimum perolehan siswa

Rentang nilai

Skor rata-rata

Simpangan baku

Modus

Median

52

26

108

56

52

88,44

13,22

90

90,1

Sumber : Hasil Olah Data Penelitian, 2012

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Variabel Kesadaran Siswa

No Konversi Nilai Kategori Frekuensi Persentase
1 104 – 130 Sangat Sadar 5 10%
2 78 – 103 Sadar 37 71%
3 52 – 77 Kurang Sadar 10 19%
4 26 – 51 Tidak Sadar 0 0%
Jumlah 52 100%

Sumber : Hasil Olah Data Penelitian, 2012

Berdasarkan data Kesadaran Siswa pada tabel 4.4 di atas, mendeskripsikan bahwa sebanyak 5 orang atau 10 persen berada pada katagori sangat sadar, 37 orang atau 71 persen berada pada katagori sadar, 10 orang atau 19 persen berada pada katagori kurang sadar

3. Pengujian Hipotesis Penelitian

Sebelum dilakukan analisis korelasi, terlebih dahulu dilakukan Uji normalitas dan uji linearitas antar variabel. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui variabel tersebut berdistribusi normal, pengujian normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov sedangkan  untuk mengetahui apakah perubahan data variabel X diikuti oleh perubahan data variabel Y secara linier (segaris). Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan uji F. Hasil uji linieritas diperoleh sebagai berikut.

1)    Uji Normalitas

Tabel 4.5 Hasil analisis uji normalitas keaktifan dan kesadaran siswa terhadap lingkungan

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
KESADARAN KEAKTIFAN
N 52 52
Normal Parametersa,,b Mean 88.4423 91.1731
Std. Deviation 13.22418 13.20832
Most Extreme Differences Absolute .168 .095
Positive .092 .071
Negative -.168 -.095
Kolmogorov-Smirnov Z 1.212 .683
Asymp. Sig. (2-tailed) .106 .739
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Keaktifan Siswa

Hasil Uji Normalitas untuk variabel Keaktifan siswa diperoleh nilai signifikansi 0,739. Karena nilai signifikansinya 0.739 > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut berdistribusi normal.

Kesadaran Siswa

Hasil Uji Normalitas untuk variabel Kesadaran Siswa diperoleh nilai signifikansi 0,106. Karena nilai signifikansinya 0.106 > 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut berdistribusi normal

1)     Uji linearitas

Tabel 4.6 Hasil analisis uji linieritas keaktivan dan kesadaran siswa

terhadap lingkungan

ANOVA Table
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Kesadaran * keaktifan Between Groups (Combined) 6085.860 28 217.352 1.765 .084
Linearity 1757.164 1 1757.164 14.266 .001
Deviation from Linearity 4328.696 27 160.322 1.302 .262
Within Groups 2832.967 23 123.172
Total 8918.827 51

Hasil uji linieritas keaktifan dan kesadaran diperoleh harga F hitung. 14,266 dengan signifikansi 0,001. Karena harga signifikansi 0,001 < 0,05, maka disimpulkan bahwa data  keaktifan linier dengan kesadaran .

Keaktifan Siswa dengan Kesadaran Siswa Memiliki Hubungan

Tabel 4.7  Hasil uji korelasi keaktifan dengan kesadaran siswa

Correlations
KESADARAN KEAKTIVAN
KESADARAN Pearson Correlation 1 .444**
Sig. (2-tailed) 001
N 52 52
KEAKTIFAN Pearson Correlation .444** 1
Sig. (2-tailed) .001
N 52 52
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil uji korelasi Product Moment dengan SPSS 17,0  nilai koefisien korelasi sebesar 0.444 dengan nilai signifikansi 0.001, karena nilai signifikansi 0.001 < 0.05, maka H1 diterima artinya terdapat hubungan antara aktivitas dengan kesadaran memelihara lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang.

B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Tingkat Aktivitas Siswa Terhadap Lingkungan

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif yang meliputi rata-rata skor, standar deviasi, skor maksimum, skor minimum dan rentang skor selanjutnya akan dijabarkan melalui pembahasan sebagai berikut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa terhadap lingkungan 23 persen tergolong katagori sangat tinggi, 69 persen tergolong tinggi dan 8 persen masih tergolong sedang.

2. Tingkat Kesadaran Siswa Terhadap Lingkungan

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif yang meliputi rata-rata skor, standar deviasi, skor maksimum, skor minimum dan rentang skor,  selanjutnya akan dijabarkan melalui pembahasan berikut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran siswa terhadap lingkungan  adalah 10 persen berada pada katagori sangat sadar, 71 persen berada pada katagori sadar, 19 persen berada pada katagori kurang sadar. Konstribusi kesadaran responden terhadap lingkungan adalah mencapai rata-rata skor 88,44  dari skor ideal 100

3. Hubungan antara Aktivitas dan Kesadaran

Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas siswa (X) dengan kesadaran memelihara lingkungan (Y) dengan nilai koefisien korelasi (r) adalah 0.444 dan hubungannya  berada pada katagori sedang antara keaktifan dengan kesadaran siswa memelihara lingkungan. Berdasarkan r-tabel product moment pada taraf signifikan 5% diperoleh hasil r-hitung p < 0.001 sehingga korelasinya signifikan.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan  hasil penelitian dan uraian pada pembahasan, maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut:

  1. Aktivitas lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang berada pada katagori tinggi.
  2. Kesadaran memelihara lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang berada pada katagori sadar.
  3. Terdapat hubungan antara aktivitas lingkungan dan kesadaran memelihara lingkungan pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Sengkang.

DAFTAR  PUSTAKA

Anonim, 2008. Info Lawang Media Pendidikan Lingkungan Hidup (edisi Januari

Maret 2008). Medan: Yayasan Ekosistem Lestari

Anonim, 2012. Kebersihan Lingkungan Hidup (Wikipedia Bahasa Indonesia)               (Online) (http/id.wikipedia.org/wiki/kebersihan. Diakses 21 April 2012)

Anisa, Arief. dan Ahmad, Ganjar. 1996. Pedoman Pembinaan PKLH di Sekolah, Jakarta: Depdikbud, Dirjen, Pendasmen.

Bloom, B.S. 1981. Taxonomi of Educational Objectives; A. Cognitive, Domain. New York: Longman.

Budiharjo, 1993. Kota Berwawasan Lingkungan. Jakarta: Alumni.

Daryanto, 1995. Masalah Pencemaran. Bandung: Tarsito.

Ginting, Abdorrakhman, 2008. Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran, Bandung:Hummaniora

Mulia, Ricki M. 2005. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Munandar, A. dkk,1989. Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di IKIP dan FKIP Ujung Pandang: Satgas PKLH IKIP Ujung Pandang.

Sudjoko, dkk,2008. Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sumatmadja. 2002. ‘Strategi Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah’. Dalam PEDULI.Edisi 6. November. Hal 5-7. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen Bagian Proyek PKLH

Sitio, Arifin. Efektivitas Usaha Anggota Koperasi yang Peduli Lingkungan.             http://www.smecda.com/deputi7/file_infokop/edisi%2024/arifin_s.htm.(24 Desember 2012)

Soemarwoto. Dualisme Propenas dan Agenda 21. http://www.google. co.id/            searchhl=en&q=ktt+bumi+ketiga&meta= (24 Desember 2012)

Soemarwoto. Otto. 1997. ‘Strategi Pengembangan Program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan hidup’. Dalam PEDULI. Edisi VI. Agustus.Hal 19. Jakarta:  Depdiknas Dirjen Dikdasmen Bagian Proyek PKLH

Sugiyono, 2007.Statistik untuk Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Susilo D.K Rachmad, 2008., Sosiologi Lingkungan Raja Grafindo Persada. Jakarta

This entry was posted in Math Education. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *