In the End of Ramadhan 1432 H

Posted by husnulkhuluq | DiinuL Islam | Monday 29 August 2011 13:25

The article comes from my friend: Helmi Riyadushshalihin

Renungan Akhir Ramadhan

Aku lihat Ramadhan dari kejauhan
Lalu kusapa ia, “Hendak Kemana?”
Dengan lembut ia berkata, “Aku harus pergi, mungkin jauh, dan sangat lama”
Tolong sampaikan pesanku untuk orang-orang mu’min:
“Syawal akan tiba sebentar lagi,
ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya,
Peluklah ISTIQAMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA,
Bersandarlah pada TAWADHU’ saat kesombongan menyerang,
Mintalah nasehat QUR’AN dan SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi..

“Sampaikan pula salam dan terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita
Kelak akan kusambut mereka di SYURGA dari pintu AR-RAYYAAN
Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadhan
Masih tersisa beberapa saat lagi untuk bercengkrama dengan Ramadhan

“Mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan untuk merasakannya dan bertemu kembali pada Ramadhan yang akan datang

“Amiin…

“Insya Allah”

“Sebuah Renungan”

Posted by husnulkhuluq | DiinuL Islam | Monday 29 November 2010 19:00

Ketika ku menginjakkan kaki di sebuah peMAKAMan,
Ku merenung akan DIRI…

Bisakah aku MEMILIH?

Ku ingin saat ku ’berPULANG’…

…Sedang merasakan keIMANan yang tumbuh kepada-Mu
…Sedang meRINDUkan yang sangat akan perjumpaan dengan-Mu
…Sedang menCINTAi dan diCINTAi-Mu..
…Sedang meRIDHAi dan diRIDHAi-Mu

Sehingga pada saat ’kePULANGanku’…

Aku bisa TERSENYUM bahagia…
Sementara keluarga dan sahabatku melepasku dengan TANGISAN CINTA …

Dan ku diSAMBUT oleh-Mu dengan keRIDHAan dan keCINTAan…
Dengan ucapan ’SELAMAT’ oleh penduduk langit

Atas keSUKSESanku melalui UJIAN dunia
Atas keSUKSESanku menTAZKIYAH jiwa
Atas keSUKSESanku terhindar dari tipu daya SYAITHAN
Dan atas AMAL KEBAIKAN yang telah ku lakukan

Sehingga diberi KABAR GEMBIRA dengan dibukanya pintu SURGA…

Sungguh… seandainya ku bisa MEMILIH…

Ku ingin…sambutan inilah yang kuHARAPkan kepada-Mu
”Wahai jiwa yang tenang…
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridlo lagi diridloi-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,
Dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS Al Fajr:27-30)

Tapi jiwa ini LABIL..

Kadang IMANku NAIK…dan kadang TURUN

Kadang begitu RINGAN ku berIBADAH kepada-Mu
Tapi kadang begitu BERAT ku menTAATi-Mu.
Kadang ku mengorbankan HARTA dan DIRI untuk menggapai CINTA-Mu
Tapi kadang HARTA dan DIRI ini juga yang menghalangi untuk menCINTAi-Mu

Dalam hati ku ingat Firman-Mu…
Bahwa Engkau telah bersumpah dengan ciptaan-Mu yang luar biasa:

”Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Dan bulan apabila mengiringinya,
Dan siang apabila menampakkannya,
Dan malam apabila menutupinya,
Dan langit serta pembinaannya,
Dan bumi serta penghamparannya,
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengILHAMkan kepada JIWA jalan KEFASIKAN dan KETAKWAAN,
Sesungguhnya berUNTUNGlah orang yang menSUCIkan JIWA itu,
Dan sesungguhnya meRUGIlah orang yang mengKOTORinya.”
(QS Asy Syams : 1-10)

Ku dapat jawaban…
Agar aku bisa MEMILIH…

Ku harus menSUCIkan jiwa dengan seluruh IBADAH kepada-Mu
Dengan mendawamkan ibadah FARDHU dan SUNNAH..
Dan menjauhi semuanya yang bisa mengKOTORi JIWAku
Dengan DOSA dan KEFASIKAN
Sehingga JIWA yang TAKWA inilah yang mendominasi seluruh keHIDUPanku
Dan tenggelamlah JIWA yang FASIK.

Ku ingat juga firman-Mu:

”Hai orang-orang yang beriman, berTAKWAlah kepada Allah dengan seBENAR-BENAR TAKWA kepada-Nya; dan JANGANlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan menjadi orang-orang yang TUNDUK dan BERSERAH DIRI (MUSLIM).”
(QS Ali Imran : 102)

Agar aku bisa MEMILIH…

Ku harus mengISLAMkan seluruh keHIDUPanku
Jangan sekali-kali KUFUR kepada-Mu
Sehinggga setiap detik nafasku harus bernilai IBADAH kepada-Mu
Sampai datang waktu ’kePULANGanku’

Terima kasih Ya Allah…

Akhirnya aku bisa MEMILIH…

Jalan ISLAM adalah jawabannya
Dengan ISTIQAMAH selalu di jalan-Mu

Engkau yang mengUJIku…
Engkau pula yang meberiku PETUNJUK…
Engkau yang menjadikan HIDUPku penuh COBAan
Engkau pula yang mendatangkan MALAIKAT-Mu membantuku
Karena aku MENGAKUI-Mu …
Dan selalu ISTIQAMAH akan PENGAKUANku

Ku ingat kembali akan firman-Mu:

”Sesungguhnya orang-orang yang mengakui: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka berISTIQAMAH, maka MALAIKAT akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa TAKUT (dengan masa depanmu) dan janganlah kamu merasa SEDIH (dengan masa silammu); dan berGEMBIRAlah kamu dengan SURGA yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
(QS. Fushilat :30)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah diTUNJUKi oleh TUHANku kepada JALAN yang LURUS, (yaitu) AGAMA yang BENAR; AGAMA IBRAHIM yang HANIF (lurus); dan IBRAHIM itu BUKANlah termasuk orang-orang yang MUSYRIK (menyekutukan Allah)”.

Katakanlah: “Sesungguhnya SHALATku, IBADAHku, HIDUPku dan MATIku HANYAlah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diPERINTAHkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.
(QS. Al An’am : 161-163)

Setelah itu aku pulang dari pemakaman…
Dengan keMANTAPan IMAN dan keBENINGan JIWA

Bahwa AKU memang HARUS MEMILIH…

Apakah akan kalah dengan KEFASIKAN JIWA

Atau ISTIQAMAH di jalan TAKWA

From My Friend
Ramziah An Najaah
Elfast-Pare-Kediri
Bogor Agricultural Institute

Selembar Bulu Mata

Posted by husnulkhuluq | DiinuL Islam | Friday 17 September 2010 22:15

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, mensia-siakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah.

“Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.”

“Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa,” jawab malaikat.

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah,

“Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu.”

“Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.

Tiba-tiba mata angkat bicara, “Saya yang memandangi.”

Disusuli oleh telinga, “Saya yang mendengarkan. ”

Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium.”

Bibir mengaku, “Saya yang merayu.”

Lidah menambah, “Saya yang mengisap.”

Tangan meneruskan, “Saya yang meraba dan meramas.”

Kaki menyusul, “Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”

“Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu”, ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dimasukkan ke dalam jahanam. Padahal rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:

“Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”

“Silakan”, kata malaikat.

“Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahawa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahawa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan dihantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:

“Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga karena pertolongan selembar bulu mata.”

Semoga yang pendek ini bermanfaat bagi kita…Amin

hayya natuubu ilallaah taubatan nashuuha..

laa tay’asuu min ruuhillaah..

Copied from Ramziah an Najaah message

Kebaikan Dibalas dengan Kebaikan

Posted by husnulkhuluq | DiinuL Islam | Saturday 10 April 2010 21:43

Rasulullah SAW bersabda:

“barang siapa berbuat baik kepadamu, maka balaslah ia. Jika tidak sanggup membalasnya, maka doakanlah ia sehingga kamu merasa telah membalasnya”

(HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Baani

e-wallet Wordpress Theme