Contoh Penggunaan Komponen Kognitif dari Taksonomi Bloom

Dua psikolog pembelajaran yang terkenal adalah Benjamin S. Bloom dan David R. Krathwohl, mereka menciptakan yang dikenal dengan taksonomi. Di dalam taksonomi ini dikenal adanya ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Seiring perkembangan zaman, dunia kependidikan banyak diilhami oleh pengetahuan terhadap taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk merkembangan zaman, dunia kependidikan banyak diilhami oleh pengetahuan terhadap taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan ionomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan istilah tersebut ketika diterapkan dalam penggunaannya untuk perangkat-perangkat pembelajaran, misalnya domain kognitif, dimana komponen yang berkaitan dengan hal ini diantaranya pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), terapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), evaluasi (evaluation). Tujuan dari artikel ini untuk berbagi informasi tentang istilah tersebut dan bentuk pengembangannya dalam penentuan sasaran kognitif berikut contoh butir tes yang dapat diajukan sesuai indikator kognitifnya.

Sebagai banyak diilhami oleh pengetahuan terhadap taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk merp taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan ionomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan istilah tersebut ketika diterapkan dalam penggunaannya untuk perangkat-perangkat pembelajaran, misalnya domain kognitif, dimana komponen yang berkaitan dengan hal ini diantaranya pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), terapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), evaluasi (evaluation). Tujuan dari artikel ini untuk berbagi informasi tentang istilah tersebut dan bentuk pengembangannya dalam penentuan sasaran kognitif berikut contoh butir tes yang dapat diajukan sesuai indikator kognitifnya.

Sebagai banyak diilhami oleh pengetahuan terhadap taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk merkembangan zaman, dunia kependidikan banyak diilhami oleh pengetahuan terhadap taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan ionomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan istilah tersebut ketika diterapkan dalam penggunaannya untuk perangkat-perangkat pembelajaran, misalnya domain kognitif, dimana komponen yang berkaitan dengan hal ini diantaranya pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), terapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), evaluasi (evaluation). Tujuan dari artikel ini untuk berbagi informasi tentang istilah tersebut dan bentuk pengembangannya dalam penentuan sasaran kognitif berikut contoh butir tes yang dapat diajukan sesuai indikator kognitifnya.

Sebagai bahan diskusi dalam perkuliahan kita selanjutnya dapat anda download <a href="http://nasunsri048.files.wordpress.com/2013/0kembangan zaman, dunia kependidikan banyak diilhami oleh pengetahuan terhadap taksonomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan ionomi tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan pendidik atau pengajar di negara kita, Indonesia, menggunakan istilah yang tercantum dalam taksonomi tersebut untuk mengembangkan indikator-indikator pembelajaran berbagai mata pelajaran. Namun, sejauhmana ketepatan istilah tersebut ketika diterapkan dalam penggunaannya untuk perangkat-perangkat pembelajaran, misalnya domain kognitif, dimana komponen yang berkaitan dengan hal ini diantaranya pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), terapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), evaluasi (evaluation). Tujuan dari artikel ini untuk berbagi informasi tentang istilah tersebut dan bentuk pengembangannya dalam penentuan sasaran kognitif berikut contoh butir tes yang dapat diajukan sesuai indikator kognitifnya.

Sebagai bahan diskusi dalam perkuliahan kita selanjutnya dapat anda download Contoh Penggunaan Komponen Kognitif dari Taksonomi Bloom, setelah anda mendapatkannya kemudian terdapat 3 pertanyaan yang menjadi tagihan dan jika ada yang kurang jelas dapat anda tanyakan pada laman ini (dengan memberi komentar) atau kirim pertanyaan anda melalui email: nasrullah.niswar@gmail.com. Hasil pencarian kalian kirim ke email yang saya sampaikan sebelumnya. Semoga sukses!

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes