TINJAUAN TEORETIS LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Suatu strategi meningkatkan profesionalisme pendidik matapelajaran matematika

Oleh: Nasrullah

Lesson study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dengan demikian, lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan lesson study dapat menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.

Lesson study dibagi ke dalam tiga langkah sederhana, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pengamatan. Tetapi beberapa temuan lesson study dibagi secara mendetail. Langkah (1) adalah mempelajari tentang lesson study, langkah (2) membentuk model lesson study, langkah (3) mengungkap dukungan lesson study, langkah (4) melatih peserta lesson study, dan langkah (5) melaksanakan lesson study, (6) merefleksi lesson study dan langkah (7) bertukar pengetahuan dengan yang lain. Lesson Study dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari: (1) perencanaan (plan); (2) pelaksanaan (do);(3) refleksi (check); dan (4)  tindak lanjut (act).

Kata Kunci: Lesson study, kolaboratif, plan, do, check, act

A. PENDAHULUAN

  1. 1. Latar belakang masalah

Sehubungan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan, pada tahun 2005 pemerintah dan DPR RI telah mensahkan Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru agar guru menjadi professional. Di satu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi dipihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang professional. Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga professional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan (Pasal 8). Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau diploma empat” (Pasal 9). Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pendidikan profesi (Pasal 10 ayat (1)). Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada Undang-Undang tersebut meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional (Pasal 10 ayat (1)).

Lesson study merupakan proses pengembangan professional, yang guru Jepang peroleh dalam ujian sistematis dalam praktik mereka, dengan tujuan menjadi lebih efektif. Ujian ini berpusat pada guru bekerja secara kolaboratif dalam jumlah kecil dalam “lesson study”. Mengerjakan lesson study ini menghendaki perencanaan, pengajaran, pengamatan, dan mengkritik pelajaran. Untuk menyediakan fokus dan arah kerja ini, guru memilih tujuan yang melingkupi dan pertanyaan penelitian yang berhubungan terhadap yang mereka inginkan untuk penyelidikan. Pertanyaan penelitian ini selanjutnya melayani untuk memandu kerja mereka terhadap seluruh materi pembelajaran.

Ketika mengerjakan sebuah materi pembelajaran, guru bersama-sama dalam kelompoknya mempersiapkan rencana secara mendetail untuk kegiatan pembelajaran, ketika salah seorang guru mengajar materi pembelajaran dalam sebuah ruang kelas sebenarnya maka anggota kelompok yang lain mengamati kegiatan pembelajaran. Kegiatan selanjutnya, mendiskusikan hasil observasinya terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Kadangkala, kelompok meninjau kembali pembelajaran, dan guru lainnya menerapkan dalam ruang kelas, ketika anggota kelompok sekali lagi mencari. Kelompok yang akan datang secara bersama mendiskusikan instruksi pengamatannya. Akhirnya, guru menghasilkan laporan tentang apa yang mereka pelajari dalam pembelajaran yang diajarkannya, khususnya dengan tanggapan terhadap pertanyaan penelitian.

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan di atas, secara mendasar lesson study merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dalam berbagai mata pelajaran. Lesson study juga dapat menjadi strategi bagi tenaga pendidik dalam meningkatkan kinerjanya terhadap kegiatan pembelajaran yang hendak dilakukan. Sebegitu besarnya perkembangan yang dapat ditunjukkan oleh beberapa sekolah di Jepang, bahkan Amerika Serikat dapat menjadi sumbangsih pengetahuan bagi guru di Indonesia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Oleh karena itu, dalam makalah ini dikemukakan mengenai seperti apa yang dimaksudkan dengan lesson study dan bagaimana pelaksanaannya? Ulasan yang terdapat di dalam makalah ini diharapkan dapat menjadi suatu pengetahuan yang konstruktif terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah, utamanya pembelajaran matematika.

  1. 2. Pembatasan masalah

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, yang menjadi masalah dalam makalah ini, adalah:

(1)   Apa yang dimaksud dengan lesson study, dan

(2)   Bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran matematika?

B. PEMBAHASAN

  1. 1. Apa itu Lesson study?

Lesson study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Tim Penulis, 2006). Dengan demikian, lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan lesson study dapat menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.

Istilah lesson study diterjemahkan dari kata Jepang yaitu jugyokenkyuu, istilah “lesson study” ditemukan oleh Makoto Yoshida (http://www.tc.columbia.edu/lessonstudy/lessonstudy.html). Istilah itu juga dapat diterjemahkan ke dalam istilah penelitian pembelajaran (ditemukan oleh Catherine Lewis), yang mengindikasikan tingkat kehati-hatian yang diterapkan untuk pembelajaran individual.

Lesson study adalah proses pengembangan professional yang guru Jepang peroleh dalam ujian secara sistematis dari prakteknya, dengan tujuan menjadi lebih efektif (http://www.tc.columbia.edu/lessonstudy/lessonstudy.html). Pusat pengujian terhadap kinerja guru pada jumlah yang kecil dengan lesson study. Menggunakan lesson study memerlukan perencanaan, pengajaran, pengamatan, dan kritikan pembelajaran. Untuk menentukan fokus dan arah kerja ini, guru memilih ruang lingkup tujuan dan hubungan pertanyaan penelitian dengan yang diinginkan untuk diselidiki. Pertanyaan penelitian ini kemudian melayani petunjuk kerja untuk semua kajian pembelajaran. Ketika bekerja dengan kajian pembelajaran, guru bersama-sama menggambarkan secara mendetail rencana untuk pembelajaran, yang mana salah seorang guru menggunakan pengajaran pembelajaran ke dalam ruang kelas sebenarnya (sementara anggota kelompok lain mengamati pembelajaran). Kelompok selanjutnya datang bersama untuk mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran. Seringkali, kelompok meninjau kembali pembelajarannya, guru yang lain menerapkannya di ruang kelas kedua, ketika anggota kelompok lagi mencarinya. Kelompok yang akan datang lagi bersamaan untuk membicarakan pengamatan pengajaran. Akhirnya, guru menghasilkan sebuah laporan apa yang mereka kaji pembelajarannya harus diajarkan, khususnya dengan tanggapan pertanyaan penelitiannya.

Muris (2006), mengemukakan bahwa ringkasan lesson study dibagi ke dalam tiga langkah sederhana; yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pengamatan. Tetapi beberapa temuan lesson study dibagi secara mendetail. Langkah (1) adalah mempelajari tentang lesson study, langkah (2) membentuk model lesson study, langkah (3) mengungkap dukungan lesson study, langkah (4) melatih peserta lesson study, dan langkah (5) melaksanakan lesson study, (6) merefleksi lesson study dan langkah (7) bertukar pengetahuan dengan yang lain.

Jika lesson study diterapkan dalam beberapa tahun, hal itu dapat menerapkan beberapa siklus. Masing-masing siklus proses ini diakhiri dengan bertukar pengetahuan diantara peserta lesson study. Berdasarkan saran dan kritik pada sikus selanjutnya untuk melanjutkan langkah 1.

Gambar 1. Lesson study Step (Lewis, 2002)

Lesson study telah banyak diterapkan dalam kegiatan pendidikan di Jepang, sekarang pun diketahui telah dikembangkan pada beberapa universitas di Indonesia. Lesson study yang telah diterapkan di Fakultas MIPA Indonesia dikomandoi 3 pendiri universitas IKIP (UM Malang, UNY Yogyakarta, dan UPI Bandung) (Subali dan Kaniawati, 2006). Target program ini adalah guru matematika dan ilmu pengetahuan alam disekitar universitas tersebut. Implementasi lesson study yang dilaporkan ke universitas dapat menumbuhkan atmosfir akademik yang kondusif di lingkungan sekolah. Akan tetapi, di UPI Bandung, lesson study juga diterapkan oleh dosen di universitas (khususnya yang lebih muda) dan memberikan hasil yang cukup baik. Di UM Malang, penerapan lesson study telah diperluas hingga bentuk bantuan terhadap kerjasama guru MIPA pada sekolah perintis. Program ini memberikan dampak positif untuk meningkatkan kualitas proses pengajaran, yang dikemukakan dengan motivasi siswa dan penilaian menjadi lebih meningkat.

Pengalaman beberapa perguruan tinggi tersebut, tampak menekankan pada penerapan lesson study dalam kegiatan pembelajaran, sebagai contoh bagaimana mengembangkan asosiasi pengajar MIPA professional (MGMP, KKG, MKKS). Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran, membangun jaringan kolaborasi dengan institusi yang relevan, penerapan pelatihan pengajaran lapangan (PPL), mengadopsi lesson study untuk sertifikasi guru sebagai penjelasan lanjutan.

Beberapa contoh yang dapat dilihat, misalnya Guru SMAN 9 Bandung secara sukarela bergiliran menyelenggarakan lesson study. Setelah mata pelajaran Biologi pada tanggal 17 Oktober 2005 dan Kimia pada tanggal 23 November 2005, pada tanggal 29 November 2005 SMAN 9 Bandung menyelenggarakan lesson study PKN (Pendidikan Kewarga Negaraan). Salah seorang guru, misalnya Ibu Anjani menyajikan pembelajaran PKN kepada siswa kelas XI IPA dengan materi pembelajaran Sistem Politik. Kegiatan lesson study dihadiri oleh 38 observer yang terdiri dari guru SMAN 9 Bandung, guru dari sekolah lain, dosen UPI, UNINUS dan mahasiswa (http://kimia.upi.edu/utama/­lessonstudy/lssmp.htm).

Dalam kegiatan lesson study diawali dengan pengarahan oleh Kepala SMAN 9 Bandung dan Dekan FPMIPA UPI sebelum pembelajaran di kelas dimulai, diperuntukan agar observer memahami perannya. Pembelajaran disampaikan melalui metode diskusi dan presentasi oleh 4 kelompok siswa yang sebelumnya sudah diberi tugas untuk mencari informasi berkenaan dengan sistem politik dan secara bergiliran setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya. Kelompok I memilih tema “Sejuta tanpa seratus takan jadi sejuta” dan mempresentasikannya melalui peragaan sebuah rumah yang dianalogikan sebagai sistem politik. Kelompok II memilih tema “Bumi gonjang ganjing” dan mempresentasikannya melalui mini drama dibalik layar putih dengan menampilkan cerita satria baja hitam. Kelompok III memilih tema “Agar-agar warna warni” untuk menanalogikan aggota DPR yang berasal dari berbagai partai dan siswa melakukan pemilihan agar-agar serta melakukan penyaringan. Sementara kelompok IV memilih tema “Game of darkness” dan mendemontrasikan alat permainan yang menggambarkan distribusi kompensasi BBM kepada masyarakat.

Observer merasa kagum dengan kreatifitas siswa dan mengapresiasi Ibu Anjani yang berhasil membelajarkan siswa. Walaupun banyak observer di dalam kelas tetapi siswa tidak merasa terganggu, pembelajaran berlangsung alami. Saran perbaikan, antara lain pentingnya memberi penekanan konsep pada akhir pembelajaran sementara kesan siswa tentang belajar menyenangkan dapat dilihat dari mimih wajah siswa dan kesan-kesan mereka. Lesson study berikutnya akan diselenggarakan pada semester genap yang akan datang untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

  1. 1. Pengetahuan berkembang dengan Lesson study

Interaksi yang dikembangkan dalam suatu kegiatan seperti diskusi, ternyata dapat secara konstruktif menunjang proses berkembangnya pengetahuan pada diri seseorang. Lesson study sebagai suatu kegiatan yang diawali dengan pengembangan perencanaan bersama, proses pembelajaran terbuka dengan melibatkan sejumlah observer, dan refleksi atau diskusi pasca pembelajaran, merupakan suatu kegiatan yang sangat potensial untuk menciptakan proses interaksi antara berbagai pihak, yaitu guru, dosen, Kepala Sekolah, dan Pejabat Dinas Pendidikan, dan lain-lain. Melalui interaksi yang dapat terjadi dalam berbagai tahapan kegiatan, maka sangat dimungkinkan terjadinya sharing pengetahuan serta tacit knowledge yang diperoleh melalui pengamatan terhadap pembelajaran. Dengan berkembangnya pengetahuan secara konstruktif, maka selain masing-masing pihak yang terkait memperoleh input dan umpan balik, juga menjadi tindaklanjut untuk memunculkan berbagai inovasi dalam kegiatan pembelajaran.

Persiapan lesson study dapat melibatkan banyak pihak, misalnya kelompok guru dalam sebidang dalam satu sekolah, kelompok guru lintas bidang dalam satu sekolah, kelompok guru sebidang dalam MGMP, kelompok guru dan dosen sebidang dalam satu wilayah, dll. Dengan demikian, rencana pembelajaran yang disusun bersama diharapkan kualitasnya lebih baik jika dibandingkan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara individual. Keterlibatan berbagai unsur dalam pengembangan sebuah rencana pembelajaran, memungkinkan terjadinya sharing pendapat, pengalaman, dan pengetahuan secara konstruktif sehingga produk akhir yang diperoleh menjadi lebih baik.

Persiapan lesson study antara lain meliputi kegiatan identifikasi masalah pembelajaran; analisis masalah pembelajaran tersebut dari sisi materi ajar, teaching material, serta alternatif strategi pembelajaran yang mungkin diterapkan; dan penyusunan rencana pembelajaran, pada tahap ini guru-guru berkolaborasi melakukan analisis terhadap pembelajaran yang biasa dilakukan untuk topik tertentu, mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan cara mengatasi kelemahan atau masalah yang ada, memilih alternatif terbaik yang akan diujicobakan, menyiapkan bahan ajar dan teaching material, serta menyusun alternatif strategi pembelajaran untuk topik yang dipilih. Karena fokus diskusi meliputi materi ajar, teaching material, dan strategi pembelajarannya, maka pada kegiatan tersebut setiap guru atau pihak lain yang terlibat dalam diskusi dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan serta pengalamannya masing-masing. Dengan demikian, sharing pengalaman dan pengetahuan akan terjadi secara konstruktif sehingga wawasan masing-masing pihak menjadi semakin berkembang.

Berkembangnya pengetahuan guru tentang materi ajar dan pembelajaran dapat juga terjadi pada saat implementasi pembelajaran yakni melalui kegiatan observasi. Melalui kegiatan tersebut setiap observer dapat melakukan pengamatan secara mendalam tentang respons serta perilaku belajar siswa terhadap rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan secara bersama-sama. Latar belakang pengetahuan observer yang beragam tentu saja akan menyebabkan bervariasinya hasil pengamatan yang diperoleh. Beragamnya hasil pengamatan dan temuan masing-masing observer menjadi sangat menarik pada saat dilakukan refleksi pasca pembelajaran. Temuan hasil observasi yang beragam tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan secara lebih produktif sehingga masing-masing pihak pada akhirnya akan mampu memperoleh pengetahuan tentang pembelajaran yang terjadi secara komprehensif.

  1. Kelebihan lesson study

Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa lesson study telah menjadi salah satu alternatif yang dipilih guru-guru di Jepang untuk meningkatkan kualitas keprofesionalan guru yang berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Walaupun saat ini lesson study belum menjadi tradisi dalam komunitas pendidikan di Indonesia, akan tetapi sejak tahun 2005 kegiatan tersebut telah mulai diperkenalkan di Bandung, Yogyakarta, dan Malang melalui kegiatan kemitraan antara UPI, UNY, dan UM dengan MGMP MIPA di wilayah masing-masing (Tim Penulis, 2006).

Upaya untuk meningkatkan kualitas guru atau kualitas proses pendidikan pada umumnya, telah banyak dilakukan pemerintah melalui berbagai kegiatan penataran baik yang bersifat regional maupun nasional. Akan tetapi, hasil-hasil penataran tersebut seringkali tidak bisa secara langsung diterapkan di lapangan karena berbagai alasan antara lain tidak tersedianya infrastruktur pendukung yang memungkinkan hasil penataran tersebut bisa diimplementasikan. Selain itu, proses, diseminasi atau penyebarluasan hasil penataran kepada pihak lain seringkali hanya terbatas pada orang-orang terdekat saja bahkan mungkin tidak dilakukan samasekali. Hal tersebut tentu saja sangat tidak menguntungkan mengingat biaya yang telah dikeluarkan pemerintah jumlah yang sedikit. Dengan demikian, upaya untuk mengembangkan alternatif in-service training guru yang dapat memperkuat pola-pola penataran yang ada perlu dilakukan sehingga proses peningkatan keprofesionalan guru dapat dilakukan secara lebih efektif.

Pada awalnya guru-guru di Amerika Serikat memahami lesson study sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan rencana pembelajaran secara kolaboratif, implementasi rencana pembelajaran oleh salah seorang guru, obsevasi proses pembelajaran, dan melakukan perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi atau masukan-masukan yang diperoleh pada diskusi pasca pembelajaran. Saat ini pemahaman guru di Amerika Serikat tentang lesson study tidak hanya terbatas pada pengertian sebagaimana diungkapkan di atas, melainkan jauh lebih luas sebagaimana digambarkan oleh Lewis, Perry, dan Hurd (2003) melalui diagram di bawah ini.

Gambaran umum tentang Lesson Study

Berdasarkan diagram di atas, diperoleh gambaran bahwa kegiatan Lesson Study ternyata dapat mendatangkan banyak manfaat yaitu meliputi meningkatnya pengetahuan guru tentang materi ajar dan pembelajarannya, meningkatnya pengetahuan guru tentang cara mengobservasi aktivitas belajar siswa, menguatnya hubungan kolegalitas baik antar guru maupun dengan observer selain guru, menguatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan pembelajaran jangka panjang, meningkatnya motivasi guru untuk senantiasa berkembang, dan meningkatnya kualitas rencana pembelajaran (termasuk komponen-komponennya seperti bahan ajar, teaching materials (hands on), dan strategi pembelajaran.

Lesson study diawali dengan diskusi tentang materi ajar disesuaikan dnegan tuntutan kurikulum yang berlaku. Pada kegiatan ini guru mendiskusikan konsep-konsep esensial serta kompetensi atau keterampilan yang perlu dipelajari siswa; membandingkan proses pembelajaran yang biasa mereka lakukan; serta mempertimbangkan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa, apa yang perlu dipelajari selanjutnya, dan bagaimana perkiraan respon siswa terhadap pembelajaran yang direncanakan. Pada saat guru terlibat dalam kegiatan ini, biasanya akan muncul sejumlah pertanyaan dalam kaitannya dengan materi ajar, teaching materials (hands on), dan strategi pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ada kalanya bisa dijawab secara tuntas melalui diskusi antar guru atau tidak tertutup kemungkinan ada pertanyaan yang perlu pendalaman lebih lanjut melalui sumber-sumber lain yang relevan.

  1. 1. Langkah-langkah pelaksanaan lesson study

Lesson study pada dasarnya meliputi tiga bagian kegiatan, yakni perencanaan, implementasi, dan refleksi. Untuk mempersiapkan sebuah lesson study hal pertama yang sangat penting adalah melakukan persiapan. Tahap awal persiapan dapat dimulai dengan melakukan identifikasi masalah pembelajaran yang meliputi materi ajar, teaching materials (hands on), strategi pembelajaran, dan siapa yang akan berperan menjadi guru. Materi ajar yang dipilih tentu harus disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku serta program yang sedang berjalan di sekolah. Analisis mendalam tentang materi ajar dan hands on yang dipilih perlu dilakukan secara bersama-sama untuk memperoleh alternative terbaik yang dapat mendorong proses belajar siswa secara optimal. Pada tahapan analisis tersebut perlu dipertimbangkan kedalaman materi yang akan disajikan ditinjau antara lain dari tuntutan kurikulum, latar belakang pengetahuan dan kemampuan siswa, kompetensi yang akan dikembangkan, serta kemungkinan-kemungkinan pengembangan dalam kaitannya dengan materi terkait. Dalam kaitannya dengan materi ajar yang dikembangkan, juga perlu dikaji kemungkinan-kemungkinan respon siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini sangat penting dilakukan terutama mengantisipasi respon siswa yang tidak terduga. Jika materi ajar yang dirancang ternyata terlalu sulit bagi siswa, maka kemungkinan alternative intervensi guru untuk menyesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa perlu dipersiapkan secara matang. Sebaliknya, jika ternyata materi ajar yang dirancang terlalu mudah bagi siswa maka kemungkinan intervensi yang bersifat pengembangan perlu juga dipersiapkan. Dengan demikian, sebelum implementasi pembelajaran berlangsung guru telah memiliki kesiapan yang mantap sehingga proses pembelajaran yang terjadi pada saat proses lesson study dilaksanakan mampu mengoptimalkan proses dan dan hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan. Selain materi ajar, guru secara berkelompok perlu mendiskusikan strategi pembelajaran yang akan digunakan yakni meliputi, pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Analisis kegiatan tersebut dapat dimulai dengan mengungkapkan pengalaman masing-masing dalam mengajarkan materi yang sama. Berdasarkan analisis pengalaman tersebut selanjutnya dapat dikembangkan strategi baru yang diperkirakan dapat menghasilkan proses belajar siswa yang optimal.

Strategi pembelajaran yang dipilih antara lain dapat meliputi bagaimana melakukan pendahuluan agar siswa termotivasi untuk melakukan proses belajar secara aktif; aktivitas-aktivitas belajar bagaimana yang diharapkan dilakukan siswa pada kegiatan inti pembelajaran; bagaimana rancangan interaksi antara siswa dengan materi ajar, interaksi antar siswa, serta interaksi antara siswa dengan guru; bagaimana proses pertukaran hasil belajar (sharing) antar siswa atau antar kelompok harus dilakukan; bagaimana strategi intervensi guru pada level kelas, kelompok, dan individu; serta bagaimana aktivitas yang dilakukan siswa pada bagian akhir pembelajaran. Agar proses pembelajaran dapat berjalan secara mulus, maka rangkaian aktivitas dari awal sampai akhir pembelajaran perlu diperhitungkan secara cermat termasuk alokasi waktu yang tersedia.

Selain mempersiapkan materi ajar dan strategi pembelajarannya, tidak kalah penting untuk mempersiapkan pihak-pihak yang perlu diundang untuk menjadi observer dalam mengimplementasi pembelajaran yang dilanjutkan dengan kegiatan refleksi. Di samping kelompok guru sebidang, dalam pelaksanaan lesson study tidak tertutup kemungkinan untuk mengundang guru-guru mata pelajaran lain, Kepala Sekolah, ahli pendidikan bidang studi atau ahli bidang studi terkait, para pejabat yang berkepentingan, atau masyarakat pemerhati pendidikan. Kehadiran Kepala Sekolah dalam suatu lesson study sangatlah penting karena informasi yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di kelas dan refleksi pasca pembelajaran dapat menjadi masukan berharga bagi peningkatan kualitas sekolah secara keseluruhan. Keragaman observer yang hadir dalam kegiatan lesson study sangat menguntungkan karena latarbelakang pengetahuan yang berbeda-beda dapat menghasilkan pandangan beragam sehingga bisa memperkaya pengetahuan para guru.

  1. 2. Pelaksanaan Pembelajaran dalam Lesson Study

Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, perlu dilakukan pertemuan singkat (briefing) yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Pada pertemuan ini, setelah Kepala Sekolah menjelaskan secara umum kegiatan lesson study yang akan dilakukan, selanjutnya guru yang bertugas untuk melaksanakan pembelajaran hari itu diberi kesempatan mengemukakan rencananya secara singkat. Informasi ini sangat penting bagi para observer terutama untuk merancang rencana observasi yang akan dilakukan di kelas. Selesai guru menyampaikan penjelasan, selanjutnya Kepala Sekolah mengingatkan kepada para observer untuk tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Observer dipersilahkan untuk memilih tempat strategis sesuai rencana pengamatannya masing-masing.

Setelah acara briefing singkat dilakukan, selanjutnya guru yang bertugas sebagai pengajar melakukan proses pembelajaran sesuai dengan rencana. Walaupun pada saat pembelajaran hadir sejumlah observer, guru hendaknya dapat melaksanakan proses pembelajaran sealamiah mungkin. Berdasarkan pengalaman lesson study yang sudah dilakukan, proses pembelajaran dapat berjalan secara alamiah. Hal ini dapat terjadi karena observer tidak melakukan intervensi apapun terhadap siswa. Mereka biasanya hanya melakukan pengamatan sesuai dengan fokus perhatiannya masing-masing.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas berikut akan diuraikan contoh pelaksanaan pembelajaran dalam suatu lesson study yang dilakukan di SMPN 1 Lembang. Sebelum pelaksanaan pembelajaran, Kepala Sekolah memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Pada saat itu dijelaskan bahwa materi yang akan dipelajari siswa adalah tentang luas lingkaran yang harus diturunkan rumusnya melalui kegiatan eksplorasi.

Awal pembelajaran dimulai dengan penjelasan singkat tentang materi yang akan dipelajari hari itu serta rangkaian kegiatan yang harus dilakukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk menarik perhatian siswa, guru memperlihatkan benda-benda yang ada disekitar siswa yang bagiannya berbentuk lingkaran. Kemudian guru mengajukan sebuah pertanyaan ”Tahukah kamu cara menemukan atau menurunkan rumus luas daerah lingkaran?” setelah guru mengajukan pertanyaan tersebut, selanjutnya dijelaskan bahwa secara berkelompok siswa diharapkan dapat menemukan rumus luas daerah lingkaran dengan menggunakan luas daerah bangun geometri yang sudah diketahui.

Setelah setiap kelompok selesai dengan pekerjaannya masing-masing, beberapa kelompok yang memiliki strategi penyelesaian berbeda diberi kesempatan untuk menjelaskan hasilnya di depan kelas. Kegiatan ini merupakan bagian yang sangat penting dari proses pembelajaran karena hasil-hasil pemikiran siswa yang berbeda dapat disajikan kepada kelompok siswa lainnya sehingga setiap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik dan lengkap karena telah terjadi sharing pengalaman. Pada kegiatan presentasi ini guru memiliki peran yang sangat penting terutama dalam memfasilitasi proses diskusi kelas dan memberikan penguatan atau koreksi terhadap materi yang disajikan siswa.

  1. 3. Observasi dalam Lesson Study

Agar proses observasi dalam pembelajaran dari suatu lesson study dapat berjalan dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan baik oleh guru maupun observer sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebelum proses pembelajaran berlangsung, guru dapat memberikan gambaran secara umum apa yang akan terjadi di kelas yakni meliputi informasi tentang rencana pembelajaran, tujuannya apa, bagaimana hubungan materi ajar hari itu dengan matapelajaran secara umum, bagaimana kedudukan materi ajar dalam kurikulum yang berlaku, dan kemungkinan respon siswa yang diperkirakan. Selain itu, observer juga perlu diberikan informasi tentang lembar kerja siswa dan peta posisi tempat duduk yang menggambarkan setting kelas yang digunakan. Akan lebih baik jika peta posisi tempat duduk tersebut dilengkapi dengan nama-nama siswa secara lengkap.

Dengan memiliki gambaran yang lengkap tentang pembelajaran yang akan dilakukan, maka seorang observer dapat menetapkan apa yang akan dilakukan di kelas pada saat melakukan pengamatan. Sebagai contoh, seorang observer dapat memfokuskan perhatiannya pada siswa tertentu yang penting untuk diamati misalnya karena alasan tingkat kemampuannya dibandingkan siswa lain atau ada hal khusus yang penting untuk diamati. Observer lain mungkin tertarik dengan cara siswa berinteraksi dengan temannya dalam kelompok, cara mengkomunikasikan ide baik dalam kelompok atau kelas, atau cara mengajukan argumentasi atas solusi dari masalah yang diberikan. Ada juga observer yang mungkin tertarik dengan respon siswa pada saat mengalami kesulitan dan memperoleh intervensi dari guru. Fokus observasi pada pelaksanaannya akan sangat beragam tergantung pada minat serta tujuannya masing-masing. Semakin beragam target yang menjadi fokus observasi, maka semakin lengkaplah informasi yang bisa digali, dianalisis, dan diungkap pada saat dilakukan refleksi.

Jika akan dilakukan rekaman video, tentukan siapa yang akan melakukannya, pilih tempat yang strategis untuk melakukan pengambilan gambar yang meliputi aktivitas siswa dan guru, dan pastikan bahwa rekaman video yang dibuat menggambarkan seluruh proses pembelajaran secara utuh. Rekaman video ini sangat penting sebagai bagian dari dokumentasi yang sewaktu-waktu dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan diskusi pengembangan lesson study atau diskusi masalah-masalah pembelajaran secara umum.

Untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya observer yang datang, kelas sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga mobilitas siswa, guru, dan observer dapat berlangsung secara nyaman dan mudah.

Pada saat melakukan observasi, disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Membuat catatan tentang komentar atau diskusi yang dilakukan siswa serta jangan lupa menuliskan nama atau posisi tempat duduk siswa.
  • Membuat catatan tentang situasi dimana siswa melakukan kerjasama atau memilih untuk tidak melakukan kerjasama.
  • Mencari contoh-contoh bagaimana terjadinya proses konstruksi pemahaman melalui diskusi dan aktivitas belajar yang dilakukan siswa.
  • Membuat catatan tentang variasi metode penyelesaian masalah dari siswa secara individual atau kelompok siswa, termasuk strategi penyelesaian yang salah.

Selain membuat catatan tentang beberapa hal penting mengenai aktivitas belajar siswa, seorang observer selama melakukan pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pada sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas? Apakah aktivitas yang dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?
  • Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan satu dengan lainnya? Dan apakah hal tersebut mendukung pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari?
  • Apakah hands-on atau teaching material yang digunakan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
  • Apakah diskusi kelas yang dilakukan membantu pemahaman siswa tentang konsep yang dipelajari?
  • Apakah materi ajar yang dikembangkan guru sesuai dengan tingkat kemampuan siswa?
  • Apakah siswa menggunakan pengetahuan awalnya atau pengetahuan sebelumnya untuk memahami konsep baru yang dipelajari?
  • Apakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong dan memfasilitasi cara berpikir siswa?
  • Apakah gagasan siswa dihargai dan dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari?
  • Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan pada pendapat siswa?
  • Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana guru memberi penguatan capaian hasil belajar siswa selama pembelajaran berlangsung?
  1. 4. Refleksi dalam Lesson Study

Kegiatan refleksi harus dilaksanakan segera setelah selesai pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar setiap kejadian yang diamati dan dijadikan bukti pada saat mengajukan pendapat atau saran terjaga akurasinya karena setiap orang dipastikan masih bisa mengingat dengan baik rangkaian aktivitas yang dilakukan di kelas. Dalam kegiatan ini paling tidak ada tiga orang yang harus duduk di depan, yaitu Kepala Sekolah, Guru yang melakukan pembelajaran, dan tenaga ahli yang biasanya datang dari Perguruan Tinggi. Dalam acara ini, Kepala Sekolah bertindak sebagai fasilitator atau pemandu diskusi. Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam refleksi adalah sebagai berikut:

  • Fasilitator memperkenalkan peserta refleksi yang ada di ruangan sambil menyebutkan masing-masing bidang keahliannya.
  • Fasilitator menyampaikan agenda kegiatan refleksi yang akan dilakukan (sekitar 2 menit).
  • Fasilitator menjelaskan aturan main tentang cara memberikan komentar atua mengajukan umpan balik. Aturan tersebut meliputi tiga hal berikut: (1) selama diskusi berlangsung, hanya satu orang yang berbicara (tidak ada yang berbicara secara bersamaan), (2) setiap peserta diskusi memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara, dan (3) pada saat mengajukan pendapat, observer harus mengajukan bukti-bukti hasil pengamatan sebagai dasar dari pendapat yang diajukannya (tidak berbicara berdasarkan opini).
  • Guru yang melakukan pembelajaran diberi kesempatan untuk berbicara paling awal, yakni mengomentari tentang proses pembelajaran yang telah dilakukannya. Pada kesempatan itu, guru tersebut harus mengemukakan apa yang telah terjadi di kelas yakni kejadian apa yang sesuai harapan, kejadian apa yang tidak sesuai harapan, dan apa yang berubah dari rencana semula. (15 sampai 20 menit).
  • Berikutnya perwakilan guru yang menjadi anggota kelompok pada saat pengembangan rencana pembelajaran diberi kesempatan untuk memberikan komentar tambahan.
  • Fasilitator memberi kesempatan kepada setiap observer untuk mengajukan pendapatnya. Pada kesempatan ini tiap observer memiliki peluang yang sama untuk mengajukan pendapatnya.
  • Setelah masukan-masukan yang dikemukakan observer dianggap cukup, selanjutnya fasilitator mempersilahkan tenaga ahli untuk merangkum atau menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan.
  • Fasilitator berterimakasih kepada seluruh partisipan dan mengumumkan kegiatan lesson study berikutnya.
  1. 5. Tindak lanjut dari kegiatan lesson study

Kegiatan lesson study pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang mampu mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning community) yang secara konsisten melakukan continuous improvement baik pada level individu, kelompok, maupun pada sistem yang lebih umum. Pengetahuan yang dibangun melalui lesson study dapat menjadi modal sangat berharga untuk meningkatkan kualitas kinerja masing-masing pihak yang terlibat. Sebagai contoh, seorang guru yang terlibat dalam observasi sebuah lesson study berhasil menemukan sejumlah hal penting berkenaan dengan model pembelajaran yang dikembangkan. Menurut pendapatnya, bahan ajar eksploratif yang digunakan ternyata telah mampu mendorong kreativitas siswa sehingga mereka mampu menampilkan sebuah strategi baru yang bersifat orisinil. Berdasarkan pengalaman ini dia akan berusaha mencoba menerapkan pendekatan tersebut dalam pembelajaran di sekolahnya.

Seorang observer dari salah satu negara Afrika, pada saat kegiatan refleksi menyatakan kekagumannya pada cara guru mengembangkan pola interaksi antar siswa dalam kelompok. Menurut pengamatannya pola kerjasama kelompok seperti yang dia lihat dalam pembelajaran telah berhasil menciptakan peluang untuk terjadinya sharing pengetahuan dan saling tolong menolong, sehingga siswa yang memiliki kemampuan kurang sekalipun menjadi sangat terbantu oleh teman-temannya. Berdasarkan proses pembelajaran yang diamati di kelas, dia menyatakan memperoleh pelajaran berharga yang bisa menajdi masukan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan di negaranya.

Seorang Kepala Sekolah, setelah mengikuti beberapa kali lesson study secara intensif, mengajukan pendapatnya bahwa kegiatan tersebut sangat potensial mendorong banyak pihak untuk melakukan hal yang terbaik. Siswa ternyata menunjukkan motivasi yang sangat tinggi untuk menunjukkan potensinya masing-masing pada saat lesson study dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mampu menjadi dorongan untuk tumbuhnya motivasi berprestasi pada diri siswa. Guru-guru lain yang baru melihat aktivitas lesson study banyak yang mulai tertarik untuk mencobanya. Dengan mencoba melakukan lesson study, berarti dia terdorong untuk melakukan persiapan yang lebih baik dibanding biasanya sehingga proses pembelajaran yang dikembangkan kadang-kadang sangat di luar dugaan bahkan sangat inovatif.

Seorang dosen, setelah beberapa kali mengikuti kegiatan lesson study juga mengaku mulai terpengaruh untuk mencoba memperkenalkan dan menerapkan hal-hal positif yang dia dapatkan dari aktivitas tersebut pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya. Seorang dekan juga tidak kalah dengan pihak-pihak lain untuk mencoba mengambil manfaat dari lesson study bagi mahasiswa calon guru di fakultasnya. Berdasarkan pengalamannya melakukan lesson study bersama guru-guru di sekolah, dia akhirnya menetapkan suatu kebijakan bahwa setiap mahasiswa peserta program pengalaman lapangan diharuskan terlibat secara aktif dalam kegiatan lesson study. Keterlibatan mahasiswa tersebut tidak hanya terbatas sebagai observer, akan tetapi juga sebagai pelaku utama yakni sebagai guru pengajarnya.

C. PENUTUP

  1. 1. Simpulan

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan dua hal sebagai berikut:

i)        Lesson study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dengan demikian, lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan lesson study dapat menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.

ii)      Lesson study dibagi ke dalam tiga langkah sederhana, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pengamatan. Tetapi beberapa temuan lesson study dibagi secara mendetail. Langkah (1) adalah mempelajari tentang lesson study, langkah (2) membentuk model lesson study, langkah (3) mengungkap dukungan lesson study, langkah (4) melatih peserta lesson study, dan langkah (5) melaksanakan lesson study, (6) merefleksi lesson study dan langkah (7) bertukar pengetahuan dengan yang lain.

  1. Saran

Berdasarkan tinjauan yang dikemukakan di atas dan simpulan yang dapat ditarik, ada dua hal yang disarankan yakni:

i)        Untuk meningkatkan profesionalisme guru di sekolah dapat dilakukan dengan menerapkan lesson study, sebagaimana lesson study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

ii)      Untuk membantu tercapainya tujuan lesson study sebagaimana disarankan di atas, maka sebaiknya dilanjutkan dalam kegiatan penelitian lapangan sebagai ajang untuk penerapan teori dan membantu terwujudnya kegiatan pembelajaran yang lebih memuaskan, khususnya pada matapelajaran matematika.

DAFTAR PUSTAKA

Lewis, C, Perry, R and Murata, A, How Should Research Contribute to Instructional Improvement ? A Case of Lesson Study, Educational Researcher, Vol. 35, No. 3, pp. 3-14. Downloaded from website: http://www.lessonresearch.net/res.html July, 12th,  2006 (online).

Lewis, C, Perry, R and Hurd, J, A, Deeper Look at Lesson Study, (2006), Educational Leadership, February,2004. Downloaded from website: http://www.lessonresearch.net/res.html July, 12th 2006 (online).

Lewis, C, What are the Essential Element of Lesson Study ? (2004) The California Sciences Project Connection Volume 2, No. 6. Downloaded from website: http://www.lessonresearch.net/res.html July, 12th 2006 (online).

Lewis, C and Tsuchida, I, A Lesson Study is Like a Swiftly Flowing River : Research Lesson and the Improvement of Javanese Education , American Educator, Winter, 14-17 and 50-52 . Downloaded from website: http://www.lessonresearch.net/res.html July, 12th 2006 (online).

Lewis, C, Does Lesson Study is Have a Future in the United States ?, Journal of the Nagoya University Department of Education and Human Development, January, 2002, No. 1, pp. 1-23 (online). Downloaded from website: http://www.lessonresearch.net/res.html July, 12th 2006 (online).

Perry, R, Lewis, C, and Akiba, M. Lesson Study in the San Mateo-Foster City School District, Paper presented at the American Educational Research Association (2002 Annual Meeting), New Orleans (online). Downloaded from website : http://www.lessonresearch.net/res.html July, 12th 2006 (online).

Subali, B dan Kaniawati, I, Prinsip Prinsip Monitoring dan Evaluasi Program Kemitraan LPTK Sekolah Melalui Lesson Study (Monitoring and Evaluation Principles) , paper presented at LPTK-School Collaboration Development Training Towards the Mathematics and Sciences Teaching Quality Enhancement , Yogyakarta 27-29 of July 2006.

Muris, 2006. Implementation of Lesson Study for Improvement Mathematics and Sciences Teacher Competencies in Teaching and Learning Process. Article disseminate in seminar nasional that held by jurusan matematika FMIPA UNM and IKA FMIPA 2006 year. Makassar: unpublished.

http://kimia.upi.edu/utama/lessonstudy/lssmp.htm. Kegiatan Lesson Study di SMP. Diakses pada tanggal 2 Mei 2007.

http://www.tc.columbia.edu/lessonstudy/lessonstudy.html. What is Lesson Study. Diakses pada tanggal 2 Mei 2007.

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes