Menebak Biaya Komunikasi Selular kedepan

Saat ini perangkat komunikasi seperti handphone (HP) sudah sangat mudah dijumpai dari segala merk. Mulai dari merk Eropa hingga ke Cina. Peminatnya pun beragam, sekarang komunikasi selular menggunakan bukan lagi hanya milik orang-orang kaya, akan tetapi sudah merupakan kebutuhan hidup, contohnya jika pada saat anda beraktifitas dan anda lupa membawa HP maka terasa ada yang kurang, sehingga terkadang anda terpaksa pulang hanya untuk mengambil HP. Bahkan sekarang anak Sekolah Dasar (SD) pun sudah menggunakan HP sebagai alat komunikasi dengan orang tua ketika mereka diluar rumah (sekolah).

Indonesia merupakan pangsa pasar yang empuk bagi para operator selular dan perangkat pendukungnya, karena jumlah penduduk yang sangat besar (lebih dari 200 juta jiwa) dan juga wilayahnya yang luas. Berdasarkan hal itu saja, operator selular berlomba-lomba untuk mengeluarkan layanan komunikasi murah bagi konsumen dan calon konsumennya. Saat ini layanan selular (suara) oleh beberapa operator sudah ada yang gratis (meskipun hanya dalam kurun waktu tertentu saja), walaupun demikian peminatnya sudah sangat banyak. Terkadang dapat dengan mudah anda  jumpa, orang yang menggunakan lebih dari satu HP (bahkan terkadang bahkan lebih dari dua) dengan tujuan agar biaya komunikasi selularnya bisa dihemat semaksimal mungkin. Bahkan saat ini bukan layanan suara saja yang dipromosikan, tetapi layanan data yang lain seperti akses internet (meskipun kapastas dengan terbatas) misalnya untuk pemanfaatan layanan jejaring sosial.

Melihat trend tersebut, maka menurut saya beberapa layanan selular kedepan akan menuju kelayanan full data, seperti layanan internet untuk berbagai aplikasi dan kegiatan. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi selular yang sangat menjanjikan (sekarang sudah mulai diimpelmentasikan jaringan 4G oleh beberapa operator selular yang memiliki kecepatan akses tinggi). Oleh karena itu, layanan suara (voice) dan SMS menjadi suatu yang umum (lumrah) sehingga layanan ini akan di-gratis-kan (free) sebagai daya tarik operator selular pada pemanfaatan layanan-layanan data lainnya.

This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>