Kenapa Harus Dicuci Dengan Tanah Jika Terkena Air Liur Anjing?

Sejak 1400 tahun yang lalu informasi tentang kewajiban untuk membersihkan najis air liur anjing merupakan hal yang tidak asing bagi kaum muslim, tetapi secara ilmiah alasan yang menopangnya dijelaskan dalam artikel ini. Ilmuwan membuktikanjika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

Najis merupakan bagian yang sangat mempengaruhi syarat tidak sahnya ibadah bagi orang muslim. Manakala dalam tubuh atau pakaian yang dikenakan terkena najis, diharuskan bagi kaum muslimin untuk segera menghilangkannya. Salah satu sumber najis yang dapat menggugurkan ibadah umat islam adalah air liur anjing. Menurut kaum ilmuwan, hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa air liur anjing mengandung mikroba  yang berukuran sangat lembut dan kecil. Kecilnya ukuran mikroba berakibat semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. (situslakalaka.blogspot.com)

Karena kandungan air liur anjing adalah virus berbentuk pita cair. Sedemikian sehingga tanah berfungsi sebagai penyerap mikroba serta virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Hal ini membuat mantap keyakinan kita terhadap sabda Rasulullah SAW berikut:

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.

Kemudian pada hadist yang lain, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)

Menurut referensi ilmu kedokteran, tanah ternyata memiliki dua materi terkandung yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Kedua unsur ini berguna dalam proses penghancuran (sterilisasi) kuman-kuman yang terdapat pada benda-benda. Berbagai eksperimen dan beberapa dugaan sementara yang dilanjutkan dengan penelitian menjelaskan bahwa tanah menjadi unsur yang efektif dalam membasmi kuman. Untuk itu, sangatlah benar mengapa mayat orang yang telah meninggal dunia harus dikuburkan di dalam tanah, meskipun individu tersebut dulunya meninggal karena sakit aneh dan keras, dimana anda dapat menganggap begitu banyak kuman yang dibawa selama sakit. Tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti tidak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Pendapat muhammad Kamil Abd Al Shamad, unsur yang menyusun tanah cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Dalam prinsip kerjanya, molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah saling menempel dengan kuman-kuman tersebut, sehingga proses sterilisasi terhadap kuman secara keseluruhan dapat dipermudah. Oleh karena itu, para dokter mengemukakan bahwa kekuatan tanah dalam menghambat reaksi cairan liur anjing dan virus-virus berbahaya di dalamnya lebih baik karena adanya perbedaan daya tekan antara cairan (air liur anjing) dan tanah.

Menurut Dr. Al Isma’lawi Al-Muhajir mengemukakan bahwa anjing dapat menularkan virus tocks characins, dan virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Sumber :

situslakalaka.blogspot.com

apa kabar dunia.com

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes